Kardus biasa digunakan manusia untuk menyimpan barang tak terpakai, pindah rumah. Pabrik – pabrik juga menggunakan kardus untuk membungkus televisi, audio, blender dan lainnya. Namun perang kardus karton telah berkembang menjadi fenomena yang mengingatkan kita akan masa kecil dulu. ... Peserta perang kardus menggunakan kardus yang dikeringkan untuk membuat peralatan perang seperti baju pelindung, senjata, truk besar, tank, hewan besar dan lainnya. Kemudian dalam sebuah acara kardus yang telah dibuat menjadi sesuatu itu diikutsertakan dalam sebuah peperangan, setiap kardus itu pun hancur berantakan. Berawal dari hampir sepuluh tahun lalu Hoss Siegel dan Ross Koger adalah pencetus lahirnya permainan ini. Ide ini muncul saat mereka sedang berpesta. “Kami membayangkan konsep ini suatu hari dan kenapa tidak untuk mencobanya,” ucap Koger dilansir Odditycentral. “Kami mencobanya saat berpesta dan menikmatinya dan mari kita lakukan lagi !” sambung Koger. Dia menjelaskan acara ini memiliki nilai hiburan yang tinggi. Setiap kali diadakan permainan perang kardus ini, pakaian kardus dan bentuk yang dibuat semakin beragam dan rumit. Sehingga mereka tak dapat lagi menyimpannya di halaman belakang rumah mereka. Kemudian pada acara Boxing Day 2002 mereka melakukannya di sebuah taman. Pengunjung taman yang sedang saantai bersama keluarga mereka dan melakukan pesta barbekyu berkerumun melihatnya. Banyak dari pengunjung taman yang tertarik untuk melakukan perang kardus ini. “Itu adalah awal mula dari ‘Boxwars’,” jelas Koger. “Tiap tahun kami melakukannya saat perayaan Boxing Day. Ini menjadi lucu karena berawal dari sebuah ide bodoh namun mendapat tanggapan positif dan acara ini menjadi besar. Sejak saat itu bentuk – bentuk kardus jadi beragam,” lanjut Koger. Kini perang kardus meramaikan setiap festival atau acara di Australia dan belahan dunia lain. Dalam Festival Sydney tahun ini kami membawa tema Mad Max dimana jalanan kota ditutup dan menuruni bukit pasir dengan kereta dorong. Saat Festival Musik di kota Victoria mereka mengangkat tema tentang Kanguru. Koger juga menjelaskan setiap bagian kardus yang dibuat menjadi peralatan perang merupakan ciptaan dari pemakainya sendiri. Mereka membentuk sebuah tim, beberapa diantaranya bertindak sebagai ‘teknisi’ untuk mengkreasikan bentuk kardus sesuai keinginan mereka. “Terdapat tim yang berbeda datang ke acara di seluruh kota di Australia untuk membantu pembuatan kardus. Acara ini sudah menyebar ke Belanda dan Rusia,” sambung Koger.
Read More.. Label: Australia, Boxing Day, Boxwars, Festival Sydney, perang kardusSeorang pemain golf menderita luka gigitan pada kakinya setelah digigit seekor buaya di sebuah tempat bermain golf di Australia. John Lahiff, 75, kepada media BBC mengatakan bahwa ia telah mengganggu ketenangan buaya saat hendak mencari bola golf di air di lapangan golf Port Douglas, Queensland. ... Lahiff segera dilarikan ke rumah sakit dengan luka terkoyak pada tulang keringnya dan luka tusukan pada betisnya, tapi ia tidak akan menyerah untuk bermain golf. Kepada ABC, ia mengatakan di kemudian hari tidak akan memukul bola mengarah ke air. Pada lapangan golf di Australia penampakan buaya sudah menjadi hal biasa, sehingga pengelola lapangan golf menempatkan papan peringatan bagi para pegolf tentang bahaya yang mengancam. Pihak kepolisian setempat, Sersan James Coate buaya sepanjang 1,2 meter telah berdiam di perairan yang berdekatan dengan lubang bola ke-11. Ketika tiba di Rumah Sakit Cairns, Lahiff mengatakan sebelumnya ia telah melihat buaya tersebut dan seharusnya lebih waspada. “Saya tidak memperhatikan buaya itu sedang berjemur di pinggir air. Saya melangkah melaluinya dan ketika kembali ia menghadang, dengan cepatnya ia menangkapku menyeret ke air, “ungkap Lahiff dilansir BBC. Ia berhasil melarikan diri kembali dengan mobil golfnya meminta pertolongan. Media Australia melaporkan pengawas alam liar akan mencoba untuk memindahkan buaya ke lokasi khusus penangkaran buaya atau kebun binatang. Namun Lahiff menginginkan bahwa buaya itu tetap berada di tempatnya, “Saya pikir dia akan menjadi lebih takut dibanding aku. Buaya itu baik – baik saja, “ungkap Lahiff. Lapangan golf The Palmer Sea Reef dimiliki oleh milyuner dan politisi Australia, Clive Palmer. Setelah insiden tersebut Palmer mentweet melalui akunnya, “Semoga pegolf itu cepat sembuh.” Sambil membuat lelucon, “Buaya telah dihilangkan dari semua menu di lahan milik Palmer, setelah insiden hari ini, “canda Palmer. Sejak 1971 pemerintah Australia menetapkan buaya sebagai hewan yang dilindungi, sehingga sejak itu angka kecelakaan akibat diserang buaya meningkat. Buaya juga menjadi pemandangan yang biasa di wilayah tropis bagian utara Australia.
Read More.. Label: Australia, buaya, Clive Palmer, pemain golf diserang buaya, The Palmer Sea ReefPihak Kepolisian New South Wales melaporkan adanya seorang turis pria warga negara Jepang terbunuh akibat serangan ikan hiu. Sehari setelah insiden ini, masih di lokasi yang sama seorang pria lainnya juga terluka diserang ikan hiu. ...Serangan hiu ini terjadi sekitar 730 kilometer dari sebelah utara Sydney tepatnya di Shelly Beach dekat wilayah Ballina. Pihak pertama yang melakukan pertolongan adalah orang – orang yang sedang bermain selancar, mereka memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan, tapi karena lukanya yang cukup parah kemudian pria itu meninggal. Beberapa tahun terakhir terjadi beberapa kali insiden serangan ikan hiu sepanjang pantai Australia. Pihak kepolisian New South Wales mengatakan, kejadian yang menewaskan turis asal Jepang ini terjadi sekitar pada Senin pukul 09.45 waktu setempat. Teman – teman dari pria ini yang sedang bermain selancar segera melakukan pertolongan saat mengetahui serangan hiu, namun nahas nyawa pria tersebut tak terlong lagi. Pria korban serangan ikan hiu ini terluka sangat parah, ia kehilangan kedua kakinya. “Ia mengalami pendarahan yang sangat parah dan dengan cepatnya kehilangan banyak darah, karena kedua kakinya hilang akibat gigitan ikan hiu, “ungkap Walikota Ballina, David Wright seperti dilansir BBC. Seorang pemilik cafĂ© di pantai Shelly mengatakan kepada media AFP bahwa “ikan hiu tersebut muncul secara tiba – tiba diantara kerumunan para pemain selancar. Para pemain selancar itu tidak berada jauh dari bibir pantai.” Pantai tempat lokasi kejadian ini segera ditutup setelah terjadi lagi satu insiden serangan hiu berikutnya di hari yang sama, dimana seorang pria 35 tahun menjadi korban saat sedang bermain papan selancar. Tepatnya di ‘Seven Mile Beach’ dekat perairan Byron Bay, 30 kilometer sebelah utara Ballina. Ia dilaporkan menderita luka pada bagian belakang tubuhnya serta luka tusukan dibagian belakang bawah panggulnya. Tapi kondisi pria ini stabil dan masih sanggup menyetir mobilnya sendiri untuk menuju ke rumah sakit. Pria berikutnya yang diserang diketahui bernama Jabez Reitman, ia diserang hiu dengan panjang 2 – 3 meter. “Aku panik sekali. Awalnya kukira itu hanyalah seekor ikan lumba – lumba sampai aku mulai merasa dan sadar ada yang mencabik tubuhku, “ungkap Reitman, seperti dilansir BBC. Kekhawatiran akan serangan ikan hiu di garis pantai meningkat belakangan ini. Pada September 2014 seorang turis asal Inggris tewas diserang ikan hiu di perairan Byron Bay. Pada perairan barat Australia juga terjadi beberapa kali insiden serangan ikan hiu, tapi tawaran pemerintah kota setempat untuk memburu dan membunuh ikan hiu dibatalkan tahun lalu, karena adanya keberatan dari organisasi pecinta hewan. Perangkap yang diberi umpan yang dijuluki drum line (barisan tong) telah dipasang disekitar tujuh pantai untuk menangkap ikan hiu. Perangkap ini berhasil menjaring 170 ekor ikan hiu dalam waktu 13 minggu selama uji coba awal 2014 lalu. Namun dari semua hiu itu tak satupun yang berjenis ikan hiu putih, yang diketahui suka menyerang manusia. Otoritas lingkungan hidup setempat menghadang kebijakan kontroversial itu, mereka mengatakan terdapat ketidakpastian secara ilmiah tentang dampak dari ikan hiu putih.
Read More.. Label: Australia, ikan hiu putih, New South Wales, pantai Shelly, Serangan ikan hiuDengan latar belakang kondisi pertumbuhan penduduk yang pesat dan berbanding terbalik dengan rendahnya pertumbuhan ekonomi. Beberapa tahun terakhir pemerintahan dari negara – negara kaya di Eropa melakukan pertolongan kepada para imigran dengan memindahkan mereka dari tingkat keahlian rendah dengan pekerjaan berbahaya diubah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Kebijakan Pemerintah Meningkatkan Keahlian Imigran Dengan latar belakang kondisi pertumbuhan penduduk yang pesat dan berbanding terbalik dengan rendahnya pertumbuhan ekonomi. Beberapa tahun terakhir pemerintahan dari negara – negara kaya di Eropa melakukan pertolongan kepada para imigran dengan memindahkan mereka dari tingkat keahlian rendah dengan pekerjaan berbahaya diubah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Sementara beberapa negara melakukan investasi yang cukup besar pada kebijakan integrasi tenaga kerja selama satu dekade ini. Beberapa negara Eropa mencoba memfokuskan perhatiannya agar para imigran dapat bekerja. Sebagai hasilnya kebijakan yang dibuat dapat memperjuangkan untuk memfasilitasi perkembangan karir dari waktu ke waktu. Para imigran yang baru tiba di Eropa sering kali menemui kendala di tempat kerjanya, sebagai hasilnya terbatas penguasaan bahasa, diskriminasi dan kesulitan lainnya dari kebutuhan kualifikasi, keahlian serta pengalaman kerja. Banyak yang berpengalaman terjebak didalam periode berlarut – larut dari kemalasan, pengangguran atau masa kerja yang lama dengan keahlian rendah. Sementara di Amerika Serikat negara yang terkenal dengan slogan Land of the Dream ( Tanah Impian ) menjadi daya tarik tersendiri bagi para imigran gelap. Pada Kamis (20/11) Presiden Obama menetapkan sebuah kebijakan bagi para imigran gelap yang jumlahnya mencapai jutaan orang. Kebijakan yang disambut gembira oleh para pengacara dan aktivis imigran ini berisi akan memberikan perlindungan kepada jutaan imigran illegal dari ancaman deportasi dan memberikan kesempatan untuk mengajukan ijin kerja. Media Wall Street Journal melaporkan bahwa orang yang telah bermukim di AS selama minimal lima tahun dan orang tua yang telah menjadi warga sah AS atau warga yang bermukim secara sah, semua itu termasuk kedalam kategori kebijakan baru ini. Pemerintahan Obama mengatakan, bahwa lembaga eksekutif memiliki kewenangan untuk menyesuaikan pelaksanaan sesuai hukum imigrasi yang berlaku untuk mencocokkan apa yang digambarkan oleh Presiden. Meskipun Kongres belum melakukan tindakan apapun untuk merubah kebijakan imigrasi. Partai Republik mengkritik kebijakan ini karena dianggap melampaui wewenang presiden. Sementara itu di negara yang terkenal dengan sebutan Benua Kangguru, Australia, pemerintah menerapkan hal berbeda mengenai kebijakan untuk menangani imigran gelap di negaranya. Pemerintahan Tonny Abbott boleh saja menyatakan kemenangannya dalam penghentian perahu imigran tapi itu hanya permulaan dari respon yang diberikan Australia terhadap penanganan krisis kemanusiaan jangka panjang akibat harus memindahkan imigran. Hal ini telah diungkapkan pada laporan tentang kebijakan pencari suaka di Australia. Laporan yang diberi judul ‘Diluar Perahu: membangun kebijakan suaka dan pengungsi untuk jangka panjang’ merupakan dokumen bipartisan yang penting tentang kebijakan pencari suaka, yang dikeluarkan tahun ini. Pada laporan tertera, “Dihadapi pada masalah unik dari membatasi orang di lokasi sulit Papua New Guinea dan Nauru, ada sebuah kasus keputusan penting terhadap pencari suaka yang lebih cepat dari di Australia”. Harus ada peningkatan terhadap