Dunia Janji Perangi Ebola

19.59 / Diposting oleh nivra /

JENEWA – Meningkatnya penyebaran kasus Ebola direspons para pemimpin dunia dengan berikrar bersama untuk meningkatkan penanggulangan virus mematikan tersebut. Tercatat hingga Minggu (12/10), total korban tewas mencapai 4.493 orang dari 8.997 kasus. Data terakhir yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),penyebaran penyakit ini telah mencapai tujuh negara. Dunia Janji Perangi Ebola JENEWA – Meningkatnya penyebaran kasus Ebola direspons para pemimpin dunia dengan berikrar bersama untuk meningkatkan penanggulangan virus mematikan tersebut. Tercatat hingga Minggu (12/10), total korban tewas mencapai 4.493 orang dari 8.997 kasus. Data terakhir yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),penyebaran penyakit ini telah mencapai tujuh negara. Pada Rabu (15/10), Presiden AS Barack Obama telah meminta kepada dunia untuk bertindak lebih, sementara menuntut negaranya (AS) untuk lebih agresif lagi dalam menanganinya. Hal ini dilakukan akibat munculnya kasus perawat kedua di Texas yang positif mengidap penyakit ini. Sehari sebelum dikarantina, perawat ini melakukan penerbangan domestik, sehingga menambah ketakutan dunia untuk melakukan perjalanan udara. Obama berusaha untuk meredakan rasa takut itu, tapi mendesak para pemimpin Inggris, Perancis, Jerman dan Italia untuk mengkordinasikan lebih akurat lagi rencana mereka memerangi wabah ini. Pihak Perancis pada Kamis ini mengatakan, bahwa para penumpang dari Guinea (negara terparah dari wabah) yang masuk ke Perancis akhir pekan ini akan diperiksa kondisi kesehatannya. Petugas kesehatan bandara Internasional Perancis Charles de Gaulle akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh dari setiap penumpang yang datang dari ibukota Guinea, Conarkhy, ujar Menteri Kesehatan Perancis Marisol Touraine kepada AFP. Bandar udara di Inggris, Kanada dan AS sudah mengenalkan prosedur pemeriksaan kesehatan penumpang yang tiba dari Afrika Barat. Minggu ini WHO telah mengingatkan tingkat infeksi pada skenario terburuk dapat mencapai 10.000 kasus per minggunya hingga awal Desember mendatang. “Para pemimpin negara tersebut setuju, bahwa ini adalah masalah kesehatan internasional yang sangat serius dalam beberapa tahun dan komunitas internasional perlu bertindak lebih banyak dan lebih cepat, “ungkap Perdana Menteri Inggris David Cameron seperti dilansir channelnewsasia. Menteri Kesehatan dari negara – negara Uni Eropa akan mengadakan pertemuan pada Kamis ini. Tiap negara harus mengirimkan bantuan tentara ke Afrika Barat untuk membantu mengatasi penyebaran virus. Badan Keamanan PBB kmendesak komunitas internasional untuk mempercepat dan memperluas bantuan kepada negara – negara Afrika Barat memerangi epidemi ini. Meningkatnya kecemasan di masyarakat terhadap penyebaran virus Ebola telah memaksa White House (Gedung Putih) untuk melakukan situasi krisis. Hal ini membuat dua acara politik terpaksa dibatalkan, Presiden Barack Obama berusaha keras untuk menunjukkan bahwa penyebaran virus mematikan ini dapat dihentikan. Obama yang menghadapi tekanan berat yang terus meningkat dari kritikan politisi partai Republik. Mereka mengatakan bahwa Obama terlalu lambat untuk melindungi warga Amerika, secara bersamaan digambarkan seperti kegagalan untuk bertindak pada ancaman dari para milisi Islamic State (Negara Islam) Iraq dan Suriah. Partai Demokrat yang beresiko kehilangan kendali di senat pada pemilihan bulan November mendatang, sangat khawatir pada keprihatinan masyarakat karena penanganan Ebola yang juga dapat menulari warga. Poling yang dilakukan terhadap kinerja pemerintahan Obama berada pada 39% diminggu pertama Oktober. “Ketika kinerjanya berada pada posisi rendah dan oleh karenanya partainya mengalami kesulitan., “ungkap Ross Baker seorang ilmuwan politik AS di Rutgers, seperti dilansir Reuters. Juru bicara parlemen AS mengatakan, tekanan ini menghasilkan ketetapan dengan keluarnya larangan perjalanan untuk ketiga negara yang terkena wabah Ebola. Politisi dari partai Demokrat mendesak Gedung Putih untuk menunjuk seseorang untuk mengkordinasikan respon, memimpin pengarahan dan membangkitkan keyakinan masyarakat. “Hal ini terlihat belum terlaksana dan ini menjadi suatu kekhawatiran untuk kita semua, “ujar politisi Demokrat. Sampai sekarang ujung tombak penanganan Ebola di AS dikendalikan oleh Kepala Centers for Disease Control (CDC) Tom Frieden. Namun kasus domestik Ebola terbaru telah memaksanya mundur selangkah dari pernyataan sebelumnya tentang kemampuan sistim kesehatan di AS untuk menanggulangi ancaman Ebola. Seorang perawat di rumah sakit Texas yang tertular Ebola dari pasien yang meninggal karena penyakit itu. Perawat itu baru melakukan perjalanan dengan pesawat dan para pejabat kesehatan segera melakukan penelusuran terhadap orang – orang yang telah melakukan kontak dengan perawat itu. Seorang sumber di Federal pada Rabu mengatakan, perawat itu mengatakan pada CDC dia mengalami demam sebelum menaiki pesawat, namun tetap diperbolehkan menaiki pesawat. Tapi Frieden berkata sebaliknya seharusnya perawat itu tidak menaiki pesawat. Kasus baru ini memberikan kontribusi terhadap menurunnya pasar saham di AS. Obama yang sebelumnya jarang sekali merubah jadwal kunjungannya tak peduli krisis apapun yang terjadi, telah membatalkan jadwal pidatonya dan penggalangan dana di Connecticut, New Jersey, Rhode Island dan New York. Dia menemui jajaran kabinetnya sekitar 2 jam dan mengumumkan kepada warga Amerika bahwa resiko penyebaran luas dari wabah Ebola ini sangat rendah. Peter LaMotte wakil presiden dari perusahaan komunikasi mengatakan bahwa Obama perlu melakukan upaya seperti ini, berbicara langsung kepada warga Amerika tentang Ebola, ini menunjukkan bahwa dia dapat mengendalikannya. “Dia harus mengambil alih sosok kepemimpinan dari pada daripada membiarkan para ahli berbicara atas namanya, “ujar LaMotte.

Label: , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar