Obama Tekankan Persatuan NATO Hadapi Agresi Rusia

20.22 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

WARSAW – Para pemimpin negara-negara anggota NATO pada Jum’at dan Sabtu ini akan melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan seluruh anggotanya. Sesuai dengan rencana bahwa ada tiga tema utama yang menjadi pembahasan. Dukungan terhadap pasukan Afghanistan, penumpasan kelompok militan ISIS di wilayah selatan NATO, mencegah agresi Rusia terhadap pencaplokan Crimea dari Ukraina. ... Presiden Amerika Serikat Barrack Obama meminta pemimpin NATO untuk berdiri tegar melawan upaya otoritas Rusia untuk menduduki wilayah Crimea, Ukraina. “Hubungan khusus yang terjalin antara Amerika Serikat dengan Inggris akan tetap bertahan. Saya tak meragukan bahwa Inggris akan tetap menjadi salah satu anggota yang paling mumpuni,” jelas Obama dilansir AFP. Anggota Uni Eropa yang berjumlah 28 negara secara resmi sepakat untuk mengerahkan empat battalion pasukannya dengan jumlah 3.000 hingga 4.000 personil militer. Negara-negara Baltic dan Polandia akan menjadi markas dari pasukan itu. Upaya ini dilakukan untuk menjamin kesiapan pasukan militer di wilayah timur Eropa untuk mengantisipasi agresivitas Rusia. Jens Stoltenberg Sekjen NATO mengatakan dia yakin bahwa “Inggris dan Uni Eropa akan menemukan sebuah solusi untuk bekerja sama dan Inggris akan tetap menjadi negara kuat dan sekutu yang berkomitmen bagi NATO,” jelas Stoltenberg dilansir BBC. Polandia yang menjadi tuan rumah KTT NATO kali ini menyatakan keraguannya terhadap Rusia. “Kita harus menolak segala bentuk angan-angan yang berkaitan dengan kerjasama pragmatis dengan Rusia, selama serangan terhadap tetangganya masih terjadi,” jelas Witold Waszczykowski Menteri Luar Negeri Polandia sebelum KTT dimulai, seperti dilansir AFP. Presiden Obama lebih menekankan diadakan jalur diplomatik dengan Rusia. Kendati demikian dia juga meminta para sekutu AS untuk tetap mempertahankan sanksi terhadap Moskow. Sanksi harus diterapkan hingga Rusia mematuhi sepenuhnya perjanjian gencatan senjata di Ukraina dan untuk membantu Kiev mempertahankan kedaulatannya. Dalam KTT ini para pemimpin harus mendukung penuh anggotanya yang berasal dari Eropa timur dan siap menghadapi Rusia. "Saya pikir salah satu kunci terbesar untuk pencegahan, apa yang akan benar-benar menghalangi mereka yang berusaha menekan aliansi kita, adalah bahwa seluruh aliansi kita - struktur pasukan yang sudah kita miliki, menjadi lebih siap dan lebih responsif," kata Jenderal Philip Breedlove, mantan Komandan Tertinggi NATO di Eropa. AS akan memimpin pasukan NATO di Polandia, sementara Inggris dan Jerman dan Kanada masing – masing akan memimpin battalion NATO di Estonia, Latvia, Lithuania.

Read More.. Label: , , , , , , , , , ,

Pertempuran Kembali Reda Setelah Gencatan Senjata

19.18 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

Konflik berdarah yang terjadi diwilayah timur Ukraina telah mereda, namun hal ini tidak membuat perang berakhir. Gencatan senjata yang diberlakukan memberi pengaruh terhadap redanya ketegangan situasi saat ini. Jurubicara untuk kedua belah pihak, pemerintah dan pemberontak pro Rusia mengatakan, telah terjadi beberapa penembakan, terutama di wilayah kota Debaltseve yang terkepung. ...Tapi kedua pihak mengatakan, sebagian besar gencatan senjata tersebut baru terlaksana pada tengah malam. Seorang analis mengemukakan, gencatan senjata sebelumnya terlihat berhasil dan 48 jam berikutnya dapat kembali meletus. Presiden Ukraina Petro Poroshenko, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Perancis Francois Hollande dan Kanselir Jerman Angela Merkel menjadi perantara dalam kesepakatan ini setelah pembahasan yang panjang di ibutkota Belarusia, Minsk. Kepada media BBC, Presiden Poroshenko mengingatkan bahwa Ukraine tidak dapat berpaling jika terjadi pelanggaran atas kesepakatan ini. Pada pidatonya yang disiarkan televisi bersamaan dengan terjadinya gencatan senjata, Poroshenko mengatakan para tentara Ukraina di Debeltseve telah mendapat pasokan amunisi. Pihak militer Rusia telah mengerahkan kekuatannya di Debeltseve, hal ini berbanding terbalik dengan peyangkalan pihak Moskow atas tuduhan kepada mereka terkait keterlibatannya secara langsung dalam perang ini. Amerika Serikat yang telah memperingatkan gencatan senjata itu, dapat segera mengirim senjata ke Ukraina jika proses perdamaian ini gagal. Konflik peperangan yang terjadi di wilayah timur Ukraina dimulai sejak April 2014 dan menurut pejabat setempat lebih dari 5.400 orang tewas terbunuh. Namun PBB meyakini bahwa jumlah korban tewas lebih besar dari angka tersebut. Pada Minggu, jurubicara militer Ukraina Vladyslav Seleznyov mengatakan secara umum gencatan senjata ini sedang diamati. “Penembakan oleh pemberontak tidak secara terus menerus dan pada lokasi tertentu saja, “ujar Seleznyov, seperti dikutip BBC. Anatoly Stelmakh, jurubicara lainnya mengatakan, sejak diberlakukan gencatan senjata telah terjadi sepuluh kali insiden penembakan kebanyakan terjadi di sekitar Debaltseve. Stelmakh mengatakan, pasukan Ukraina telah menolak beberapa serangan yang terjadi di wilayah Shyrokyne, sebelah utara kota pelabuhan Mariupol. Pada serangan yang berlangsung selama dua hari itu telah menewaskan beberapa orang teroris. Jurubicara pemberontak setuju bahwa gencatan senjata ini dapat bertahan untuk sementara waktu. “Gencatan senjata sebagian besar diamati, namun senjata musuh menembaki posisi kami di dekat Debaltseve, “ujar Eduard Basurin jurubicara dari Donetsk People Republic (DPR). Menurut perjanjian Minsk, penghentian permusuhan hanya sebuah langkah awal dan harus diikuti dengan aksi demiliterisasi anta zona 50 – 140 kilometer, dimulai pada Senin. Poroshenko berharap bahwa kesempatan terakhir untuk melakukan perdamaian tak akan hilang dan kesepakatan damai ini harus dijunjung tinggi dan kami berharap aksi gencatan senjata ini akan ditaati juga. Presiden Poroshenko mengatakan masih ada kekhawatiran terhadap situasi di sekitar Debaltseve, dimana beberapa ribu orang tentara Ukraina telah dikepung oleh pemberontak selama beberapa hari. Pasukan pemberontak mengatakan, mereka telah menghadang jalur pasokan di Debaltseve serta mengepung kota. Namun pihak Ukraina membantah pernyataan ini. Pemimpin pemberontak Donetsk, Alexander Zakharchenko mengatakan, sebelumnya pada Sabtu ia menganggap bahwa daerah Debaltseve tidak termasuk dalam perjanjian gencatan senjata. Para pemimpin Eropa telah mengingatkan Rusia, bahwa Moskow dapat menerima sanksi tambahan, jika 13 poin kesepakatan gencatan senjata tidak ditaati.