penanganannya dari 13.750 menjadi 25.000 orang, yang mendesak pemerintah untuk mengembangkan kerangka kerjasama regional yang berkelanjutan dengan negara – negara seperti Malaysia, Thailand dan Indonesia. Kelly Tolhurst seorang kandidat pemilu dari partai konservatif, lebih jauh menegaskan perlunya ada perubahan dari pemerintah Inggris terhadap kebijakan imigrasi. Tolhurst memarahi pemimpin partainya Perdana Menteri Inggris, David Cameron atas kurangnya tindakan terhadap isu ini dan mengklaim pemilihannya telah disakiti oleh pejabat tinggi imigrasi. Dari sekian banyak pasport baru Inggris yang dikeluarkan kepada orang yang bukan berasal dari Uni Eropa, 14,6% diberikan kepada mereka yang berasal dari India, diikuti imigran dari Pakistan dengan 9,5%. Menurut angka laporan terakhir dari Eurostat, hampir tiga per empat dari jumlah kewarganegaraan baru di Uni Eropa dikabulkan oleh enam negara. Dengan jumlah terbanyak di Inggris diikuti Jerman, Perancis, Spanyol, Italia dan Swedia kesemuanya memiliki masalah keimigrasian yang tinggi. Juru bicara parlemen mengatakan, kewarganegaraan Inggris adalah keistimewaan, bukan merupakan hak. “Kami berharap mereka yang ingin tinggal disini dapat menunjukkan kesiapannya dan dapat berintegrasi kedalam masyarakat. Pemerintahan ini telah memperketat perolehan kewarganegaraan dan semua pemohon wajib untuk lulus ujian bagaimana tata cara kehidupan di Inggris dan penguasaan bahasa Inggris yang relevan, baik dalam berbicara dan mendengar, “ungkap juru bicara, seperti dilansir RT. Debat tentang imigrasi ini telah banyak menarik perhatian masyarakat, PM David Cameron menguraikan proposalnya saat berpidato tentang kebijakan barunya ini di West Midlands. Cameron mengatakan ia yakin dapat melakukan perubahan terhadap dasar dari migrasi Uni Eropa yang masuk ke Inggris dan karena itu kampanye Inggris untuk tetap berada dalam Uni Eropa sampai referendum pada 2017 mendatang. Pokok permasalahan yang disampaikan pada pidatonya adalah: menghentikan migrant Uni Eropa dari keuntungan bekerja seperti pengembalian pajak dan akses mendapatkan rumah dari bantuan sosial selama 4 tahun. Melarang migran mengklaim tunjangan anak dan kredit pajak bagi anak yang hidup diluar wilayah Inggris. Memulangkan migrant dari Inggris setelah dalam 6 bulan tidak menemukan pekerjaan. Mambatasi hak migrant untuk membawa anggota keluarga ke Inggris. Mempercepat pemulangan migran yang terbukti melakukan tindakan kriminal. Menghapus larangan masuk kembali ke Inggris bagi pengemis dan penipu. Menghentikan warga dari negara yang baru bergabung dengan Uni Eropa untuk bekerja di Inggris, sampai keadaan ekonomi negara tersebut dapat mendekati negara maju anggota Uni Eropa. Cameron menambahkan, tak ada keraguan bahwa penawarannya ini akan membutuhkan perubahan pada perjanjian yang mengatur Uni Eropa. “Kami layak untuk didengar dan kami harus didengar. Ini adalah isu yang penting untuk orang Inggris dan untuk masa depan kita sebagai Uni Eropa, “ungkap Cameron, seperti dilansir BBC. “Rakyat Inggris tidak akan mengerti, sebetulnya saya juga tidak akan mengerti jika jalan yang masuk akal tak dapat ditemui, yang akan membantu menyelesaikan tempat negara ini di Uni Eropa sekali dan untuk semua, “tambah Perdana Menteri Inggris. Survei yang dilakukan untuk lembaga British Future yang memberikan masukan pada pemerintah, sebanyak 25% responden warga Inggris percaya bahwa, “Pemerintah harus bersikeras bahwa semua imigran harus kembali ke negara asal mereka, apakah keberadaan mereka disini sah secara hukum atau diluar aturan hukum.”
Read More.. Label: Amerika Serikat, Australia, Inggris, kebijakan imigran, meningkatkan keahlian imigran, uni eropa