Obama Tekankan Persatuan NATO Hadapi Agresi Rusia

20.22 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

WARSAW – Para pemimpin negara-negara anggota NATO pada Jum’at dan Sabtu ini akan melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan seluruh anggotanya. Sesuai dengan rencana bahwa ada tiga tema utama yang menjadi pembahasan. Dukungan terhadap pasukan Afghanistan, penumpasan kelompok militan ISIS di wilayah selatan NATO, mencegah agresi Rusia terhadap pencaplokan Crimea dari Ukraina. ... Presiden Amerika Serikat Barrack Obama meminta pemimpin NATO untuk berdiri tegar melawan upaya otoritas Rusia untuk menduduki wilayah Crimea, Ukraina. “Hubungan khusus yang terjalin antara Amerika Serikat dengan Inggris akan tetap bertahan. Saya tak meragukan bahwa Inggris akan tetap menjadi salah satu anggota yang paling mumpuni,” jelas Obama dilansir AFP. Anggota Uni Eropa yang berjumlah 28 negara secara resmi sepakat untuk mengerahkan empat battalion pasukannya dengan jumlah 3.000 hingga 4.000 personil militer. Negara-negara Baltic dan Polandia akan menjadi markas dari pasukan itu. Upaya ini dilakukan untuk menjamin kesiapan pasukan militer di wilayah timur Eropa untuk mengantisipasi agresivitas Rusia. Jens Stoltenberg Sekjen NATO mengatakan dia yakin bahwa “Inggris dan Uni Eropa akan menemukan sebuah solusi untuk bekerja sama dan Inggris akan tetap menjadi negara kuat dan sekutu yang berkomitmen bagi NATO,” jelas Stoltenberg dilansir BBC. Polandia yang menjadi tuan rumah KTT NATO kali ini menyatakan keraguannya terhadap Rusia. “Kita harus menolak segala bentuk angan-angan yang berkaitan dengan kerjasama pragmatis dengan Rusia, selama serangan terhadap tetangganya masih terjadi,” jelas Witold Waszczykowski Menteri Luar Negeri Polandia sebelum KTT dimulai, seperti dilansir AFP. Presiden Obama lebih menekankan diadakan jalur diplomatik dengan Rusia. Kendati demikian dia juga meminta para sekutu AS untuk tetap mempertahankan sanksi terhadap Moskow. Sanksi harus diterapkan hingga Rusia mematuhi sepenuhnya perjanjian gencatan senjata di Ukraina dan untuk membantu Kiev mempertahankan kedaulatannya. Dalam KTT ini para pemimpin harus mendukung penuh anggotanya yang berasal dari Eropa timur dan siap menghadapi Rusia. "Saya pikir salah satu kunci terbesar untuk pencegahan, apa yang akan benar-benar menghalangi mereka yang berusaha menekan aliansi kita, adalah bahwa seluruh aliansi kita - struktur pasukan yang sudah kita miliki, menjadi lebih siap dan lebih responsif," kata Jenderal Philip Breedlove, mantan Komandan Tertinggi NATO di Eropa. AS akan memimpin pasukan NATO di Polandia, sementara Inggris dan Jerman dan Kanada masing – masing akan memimpin battalion NATO di Estonia, Latvia, Lithuania.

Read More.. Label: , , , , , , , , , ,

Erdogan Peringatkan Uni Eropa Terkait Bebas Visa Schengen Turki

19.41 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

ISTANBUL – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (24/5) mengingatkan Uni Eropa untuk pemberlakukan bebas visa bagi negaranya. Jika ini tidak dikabulkan maka parlemen Turki akan menghentikan rancangan undang-undang yang mengatur masuknya para pengungsi ke Eropa. ... Peringatan yang diberikan Erdogan ini diumumkan bersamaan dengan meningkatnya ketegangan hubungan antara Erdogan dan Uni Eropa terkait perjanjian dan hak asasi manusia. “Jika bebas visa tidak diberlakukan, tak ada keputusan dan undang-undang dalam kerangka kerja yang dikeluarkan dari parlemen Turki,” jelas Erdogan saat pidato penutupan KTT Kemanusiaan Dunia di Istanbul seperti dilansir AFP. “Kementrian Luar Negeri Turki, akan berdiskusi dengan Uni Eropa. Jika berhasil maka akan berjalan bagus. Jika tidak, maka saya minta maaf,” tambah Erdogan. Otoritas Turki juga mengeluhkan kekhawatiran Uni Eropa yang akan menyerahkan janji bantuan senilai 6 miliar Euro (Rp. 91,2 triliun). Awalnya dana segar ini diperuntukkan membantu para pengungsi Suriah di Turki. Erdogan menambahkan bahwa Turki mereka tak pernah mengajukan permintaan bantuan, mereka hanya ingin kejujuran. “Saat dilihat apa yang sudah dilakukan sejauh ini, faktanya mereka tak memenuhi komitmen yang mereka buat. Turki harus memenuhi criteria ? Kriteria seperti apa yang dimaksud ?” sambung Erdogan lagi seperti dilansir BBC. Dalam perjanjian antara Turki dan Uni Eropa tertera bahwa pengungsi yang masuk wilayah Yunani secara ilegal sejak 20 Maret akan dideportasi ke Turki. Hal ini dilakukan jika mereka tidak memenuhi persyaratan untuk mengajukan suaka atau jika pengajuan mereka ditolak. Untuk setiap pengungsi Suriah yang dikirim ke Turki, pihak Uni Eropa harus mengambil seorang pengungsi Suriah yang membuat permohonan suaka secara resmi. Selama KTT Kemanusiaan Dunia berlangsung Erdogan juga menekankan bahwa Turki telah menampung sebanyak 3 juta pengungsi asal Suriah dan Irak. Ini menjadi sebuah contoh bagi dunia. Dia mengatakan hal ini dapat menyulut kembali hati nurani seluruh dunia secara bersama-sama. “Jika hal ini masuk dalam buku sejarah sebagai salah satu dari pertemuan yang tak terhitung jumlahnya dimana tanpa hasil. Saya akan sangat kecewa,” tandas Erdogan. Namun Sekjen PBB Ban Ki Moon mengatakan dirinya sedikit kecewa banyak pemimpin dunia, dengan pengecualian Kanselir Jerman tidak ikut serta bersama Turki. Ban mengatakan ketidakhadiran mereka tidak menjadi alasan untuk tidak ikut berpartisipasi. Erdogan juga menyampaikan kembali idenya untuk membangun sebuah kota di Suriah, sehingga pengungsi Suriah di Turki dapat kembali memiliki tempat tinggal. Dia mengatakan ide ini merupakan hasil perbincangan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Sementara Uni Eropa menilai bahwa untuk mendapatkan bebas visa Turki harus melakukan revisi undang-undang terkait masalah terorisme. Hal ini menjadi salah satu kriteria yang menjadi perhatian utama. Revisi undang-undang terorisme Turki harus mengacu pada perjanjian yang ditetapkan oleh Uni Eropa. Kelompok aktivis hak asasi manusia dan Uni Eropa menuduh Turki menggunakan undang-undang ini untuk menekan jurnalis dan membungkam perbedaan pendapat. Pemerintahan Ankara membantah tuduhan ini dengan mengatakan hal ini dilakukan untuk melawan kelompok militan. Erdogan menuduh Uni Eropa telah bersikap munafik dengan mengedepankan permintaan ini. Agar bebas visa bagi Turki segera terwujud, pemerintahan Erdogan harus memenuhi 72 kriteria dengan tenggat waktu hingga akhir Juni. Namun Angela Merkel yang telah melakukan pembicaraan dengan Erdogan berpendapat tidak cukup waktu bagi Turki untuk memenuhi kriteria ini.

Read More.. Label: , , , , , ,

Zona Schengen Terancam Jika Uni Eropa Gagal Tangani Migran

19.36 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

BRUSSELS – Uni Eropa dengan sistem keluar masuk negara sesama anggotanya yang telah berjalan selama ini, dipusingkan dengan hadirnya ratusan ribu migran. Kanselir Jerman Angela Merkel mengeluarkan sebuah peringatan luar biasa pada minggu ini, sehingga akan mengancam kebebasan zona Schengen pada 26 negara yang selama ini diterapkan. ... Merkel mengatakan, negara – negara anggota Uni Eropa harus menyamakan cara untuk menangani para migran yang tersebar di Italia, Yunani dan Hungaria atau membahayakan mimpi Eropa dengan wilayah tanpa batasnya. “Jika kita tidak dapat sepakat pada distribusi yang adil, maka zona Schengen akan menjadi taruhannya, kami tidak menginginkan hal itu,” ucap Merkel dilansir AFP. Pada bulan lalu, Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni juga megeluarkan peringatan serupa. “Apa yang menjadi taruhannya adalah pilar dasar dari Uni Eropa yaitu kebebasan keluar masuk para warga dari negara – negara anggota Uni Eropa,” ucap Gentiloni. “Jika Eropa tidak mengambil langkah sebagai sebuah kesatuan, situasi saat ini mengkhawatirkan untuk bergerak bebas di jantung Uni Eropa,” ucap Matthieu Tardis, seorang pakar migrasi dari Paris, dilansir AFP. “Meragukan keberadaan zona Schengen adalah sebuah resiko karena setiap negara berurusan dengan isu ini sesuai caranya masing – masing berdasarkan pendapat publik. Akhirnya, yang dipertanyakan adalah menyeberangi perbatasan nasional, “sambung Tardis. Peraturan Uni Eropa yang juga dikenal dengan Regulasi Dublin jelas mengatakan bahwa negara anggota UE, dimana pengungsi tiba untuk pertama kalinya maka negara itu harus memproses klaim suaka mereka. Italia dan Yunani dua negara UE yang menjadi tempat pertama masuknya para pengungsi tidak dapat mengatasi jumlah mereka yang begitu banyak. Namun pada minggu lalu, otoritas Jerman menyatakan akan mengesampingkan aturan itu untuk pengungsi asal Suriah. Sehingga menimbulkan banjir manusia pengungsi yang mencoba memasuki wilayah Uni Eropa kemudian menuju Jerman. Kebingungan pun muncul bagaimana aturan migrasi dan Schengen saling tumpang tindih. Sejak Januari hingga Agustus, sebanyak 160.000 orang telah memasuki wilayah Yunani, dimana angka ini telah melampaui jumlah keseluruhan migran yang memasuki Yunani pada 2014. Media BBC melaporkan sedikitnya terdapat 11 orang pengungsi asal Suriah yang dikhawatirkan tenggelam. Dua perahu yang membawa para migran tenggelam setelah perjalanan mereka dari Turki menuju pulau Kos di Yunani. Hampir 2.000 orang asal Suriah telah berhasil memasuki kota Piraeus, Yunani. Pemerintah Yunani mengatakan mereka kekurangan sumber daya untuk menjaga pengungsi yang jumlahnya begitu banyak, namun tim bantuan mengatakan pemerintah seharusnya bertindak lebih dari ini. Media AFP melaporkan, sekitar 100 – 150 pengungsi pada Rabu (2/9) melakukan demonstrasi diluar stasiun internasional Keleti. Polisi juga memblokade 2.000 orang yang coba menaiki kereta menuju Austria dan Jerman. Sebanyak 1.200 orang menunggu pada tempat transit dibawah stasiun, sementara sebanyak 600 orang pria, wanita dan anak – anak yang mayoritas asal Suriah, Iraq dan Afghanistan duduk dan berdiri diluar stasiun Keleti. Mereka yang melakukan demo menolak untuk diberangkatkan dengan kereta menuju tempat penampungan sementara Debrecen. Dalam pernyataannya, kepolisian Budapest mengatakan kelompok ini meminta diijinkan untuk melanjutkan perjalanan menuju Jerman. Polisi juga mengambil langkah pengamanan agar jalur regular kereta Budapes tidak terganggu.

Read More.. Label: , , , , ,

Sebanyak 2.200 Pengungsi Tiba di Munich Dalam 24 Jam

19.42 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

BERLIN – Banyaknya para pengungsi yang masuk ke benua biru memiliki tantangan tersendiri bagi otoritas di Uni Eropa selama beberapa tahun mendatang. ... Hal ini disampaikan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy pada Selasa (1/9) di Berlin, Jerman saat melakukan konferensi media bersama Kanselir Jerman Angela Merkel. Rajoy juga mendesak kerjasama Uni Eropa untuk memfasilitasi para pengungsi, tanpa melihat berapa banyak jumlah mereka di tiap – tiap negara Uni Eropa. “Apa yang kita saksikan sekarang adalah tantangan terbesar bagi Eropa pada tahun – tahun mendatang, Saya tak khawatir akan hal itu,” ucap Rajoy dilansir AFP. Sementara otoritas perbatasan selatan Jerman mencatat angka cukup fantastis terkait jumlah migran ini. Dalam periode 24 jam sampai Selasa (1/9) diperbatasan dengan negara Austria ini kepolisian mencatat jumlah migrant yang masuk sebanyak 2.200 orang. Lonjakan pengungsi ini datang dari Hungaria dengan menggunakan kereta kemudian melintasi Austria lalu menuju Jerman, setiap gerbong kereta diisi dengan ratusan pengungsi. Jurubicara kepolisian Jerman mengatakan, jumlah pengungsi ini tercatat di kantor polisi Munich antara Senin (31/8) pukul 06:00 hingga kemarin pukul 06:00 waktu setempat. Ini merupakan angka tertinggi yang tercatat pada 10 wilayah kepolisian Jerman. Pemerintah Jerman memprediksi ada sebanyak 800.000 orang pengungsi yang memasuki wilayahnya tahun ini. Sementara kepolisan Austria mengatakan ada 3.650 pengungsi yang memasuki ibukota Austria, Vienna. Pada Senin (31/8) mereka datang dari Hungaria, kebanyakan dari mereka memilih Jerman sebagai tempat tujuan.

Read More.. Label: , , , , , ,

Austria Perketat Perbatasan, 12 Migran Berhasil Diselamatkan

17.58 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

VIENNA – Salah satu negara anggota Uni Eropa, Austria telah memperketat pengawasan pada jalan bebas hambatan yang berbatasan dengan Hungaria. Hal ini dilakukan setelah insiden minggu lalu, ditemukannya satu truk berisikan 71 jenazah para migran, termasuk empat orang anak. ...Peningkatan pengawasan lalu lintas dilakukan bekerjasama dengan otoritas dari empat negara Austria, Hungaria, Slovakia dan Jerman. Mereka memperketat wilayah perbatasannya dimulai sejak Minggu (30/8) pukul 18.30 waktu setempat. “Tujuan utamanya adalah mencari kelompok – kelompok penyelundup. Misi pengawasan ini melibatkan polisi lalu lintas dan kekuatan bersenjata, mereka bukan pengawas perbatasan,” ucap Helmut Marban, juru bicara polisi, dilansir AFP. Untuk menghentikan aksi – aksi penyelundupan manusia dan penganiayaan, polisi menghentikan semua kendaraan mulai dari truk, mobil, van. Tak lama berselang misi ini membuahkan hasil dengan ditemukannya 12 orang migrant terdiri dari 9 dewasa, tiga anak – anak. Mereka sedang duduk didalam mobil van yang bernomor polisi negara Perancis. Polisi menduga 12 migran ini berasal dari Suriah. Pengemudi mobil segera ditangkap oleh otoritas setempat, namun masih belum jelas kewarga negaraannya. Tak dapat dielakkan lagi misi ini menimbulkan kemacetan yang sangat panjang mulai dari malam hari hingga kemarin pagi. Antrian kendaraan yang melintas mencapai 30 kilometer pada jalan tol yang menghubungkan Budapest dan Vienna. Diperkuatnya pengawas perbatasan dan ketatnya keamanan cenderung membuat sulit masuknya orang – orang ke negara ini secara ilegal. Tahun ini sebanyak 93 penyelundup manusia telah ditangkap dengan jumlah keseluruhan migran yang dibawa sebanyak 1.630 orang.

Read More.. Label: , , , ,

800 Migran Tewas, Dua diantara Korban Selamat Ditahan

18.11 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

CATANIA – ITALIA Polisi Italia menahan dua orang tersangka atas tuduhan perdagangan manusia diantara para migran yang selamat setelah kapal mereka terbalik pada Minggu (19/4). Laporan PBB mengatakan 800 orang tewas, ini merupakan bencana terburuk yang menimpa para migran. ... Pihak kepolisian telah menangkap seorang pria warga Tunisia yang menjadi kapten kapal pengangkut dan seorang pria warga Suriah yang menjadi awak kapal itu. Pada Senin malam, dilakukan penahanan terhadap kedua tersangka bersamaan dengan 27 orang migran selamat yang tiba di pelabuhan Sisilia di Catania. Kedua pria ini dihadapkan pada tuntutan perdagangan manusia. Dibawah pantauan langsung menteri Uni Eropa, yang saat menyetujui pengajuan untuk penambahan Triton, kamera pengawas perbatasan, menjadi dua kali lipat. Badan PBB khusus penaganan pengungsi UNHCR dan Organisasi Internasional untuk Migrasi mengandalkan pengungsi yang selamat dari kapal untuk dimintai keterangannya terkait insiden. “Kami dapat mengatakan bahwa 800 orang tewas, “ucap Carlotta Sami juru bicara Badan PBB, UNHCR dilansir AFP. Para korban selamat menceritakan kepada pihak otoritas, ketika kapal pukat ikan sepanjang 20 meter yang membawa mereka terbalik, setelah sebelumnya kapal dagang asal Portugal menghampiri kapal sehingga menyebabkan kepanikan. “Terdapat sedikit lebih dari 800 orang dalam kapal, termasuk anak – anak berusia antara 10 dan 12 tahun. Mereka berasal dari Suriah, sekitar 150 dari Eritrea, Somalia. Mereka berlayar dari Tripoli sekitar pukul 8 pagi pada Sabtu, “sambung Sami. Para orang yang selamat dari Mali, Gambia, Senegal, Somalia, Eritrea dan Bangladesh. Mereka semua telah dibawa ke pusat penampungan terdekat, sementara seorang korban selamat dlarikan ke rumah sakit di pesisir timur Catania, Sisilia. Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini telah mengumumkan rencana sebelumnya pada Senin untuk menangani krisis bertambahnya para migran, setelah ia mengatakan dalam rapat dengar pendapat dengan para anggota Uni Eropa bahwa mereka tak punya alasan lain untuk tidak bertindak. Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan, mereka telah menerima panggilan darurat dari kapal lainnya, tapi peringatan dini ini menyebabkan kecelakaan pada kapal lainnya. Sementara itu dalam pertemuan Menteri Luar Negeri dan Dalam Negeri se Eropa di Luxembourg untuk membahas banjirnya kedatangan pengungsi untuk memasuki wilayah Eropa. Perdana Menteri Italia Matteo Renzi secara terpisah mengatakan bahwa penjaga perairan Italia telah meminta kapal dagang untuk datang membantu dua perahu di perairan Libia dengan 450 orang didalamnya setelah mereka meminta pertolongan. Kepolisian Yunani juga melaporkan adanya tiga orang migran tewas, termasuk anak kecil, setelah perahu yang datang dari Turki tenggelam di wilayah pulau Rhodes. Tayangan dramatis menunjukkan bahwa orang – orang berusaha menyelamatkan diri dengan meraih puing – puing bersamaan dengan terjangan ombak yang menyapu mereka ke bebatuan. Sebanyak 93 orang berhasil diselamatkan. Sampai pertengahan minggu lalu otoritas Italia telah berhasil menyelamatkan lebih dari 11.000 orang migran. Sementara tahun lalu terdapat 170.000 orang memasuki Italia dan angka ini akan terus meningkat pada 2015. Mogherini mengatakan, pihak Uni Eropa harus memikirkan kebijakan kemanusiaan untuk menampung mereka, jika para migran dipulangkan ke tempat asal mereka itu sama dengan membunuh mereka perlahan – lahan.

Read More.. Label: , , , , ,

Kebijakan Pemerintah Meningkatkan Keahlian Imigran

20.46 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

Dengan latar belakang kondisi pertumbuhan penduduk yang pesat dan berbanding terbalik dengan rendahnya pertumbuhan ekonomi. Beberapa tahun terakhir pemerintahan dari negara – negara kaya di Eropa melakukan pertolongan kepada para imigran dengan memindahkan mereka dari tingkat keahlian rendah dengan pekerjaan berbahaya diubah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Kebijakan Pemerintah Meningkatkan Keahlian Imigran Dengan latar belakang kondisi pertumbuhan penduduk yang pesat dan berbanding terbalik dengan rendahnya pertumbuhan ekonomi. Beberapa tahun terakhir pemerintahan dari negara – negara kaya di Eropa melakukan pertolongan kepada para imigran dengan memindahkan mereka dari tingkat keahlian rendah dengan pekerjaan berbahaya diubah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Sementara beberapa negara melakukan investasi yang cukup besar pada kebijakan integrasi tenaga kerja selama satu dekade ini. Beberapa negara Eropa mencoba memfokuskan perhatiannya agar para imigran dapat bekerja. Sebagai hasilnya kebijakan yang dibuat dapat memperjuangkan untuk memfasilitasi perkembangan karir dari waktu ke waktu. Para imigran yang baru tiba di Eropa sering kali menemui kendala di tempat kerjanya, sebagai hasilnya terbatas penguasaan bahasa, diskriminasi dan kesulitan lainnya dari kebutuhan kualifikasi, keahlian serta pengalaman kerja. Banyak yang berpengalaman terjebak didalam periode berlarut – larut dari kemalasan, pengangguran atau masa kerja yang lama dengan keahlian rendah. Sementara di Amerika Serikat negara yang terkenal dengan slogan Land of the Dream ( Tanah Impian ) menjadi daya tarik tersendiri bagi para imigran gelap. Pada Kamis (20/11) Presiden Obama menetapkan sebuah kebijakan bagi para imigran gelap yang jumlahnya mencapai jutaan orang. Kebijakan yang disambut gembira oleh para pengacara dan aktivis imigran ini berisi akan memberikan perlindungan kepada jutaan imigran illegal dari ancaman deportasi dan memberikan kesempatan untuk mengajukan ijin kerja. Media Wall Street Journal melaporkan bahwa orang yang telah bermukim di AS selama minimal lima tahun dan orang tua yang telah menjadi warga sah AS atau warga yang bermukim secara sah, semua itu termasuk kedalam kategori kebijakan baru ini. Pemerintahan Obama mengatakan, bahwa lembaga eksekutif memiliki kewenangan untuk menyesuaikan pelaksanaan sesuai hukum imigrasi yang berlaku untuk mencocokkan apa yang digambarkan oleh Presiden. Meskipun Kongres belum melakukan tindakan apapun untuk merubah kebijakan imigrasi. Partai Republik mengkritik kebijakan ini karena dianggap melampaui wewenang presiden. Sementara itu di negara yang terkenal dengan sebutan Benua Kangguru, Australia, pemerintah menerapkan hal berbeda mengenai kebijakan untuk menangani imigran gelap di negaranya. Pemerintahan Tonny Abbott boleh saja menyatakan kemenangannya dalam penghentian perahu imigran tapi itu hanya permulaan dari respon yang diberikan Australia terhadap penanganan krisis kemanusiaan jangka panjang akibat harus memindahkan imigran. Hal ini telah diungkapkan pada laporan tentang kebijakan pencari suaka di Australia. Laporan yang diberi judul ‘Diluar Perahu: membangun kebijakan suaka dan pengungsi untuk jangka panjang’ merupakan dokumen bipartisan yang penting tentang kebijakan pencari suaka, yang dikeluarkan tahun ini. Pada laporan tertera, “Dihadapi pada masalah unik dari membatasi orang di lokasi sulit Papua New Guinea dan Nauru, ada sebuah kasus keputusan penting terhadap pencari suaka yang lebih cepat dari di Australia”. Harus ada peningkatan terhadap penanganannya dari 13.750 menjadi 25.000 orang, yang mendesak pemerintah untuk mengembangkan kerangka kerjasama regional yang berkelanjutan dengan negara – negara seperti Malaysia, Thailand dan Indonesia. Kelly Tolhurst seorang kandidat pemilu dari partai konservatif, lebih jauh menegaskan perlunya ada perubahan dari pemerintah Inggris terhadap kebijakan imigrasi. Tolhurst memarahi pemimpin partainya Perdana Menteri Inggris, David Cameron atas kurangnya tindakan terhadap isu ini dan mengklaim pemilihannya telah disakiti oleh pejabat tinggi imigrasi. Dari sekian banyak pasport baru Inggris yang dikeluarkan kepada orang yang bukan berasal dari Uni Eropa, 14,6% diberikan kepada mereka yang berasal dari India, diikuti imigran dari Pakistan dengan 9,5%. Menurut angka laporan terakhir dari Eurostat, hampir tiga per empat dari jumlah kewarganegaraan baru di Uni Eropa dikabulkan oleh enam negara. Dengan jumlah terbanyak di Inggris diikuti Jerman, Perancis, Spanyol, Italia dan Swedia kesemuanya memiliki masalah keimigrasian yang tinggi. Juru bicara parlemen mengatakan, kewarganegaraan Inggris adalah keistimewaan, bukan merupakan hak. “Kami berharap mereka yang ingin tinggal disini dapat menunjukkan kesiapannya dan dapat berintegrasi kedalam masyarakat. Pemerintahan ini telah memperketat perolehan kewarganegaraan dan semua pemohon wajib untuk lulus ujian bagaimana tata cara kehidupan di Inggris dan penguasaan bahasa Inggris yang relevan, baik dalam berbicara dan mendengar, “ungkap juru bicara, seperti dilansir RT. Debat tentang imigrasi ini telah banyak menarik perhatian masyarakat, PM David Cameron menguraikan proposalnya saat berpidato tentang kebijakan barunya ini di West Midlands. Cameron mengatakan ia yakin dapat melakukan perubahan terhadap dasar dari migrasi Uni Eropa yang masuk ke Inggris dan karena itu kampanye Inggris untuk tetap berada dalam Uni Eropa sampai referendum pada 2017 mendatang. Pokok permasalahan yang disampaikan pada pidatonya adalah: menghentikan migrant Uni Eropa dari keuntungan bekerja seperti pengembalian pajak dan akses mendapatkan rumah dari bantuan sosial selama 4 tahun. Melarang migran mengklaim tunjangan anak dan kredit pajak bagi anak yang hidup diluar wilayah Inggris. Memulangkan migrant dari Inggris setelah dalam 6 bulan tidak menemukan pekerjaan. Mambatasi hak migrant untuk membawa anggota keluarga ke Inggris. Mempercepat pemulangan migran yang terbukti melakukan tindakan kriminal. Menghapus larangan masuk kembali ke Inggris bagi pengemis dan penipu. Menghentikan warga dari negara yang baru bergabung dengan Uni Eropa untuk bekerja di Inggris, sampai keadaan ekonomi negara tersebut dapat mendekati negara maju anggota Uni Eropa. Cameron menambahkan, tak ada keraguan bahwa penawarannya ini akan membutuhkan perubahan pada perjanjian yang mengatur Uni Eropa. “Kami layak untuk didengar dan kami harus didengar. Ini adalah isu yang penting untuk orang Inggris dan untuk masa depan kita sebagai Uni Eropa, “ungkap Cameron, seperti dilansir BBC. “Rakyat Inggris tidak akan mengerti, sebetulnya saya juga tidak akan mengerti jika jalan yang masuk akal tak dapat ditemui, yang akan membantu menyelesaikan tempat negara ini di Uni Eropa sekali dan untuk semua, “tambah Perdana Menteri Inggris. Survei yang dilakukan untuk lembaga British Future yang memberikan masukan pada pemerintah, sebanyak 25% responden warga Inggris percaya bahwa, “Pemerintah harus bersikeras bahwa semua imigran harus kembali ke negara asal mereka, apakah keberadaan mereka disini sah secara hukum atau diluar aturan hukum.”

Read More.. Label: , , , , ,

Ukraina Bersiap Menutup Perbatasan Akibat Intervensi Rusia

17.32 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

Ukraina Bersiap Menutup Perbatasan Akibat Intervensi Rusia KIEV – Presiden Ukraina Petro Poroshenko memberi instruksi kepada bawahan untuk melakukan penutupan daerah perbatasan Ukraina dengan perbatasan Rusia guna membantu memberhentikan intervensi di daerah bekas Soviet yang berhaluan barat ini. KIEV – Presiden Ukraina Petro Poroshenko memberi instruksi kepada bawahan untuk melakukan penutupan daerah perbatasan Ukraina dengan perbatasan Rusia guna membantu memberhentikan intervensi di daerah bekas Soviet yang berhaluan barat ini. Keputusan ini diumumkan pada website kepresidenan yang memberi perintah “untuk mengatur penutupan sementara daerah perbatasan Ukraina dengan Rusia untuk dilintasi mobil, laut dan lalulintas pejalan kaki”. Ditetapkannya keputusan ini akibat masih terdapat intervensi dari pihak Rusia pada urusan dalam negeri Ukraina. Ia menambahkan, jika diperlukan wilayah seluas 2.000 km (1.200 mil) yang berbatasan darat dengan tetangga raksasa Rusia di bagian timur laut itu dapat ditutup untuk lalulintas lainnya. Ukraina dan para negara sekutu Baratnya menuduh pihak Rusia, bahwa mereka telah mengirim pasukan elitnya juga senjata berat seperti rudal udara ke wilayah timur Ukraina. Sejak April silam pemberontak separatis pro Rusia telah dipersenjatai guna memisahkan diri dari Ukraina. Dengan nada keras Rusia membantah tuduhan ini serta menolak bukti foto satelit dari NATO yang menunjukkan lokasi pasukannya di Ukraina, ini merupakan tindakan rekayasa yang dirancang untuk mendukung ekspansi blok militer di wilayah perbatasannya. Seorang pejabat keamanan senior mengatakan kepada AFP, instruksi yang pada awalnya dirancang oleh badan Keamanan Nasional Ukraina dan Dewan Pertahanan pada akhir Agustus lalu bertujuan untuk membatasi masa depan jalur lalulintas kereta api dan penumpang pesawat. “Jika lalu lintas seperti itu, akan jauh lebh mudah dalam hal pengawasannya” ungkap pejabat keamanan itu. Jurubicara wilayah perbatasan Ukraina mengatakan, bahwa belum ada tindakan yang diambil untuk meningkatkan pengamanan dan kendaraan bermotor masih diperbolehkan untuk melintasi perbatasan yang menghubungkan kedua negara ini. “Ukraina menutup daerah yang berbatasan dengan Rusia yang telah lama berada dibawah serangan pihak pemberontak. Perbatasan Ukraina – Rusia yang lainnya masih beroperasi seperti biasa, “ ungkap jurubicara Andriy Kucherov melalui telepon, seperti dilansir AFP. Sementara itu pihak parlemen Ukraina telah mensahkan kesepakatan penting pada 16 September sebagai tahapan untuk menjadi anggota Uni Eropa, meskipun pelaksanaan dari kesepakatan itu baru akan dimulai pada Januari 2016 untuk menenangkan pihak Rusia. “Saya akan memaparkan visi pembangunan untuk Ukraina, kami mempunyai strategi sampai dengan 2020,” ungkap Poroshenko seperti dikutip Reuters. “Strategi ini menyiapkan 60 program khusus reformasi secara terpisah, yang akan mempersiapkan Ukraina untuk mengajukan diri sebagai anggota Uni Eropa dalam 6 tahun kedepan” tambah Presiden Ukraina. Pada kesempatan terpisah Perdana Menteri Ukraina Arsenly Yatsenyuk di depan Majelis Umum PBB mengatakan, para tentara Rusia masih tetap beroperasi di wilayah timur Ukraina. Ia mendesak para negara Barat untuk tidak mencabut sanksi atas Rusia sampai Ukraina berhasil mengendalikan wilayahnya secara utuh, seperti dilansir BBC.

Read More.. Label: , ,