LONDON – Wakil Perdana Menteri Inggris era Tony Blair mengeluarkan pernyataan bahwa invasi yang dilakukan terhadap Irak adalah sebuah pelanggaran hukum. Hal ini diungkap ke publik setelah Inggris menuai banyak kritikan atas perannya dalam konflik di Irak. John Prescott merupakan orang nomor dua dalam pemerintahan partai buruh saat Inggris turut serta menginvasi Irak yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), telah memberikan pernyataannya untuk dipublikasikan pada harian Sunday Mirror. ... Kini Prescott yang menjadi anggota Parlemen Tinggi Inggris berkata,” Saya akan terus hidup dengan keputusan untuk berperang dan konsekuensi kehancuran yang dihasilkan selama sisa hidup saya,” jelas Prescott dilansir AFP. Dia juga cukup menyesal terkait pernyataan Sekjen PBB saat itu Kofi Annan yang mengatakan perubahan rezim yang terjadi di Irak adalah ilegal. “Dengan sangat sedih dan marah, kini saya mempercayainya (Annan) apa yang dikatakannya benar,” sambung Prescott. Menurutnya, Inggris memilih untuk bergabung melakukan invasi sebelum jalan keluar damai untuk melucuti Irak telah ditempuh sepenuhnya. Dia mengatakan sekarang jelas bahwa kebijakan terhadap Irak didasarkan data intelijen yang cacat dan penilaian yang tidak pernah dipertanyakan. Chilcot mengatakan Irak bukanlah ancaman segera, dan penilaian tentang risiko senjata pemusnah massal Irak yang disampaikan sebagai suatu kepastian, sama sekali tidak berdasar.
Read More.. Label: 2003, Inggris, invasi Irak ilegal, John Prescott, Tony BlairWARSAW – Para pemimpin negara-negara anggota NATO pada Jum’at dan Sabtu ini akan melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan seluruh anggotanya. Sesuai dengan rencana bahwa ada tiga tema utama yang menjadi pembahasan. Dukungan terhadap pasukan Afghanistan, penumpasan kelompok militan ISIS di wilayah selatan NATO, mencegah agresi Rusia terhadap pencaplokan Crimea dari Ukraina. ... Presiden Amerika Serikat Barrack Obama meminta pemimpin NATO untuk berdiri tegar melawan upaya otoritas Rusia untuk menduduki wilayah Crimea, Ukraina. “Hubungan khusus yang terjalin antara Amerika Serikat dengan Inggris akan tetap bertahan. Saya tak meragukan bahwa Inggris akan tetap menjadi salah satu anggota yang paling mumpuni,” jelas Obama dilansir AFP. Anggota Uni Eropa yang berjumlah 28 negara secara resmi sepakat untuk mengerahkan empat battalion pasukannya dengan jumlah 3.000 hingga 4.000 personil militer. Negara-negara Baltic dan Polandia akan menjadi markas dari pasukan itu. Upaya ini dilakukan untuk menjamin kesiapan pasukan militer di wilayah timur Eropa untuk mengantisipasi agresivitas Rusia. Jens Stoltenberg Sekjen NATO mengatakan dia yakin bahwa “Inggris dan Uni Eropa akan menemukan sebuah solusi untuk bekerja sama dan Inggris akan tetap menjadi negara kuat dan sekutu yang berkomitmen bagi NATO,” jelas Stoltenberg dilansir BBC. Polandia yang menjadi tuan rumah KTT NATO kali ini menyatakan keraguannya terhadap Rusia. “Kita harus menolak segala bentuk angan-angan yang berkaitan dengan kerjasama pragmatis dengan Rusia, selama serangan terhadap tetangganya masih terjadi,” jelas Witold Waszczykowski Menteri Luar Negeri Polandia sebelum KTT dimulai, seperti dilansir AFP. Presiden Obama lebih menekankan diadakan jalur diplomatik dengan Rusia. Kendati demikian dia juga meminta para sekutu AS untuk tetap mempertahankan sanksi terhadap Moskow. Sanksi harus diterapkan hingga Rusia mematuhi sepenuhnya perjanjian gencatan senjata di Ukraina dan untuk membantu Kiev mempertahankan kedaulatannya. Dalam KTT ini para pemimpin harus mendukung penuh anggotanya yang berasal dari Eropa timur dan siap menghadapi Rusia. "Saya pikir salah satu kunci terbesar untuk pencegahan, apa yang akan benar-benar menghalangi mereka yang berusaha menekan aliansi kita, adalah bahwa seluruh aliansi kita - struktur pasukan yang sudah kita miliki, menjadi lebih siap dan lebih responsif," kata Jenderal Philip Breedlove, mantan Komandan Tertinggi NATO di Eropa. AS akan memimpin pasukan NATO di Polandia, sementara Inggris dan Jerman dan Kanada masing – masing akan memimpin battalion NATO di Estonia, Latvia, Lithuania.
Read More.. Label: Afghanistan, Crimea, Inggris, ISIS, KTT NATO, NATO, Obama, Rusia, Sekjen NATO Jens Stoltenberg, Ukraina, uni eropaPengaruh – pengaruh Yang Membentuk Situasi Politik Yaman
Yaman dianggap sebagai negara yang korup dan lemah di semenanjung Arab, tak berdaya di hadapan para pemberontak, memiliki banyak suku yang mudah tersulut dan para ulama radikal serta tempat berkembang biaknya bagi para bajak laut dan jihadis. Yaman merupakan negara paling miskin di kawasan Timur Tengah yang berbanding terbalik dengan negara Arab Saudi terletak di sebelah utara perbatasan Yaman dan merupakan negara paling kaya di Timur Tengah dengan hasil minyak yang melimpah. ...Tapi Yemen, yang dalam bahasa Arab berarti ‘Arab Selatan’ dulunya selama beberapa abad telah menjadi pusat perkembangan peradaban dan kemakmuran di semenanjung Arab. Orang – orang Romawi menyebut wilayah itu dengan istilah Arabia Felix atau ‘Happy Arabia’. Dataran subur sekali yang sumber airnya berasal dari bendungan Ma’rib yang dibangun sekitar 700 SM oleh Raja Saba. Agama Islam masuk ke Yaman sesaat setelah berkembang pada abad ke 6, seperti yang terjadi di Timur Tengah dibawah kepemimpinan para Khalifah. Imam dari aliran Syiah Zaidi memegang kendali pemerintahan theokratis di Yaman Utara pada abad ke-9, membentuk sebuah tatanan politik yang pengaruhnya telah berkembang secara efektif sampai abad terakhir. Meskipun terjadi beberapa kali gangguan perampokan oleh panglima perang Turki. Namun Imam Saidi mengajarkan bahwa seseorang mempunyai hak untuk menggulingkan penguasa yang tidak bersikap adil, menjiwai pemberontakan jaman modern. Pada abad ke-19, situasi politik jaman modern di Yaman membentuk sebuah garis batas dengan wilayah yang dikuasai kekuatan asing. Kekaisaran Ottoman memperluas wilayah kekuasaannya ke bagian selatan Arab mulai dari kota suci Mekah dan Madinah, merebut kota Sana’a dan wilayah sekitarnya. Pada 1832 tentara Inggris menangkap Aden, yang dianggapnya sebagai jalan keluar yang strategis untuk mengatasi masalah antara Eropa dan wilayah colonial di India. Pada 1904, Kaisar Ottoman menyetujui untuk membagi daerah kekuasaan. Wilayah Yaman terpecah menjadi dua bagian, Yaman Utara dikuasai oleh pemerintahan Ottoman sementara Inggris mendapat hak atas wilayah Yaman Selatan. Ketika Kekaisaran Ottoman runtuh pada akhir Perang Dunia Pertama, memotong wilayah Yaman menjadi sebuah kerajaan yang independen dipimpin oleh Imam Zaidi. Dengan bantuan Mesir, Arab Saudi yang beraliran Nasionalis menggulingkan kerajaan yang telah berkuasa sejak tahun 1962, dengan tujuan untuk membentuk sebuah negara republik. Namun setelah itu meletuslah perang saudara yang dibiayai oleh royalis Arab Saudi selama hampir satu dekade. Daerah yang dilindungi Inggris ini bertahan sampai 1967, menyusul terjadinya tekanan kekerasan dari pemberontak selama lima tahun. Setelah wilayah Yaman Selatan dikuasai Marxists sebuah golongan radikal pada 1970, akhirnya wilayah ini menjadi ‘People’s Democratic Republic of Yemen’. Perubahan ini mendapat dukungan penuh dari tokoh – tokoh komunis, salah satunya tokoh komunis Uni Soviet saat itu. Pada tahun 1986, dibentuk sebuah perkumpulan untuk mempelajari ajaran-ajaran Syiah Zaidiyah. Perkumpulan itu disebut dengan Ittihad asy-Syabab (Persatuan Pemuda). Untuk memperlancar proses pembelajarannya, salah seorang ulama Zaidiyah yang bernama Badrudin al-Houthi mendatangkan para pengajar dari berbagai daerah untuk menetap di wilayah Sha’dah. Pada 1990 kedua negara Yaman ini akhirnya bersatu menjadi negara Republik Yaman. Saat itulah Ittihad asy-Syabab menjelma menjadi partai politik dengan nama baru Partai al-Haq (Hizbul Haq) sebagai penyambung aspirasi Syiah Zaidiyah di Republik Yaman. Dari partai itu juga muncul seorang kadernya yang bernama Husein bin Badruddin al-Houthi, anak dari Badrudin al-Houthi. Ia menjadi seorang politisi yang terkenal dan menjadi anggota parlemen (DPR) Yaman pada 1993-1997 dan 1997-2001. Namun situasi politiknya ditandai dengan perkelahian jarak dekat, percobaan pembunuhan dan kudeta militer. Tak lama setelah penyatuan kedua wilayah Yaman, perselisihan terkait pembagian kekuasaan menyebabkan pemimpin dari Selatan mendeklarasikan negara sendiri. Tapi kampanye yang cepat dan kejam pada Mei 1994 membatalkan niat pemisahan wilayah ini. Sebelumnya Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh pernah memimpin Yaman Utara sejak 1978. Selama bertahun – tahun ia menghabiskan waktu untuk mengkonsolidasikan jabatan politiknya daripada menjalin kerjasama untuk membentuk negara demokrasi yang stabil. Kemiskinan, korupsi dan lemahnya penegakan hukum menjadi latar belakang masuknya kelompok Al-Qaeda ke Yaman. Hal ini terbukti kuat dengan insiden pengeboman USS Cole di pelabuhan. Masih banyak perselisahan yang terjadi antar suku di Yaman, mengakibatkan kurang rasa persatuan atas negara ini. Terbentuknya kelompok pemberontak separatis Shi’te Houthi yang didukung oleh Iran. Dalam situasi kekacauan ini, AS dilaporkan telah melakukan strategi melakukan perang rahasia. Sehingga pihak AS menurunkan ahlinya untuk melakukan ini yaitu dinas intelijen CIA. Target utama mereka adalah para anggota milisi Al-Qaeda. CIA menurunkan pasukan khusus dan memakai ‘drone’ (pesawat tak berawak) untuk menjalankan misinya. Seperti halnya Afghanistan, intervensi pihak asing tak dapat sepenuhnya menuai hasil yang baik dan selalu lebih banyak menimbulkan kerugian.
Read More.. Label: Amerika Serikat, CIA, Inggris, Kekaisaran Ottoman, Sejarah politik, Yaman, Yaman Selatan, Yaman UtaraDengan latar belakang kondisi pertumbuhan penduduk yang pesat dan berbanding terbalik dengan rendahnya pertumbuhan ekonomi. Beberapa tahun terakhir pemerintahan dari negara – negara kaya di Eropa melakukan pertolongan kepada para imigran dengan memindahkan mereka dari tingkat keahlian rendah dengan pekerjaan berbahaya diubah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Kebijakan Pemerintah Meningkatkan Keahlian Imigran Dengan latar belakang kondisi pertumbuhan penduduk yang pesat dan berbanding terbalik dengan rendahnya pertumbuhan ekonomi. Beberapa tahun terakhir pemerintahan dari negara – negara kaya di Eropa melakukan pertolongan kepada para imigran dengan memindahkan mereka dari tingkat keahlian rendah dengan pekerjaan berbahaya diubah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Sementara beberapa negara melakukan investasi yang cukup besar pada kebijakan integrasi tenaga kerja selama satu dekade ini. Beberapa negara Eropa mencoba memfokuskan perhatiannya agar para imigran dapat bekerja. Sebagai hasilnya kebijakan yang dibuat dapat memperjuangkan untuk memfasilitasi perkembangan karir dari waktu ke waktu. Para imigran yang baru tiba di Eropa sering kali menemui kendala di tempat kerjanya, sebagai hasilnya terbatas penguasaan bahasa, diskriminasi dan kesulitan lainnya dari kebutuhan kualifikasi, keahlian serta pengalaman kerja. Banyak yang berpengalaman terjebak didalam periode berlarut – larut dari kemalasan, pengangguran atau masa kerja yang lama dengan keahlian rendah. Sementara di Amerika Serikat negara yang terkenal dengan slogan Land of the Dream ( Tanah Impian ) menjadi daya tarik tersendiri bagi para imigran gelap. Pada Kamis (20/11) Presiden Obama menetapkan sebuah kebijakan bagi para imigran gelap yang jumlahnya mencapai jutaan orang. Kebijakan yang disambut gembira oleh para pengacara dan aktivis imigran ini berisi akan memberikan perlindungan kepada jutaan imigran illegal dari ancaman deportasi dan memberikan kesempatan untuk mengajukan ijin kerja. Media Wall Street Journal melaporkan bahwa orang yang telah bermukim di AS selama minimal lima tahun dan orang tua yang telah menjadi warga sah AS atau warga yang bermukim secara sah, semua itu termasuk kedalam kategori kebijakan baru ini. Pemerintahan Obama mengatakan, bahwa lembaga eksekutif memiliki kewenangan untuk menyesuaikan pelaksanaan sesuai hukum imigrasi yang berlaku untuk mencocokkan apa yang digambarkan oleh Presiden. Meskipun Kongres belum melakukan tindakan apapun untuk merubah kebijakan imigrasi. Partai Republik mengkritik kebijakan ini karena dianggap melampaui wewenang presiden. Sementara itu di negara yang terkenal dengan sebutan Benua Kangguru, Australia, pemerintah menerapkan hal berbeda mengenai kebijakan untuk menangani imigran gelap di negaranya. Pemerintahan Tonny Abbott boleh saja menyatakan kemenangannya dalam penghentian perahu imigran tapi itu hanya permulaan dari respon yang diberikan Australia terhadap penanganan krisis kemanusiaan jangka panjang akibat harus memindahkan imigran. Hal ini telah diungkapkan pada laporan tentang kebijakan pencari suaka di Australia. Laporan yang diberi judul ‘Diluar Perahu: membangun kebijakan suaka dan pengungsi untuk jangka panjang’ merupakan dokumen bipartisan yang penting tentang kebijakan pencari suaka, yang dikeluarkan tahun ini. Pada laporan tertera, “Dihadapi pada masalah unik dari membatasi orang di lokasi sulit Papua New Guinea dan Nauru, ada sebuah kasus keputusan penting terhadap pencari suaka yang lebih cepat dari di Australia”. Harus ada peningkatan terhadap penanganannya dari 13.750 menjadi 25.000 orang, yang mendesak pemerintah untuk mengembangkan kerangka kerjasama regional yang berkelanjutan dengan negara – negara seperti Malaysia, Thailand dan Indonesia. Kelly Tolhurst seorang kandidat pemilu dari partai konservatif, lebih jauh menegaskan perlunya ada perubahan dari pemerintah Inggris terhadap kebijakan imigrasi. Tolhurst memarahi pemimpin partainya Perdana Menteri Inggris, David Cameron atas kurangnya tindakan terhadap isu ini dan mengklaim pemilihannya telah disakiti oleh pejabat tinggi imigrasi. Dari sekian banyak pasport baru Inggris yang dikeluarkan kepada orang yang bukan berasal dari Uni Eropa, 14,6% diberikan kepada mereka yang berasal dari India, diikuti imigran dari Pakistan dengan 9,5%. Menurut angka laporan terakhir dari Eurostat, hampir tiga per empat dari jumlah kewarganegaraan baru di Uni Eropa dikabulkan oleh enam negara. Dengan jumlah terbanyak di Inggris diikuti Jerman, Perancis, Spanyol, Italia dan Swedia kesemuanya memiliki masalah keimigrasian yang tinggi. Juru bicara parlemen mengatakan, kewarganegaraan Inggris adalah keistimewaan, bukan merupakan hak. “Kami berharap mereka yang ingin tinggal disini dapat menunjukkan kesiapannya dan dapat berintegrasi kedalam masyarakat. Pemerintahan ini telah memperketat perolehan kewarganegaraan dan semua pemohon wajib untuk lulus ujian bagaimana tata cara kehidupan di Inggris dan penguasaan bahasa Inggris yang relevan, baik dalam berbicara dan mendengar, “ungkap juru bicara, seperti dilansir RT. Debat tentang imigrasi ini telah banyak menarik perhatian masyarakat, PM David Cameron menguraikan proposalnya saat berpidato tentang kebijakan barunya ini di West Midlands. Cameron mengatakan ia yakin dapat melakukan perubahan terhadap dasar dari migrasi Uni Eropa yang masuk ke Inggris dan karena itu kampanye Inggris untuk tetap berada dalam Uni Eropa sampai referendum pada 2017 mendatang. Pokok permasalahan yang disampaikan pada pidatonya adalah: menghentikan migrant Uni Eropa dari keuntungan bekerja seperti pengembalian pajak dan akses mendapatkan rumah dari bantuan sosial selama 4 tahun. Melarang migran mengklaim tunjangan anak dan kredit pajak bagi anak yang hidup diluar wilayah Inggris. Memulangkan migrant dari Inggris setelah dalam 6 bulan tidak menemukan pekerjaan. Mambatasi hak migrant untuk membawa anggota keluarga ke Inggris. Mempercepat pemulangan migran yang terbukti melakukan tindakan kriminal. Menghapus larangan masuk kembali ke Inggris bagi pengemis dan penipu. Menghentikan warga dari negara yang baru bergabung dengan Uni Eropa untuk bekerja di Inggris, sampai keadaan ekonomi negara tersebut dapat mendekati negara maju anggota Uni Eropa. Cameron menambahkan, tak ada keraguan bahwa penawarannya ini akan membutuhkan perubahan pada perjanjian yang mengatur Uni Eropa. “Kami layak untuk didengar dan kami harus didengar. Ini adalah isu yang penting untuk orang Inggris dan untuk masa depan kita sebagai Uni Eropa, “ungkap Cameron, seperti dilansir BBC. “Rakyat Inggris tidak akan mengerti, sebetulnya saya juga tidak akan mengerti jika jalan yang masuk akal tak dapat ditemui, yang akan membantu menyelesaikan tempat negara ini di Uni Eropa sekali dan untuk semua, “tambah Perdana Menteri Inggris. Survei yang dilakukan untuk lembaga British Future yang memberikan masukan pada pemerintah, sebanyak 25% responden warga Inggris percaya bahwa, “Pemerintah harus bersikeras bahwa semua imigran harus kembali ke negara asal mereka, apakah keberadaan mereka disini sah secara hukum atau diluar aturan hukum.”
Read More.. Label: Amerika Serikat, Australia, Inggris, kebijakan imigran, meningkatkan keahlian imigran, uni eropaDALLAS – Seorang pekerja kesehatan rumah sakit di Texas, positif terjangkit virus Ebola yang terpantau pada tes kesehatan awal. Sebelumnya pasien Ebola yang pertama terkena virus di Amerika, Thomas Eric Duncan dirawat dirumah sakit ini, namun kemudian ia meninggal pada minggu lalu. Lagi, Warga AS Tertular Ebola DALLAS – Seorang pekerja kesehatan rumah sakit di Texas, positif terjangkit virus Ebola yang terpantau pada tes kesehatan awal. Sebelumnya pasien Ebola yang pertama terkena virus di Amerika, Thomas Eric Duncan dirawat dirumah sakit ini, namun kemudian ia meninggal pada minggu lalu. Laporan terbaru ini dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Amerika Serikat. Petugas kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Presbyterian Texas ini melaporkan bahwa ia terkena demam pada Jum’at malam dan dengan segera dilakukan tindakan isolasi terhadap dirinya serta pemeriksaan awal, sesuai pernyataan dari Departemen Pelayanan Kesehatan negara bagian Texas. “Kami telah mengetahuinya bahwa kasus kedua akan menjadi kenyataan dan kami telah siap untuk kemungkinan ini, “ ungkap Komisi Pelayanan Kesehatan, Dr. David Lakey seperti dilansir Reuters. Pihak rumah sakit mengatakan, ia ( pekerja ) telah merawat almarhum Duncan yang terjangkit Ebola, setelah kepulangannya dari tempat kelahirannya di Libria. Sebelas hari setelah dinyatakan positif mengidap virus Ebola, Duncan kemudian meninggal di rumah sakit ini pada 8 Oktober. Duncan merupakan orang yang pertama tewas akibat Ebola di Amerika Serikat. Pada catatan terburuk akibat penyakit, wabah Ebola ini telah mengakibatkan lebih dari 4.000 orang tewas. Negara – negara Afrika di bagian barat seperti Liberia, Sierra Leone dan Guinea merupakan daerah yang paling banyak terjangkit Ebola. Walaupun tidak pernah menginjakkan kakinya di Afrika barat, namun petugas perawat kesehatan Texas ini diyakini sebagai orang pertama di Amerika Serikat yang positif terkena Ebola. Pejabat kesehatan Texas tidak merilis identitas diri dari pekerja kesehatan ini, namun menurut media CNN ia seorang perawat wanita. Saat konferensi pers Kepala Sumberdaya Kesehatan Texas, Dan Varga, mengatakan, pada saat melakukan perawatan terhadap almarhum Duncan, ia memakai peralatan perlindungan penuh. “Kami sangat khawatir, kami tidak mempunyai analisa menyeluruh terhadap semua perawatan. Sekarang kami akan melakukannya, “ungkap Varga. “Pekerja itu mempunyai jiwa pahlawan yang telah membantu perawatan Duncan, “ungkap Kepala Daerah kota Dallas, Clay Jenkins. Pada surat pernyataan yang dikeluarkan pihak rumah sakit, tertera bahwa perawat itu melakukan pengecekan suhu tubuhnya 2 kali sehari, ia menderita demam kemudian atas hasil dari pemantauannya ia melaporkan kepada rumah sakit. Setibanya dirumah sakit ia pun segera ditempatkan pada ruangan isolasi. Varga mengatakan, selama dua hari pekerja itu memeriksa dirinya sendiri dan tidak masuk kerja. “Ini merupakan kabar buruk, ini bukan berita yang mendatangkan kepanikan, “ungkap Jenkins. Sementara itu pada Jum’at, Badan Kesehatan PBB (WHO) melaporkan, bahwa Liberia merupakan daerah terparah yang terjangkit Ebola dengan korban tewas mencapai 2.316 jiwa, Sierra Leone 930 orang tewas, Guinea korban tewas 778 orang, Nigeria 8 orang tewas, dan 1 orang meninggal di Amerika Serikat. Wabah virus Ebola ini telah menyebar di 7 negara. WHO telah mengajukan permohonan dana sebesar US$ 1 miliar ( Rp. 12,219,612,230,000 ) untuk menanggulangi wabah yang menyebar di Afrika barat dan hanya 25% yang disetujui. Kebutuhan akan pekerja kesehatan juga diperlukan untuk menangani krisis ini. Pemerintah Inggris juga melakukan hal pencegahan penyebaran virus ini dengan melakukan beberapa latihan. Kepala dan Penasehat Kesehatan Pemerintah Inggris, Dame Sally mengatakan jika kasus ini terjadi di Inggris akan menjadi hal yang meluap dari Afrika barat. Penyaringan ini tidak mungkin dapat menangani semua kasus, namun jika ada akan lebih bermanfaat jika semua warga diperingatkan atas gejala – gejalanya dan apa yang harus dilakukan jika mereka merasa sakit. Ini akan mengurangi resiko kematian dan menyebarnya virus ke orang lain. Pemeriksaan penumpang akan dilakukan di bandara Heathrow dan Gatwick serta terminal Eurostar minggu depan, termasuk evaluasi para penumpang dari sejarah perjalanannya dan kemungkinan juga sejarah kesehatannya. Departemen Kesehatan Inggris mengatakan, detil lebih jauh akan diumumkan minggu depan sebelum langkah – langkah itu dilakukan. Pada salah satu skenario latihan, tim paramedic mendapat laporan bahwa ada seseorang yang jatuh pingsan di pusat perbelanjaan Gateshead. Pasien yang diduga terjangkit Ebola ini dengan segera dilarikan ke Newcastle kemudian ditransfer ke ruangan khusus isolasi di Rumah Sakit Royal Free di London. Skenario latihan lainnya menggambarkan, seorang pasien berjalan masuk ke Hillingdon, London. Ia menderita flu, yang merupakan salah satu gejala Ebola. Setelah dilakukan pengecekan darah pasien segera dilarikan ke Royal Free.
Read More.. Label: Inggris, persiapan Ebola, Second ebola patient in US, warga AS kedua tertular Ebola