Read More.. Label: , , ,

Partai Pro Barat Untuk Perdamaian Ukraina

20.51 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

KIEV – Pro Barat dan partai Nasionalis menyapu parlemen Ukraina pada pemilihan Minggu (26/10). Hasil jajak pendapat menunjukkan dalam sebuah usaha dukungan kepada Presiden Petro Poroshenko dengan program reformasi anti korupsinya dan janjinya untuk berdamai dengan pemberontak pro Rusia. Partai Pro Barat Untuk Perdamaian Ukraina KIEV – Pro Barat dan partai Nasionalis menyapu parlemen Ukraina pada pemilihan Minggu (26/10). Hasil jajak pendapat menunjukkan dalam sebuah usaha dukungan kepada Presiden Petro Poroshenko dengan program reformasi anti korupsinya dan janjinya untuk berdamai dengan pemberontak pro Rusia. Hasil yang luar biasa ini mengindikasikan konsensus Ukraina yang melakukan penawaran kepada Rusia untuk berubah aliran ke pro Barat. Akhirnya mengarah kepada negara – negara anggota Uni Eropa. “Lebih dari tiga per empat suara yang memberikan hak pilihnya memberi kekuatan dan tak dapat diubah, mendukung arah Ukraina ke Eropa, “ungkap Presiden Poroshenko pada televisi nasional, seperti dilansir CNA. Dia mengatakan bahwa mayoritas juga meberikan dukungannya untuk mencari metode politik guna mengakhiri perang di negara industri timur ini. Kubu Petro Poroshenko memimpin perolehan suara dengan selisih 23%, artinya Presiden masih harus mencari sebuah mitra koalisi. Pencarian koalisi ini tentunya akan mengarah kepada People Front yang dipimpin oleh Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk yang menduduki posisi kedua dengan lebih dari 21% perolehan suara . Poroshenko mengatakan, 10 hari akan lebih dari cukup untuk membentuk pemerintahan. Pemungutan suara diadakan delapan bulan setelah sebuah aksi pemberontakan yang menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych yang didukung Moskow, menciptakan konflik dengan Rusia dan terjadi krisis hubungan antara Kremlin dan aliansi barat pendukung Ukraina. Pemilu secepatnya yang diadakan untuk membersihkan sisa – sisa rezim Yanukovych dan untuk pencapaian yang besar. Untuk pertama kalinya sejak runtuhnya Uni Soviet, Partai Komunis yang merupakan mantan pendukung Yanukovych, gagal untuk mencapai batas minimum suara untuk memasuki parlemen untuk mengusung perwakilannya secara proporsional. “Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kekuatan anti Ukraina tidak berada dalam parlemen, “ungkap Walikota Kiev, Vitaly Klitschko seorang mantan petinju juara kelas berat dunia dan pendukung Poroshenko. Tapi sebagai sebuah tanda kegigihan dari kubu oposisi membuat mitra Yanukovych dapat memasuki badan legislatif dengan suara yang tak mencapai 8%, menurut hasil jajak pendapat. Pendukung terberat mereka berada pada daerah konflik di wilayah timur Ukraina. Perang dengan pemberontak pro Rusia, yang telah menelan 3.700 korban jiwa dan pencaplokan wilayah selatan Crimea baru – baru ini oleh Rusia, membayangi para pemilih di Crimea dan penguasaan wilayah timur Lugansk dan propinsi Donetsk. Sekitar 5 juta dari 36,5 juta pemilih tidak dapat memberikan suaranya. Bahkan 25.000 tentara yang dikerahkan di medan perang ditarik mundur. Poroshenko mengatakan, ia menyalahkan parlemen karena kegagalannya membuat ketentuan. 27 kursi dari 450 kursi parlemen akan tetap kosong. Dengan menggunakan helicopter dan mengenakan baju kamuflase tentara Poroshenko membuat kejutan pada hari pemilihan di Kramatorsk, wilayah yang dikuasai pemerintah yang terletak pada daerah konflik. Hal ini untuk menunjukkan bahwa wilayah yang terkepung ini tidak terlupakan. “Hari ini di wilayah ini para tentara Ukraina akan mendukung untuk masa depan Eropa dari negara kita, “ungkap Poroshenko seperti dikutip CNA. Namun pencabutan hak untuk memilih pada daerah separatis dan Crimea berisiko pada pecahnya konflik antara Ukraina pro Rusia dengan Ukraina pro barat.

Read More.. Label: , ,

Granat Milisi Ukraina Merenggut 10 Nyawa

21.27 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

UKRAINA - Dalam usaha mempertahankan daerah penguasaannya di Donetsk, milisi Ukraina melemparkan granat ke bangunan sekolah sehingga menewaskan empat orang. Insiden ini terjadi saat hari pertama masuk sekolah dimulai. Sementara itu ditempat lainnya di Donetsk sebuah kendaraan menjadi sasaran penghancuran sehingga menewaskan enam orang. UKRAINA - Dalam usaha mempertahankan daerah penguasaannya di Donetsk, milisi Ukraina melemparkan granat ke bangunan sekolah sehingga menewaskan empat orang. Insiden ini terjadi saat hari pertama masuk sekolah dimulai. Sementara itu ditempat lainnya di Donetsk sebuah kendaraan menjadi sasaran penghancuran sehingga menewaskan enam orang. “Untungnya tak ada korban luka yang dialami oleh para siswa sekolah, namun seorang guru biologi dan orang tua murid tewas pada kejadian itu, “ungkap saksi mata kepada Reuters, seperti dilansir BBC. Sekolah ini terletak 4 km dari bandara Donetsk ini, ketika terjadi kontak senjata antara milisi dengan tentara Ukraina, sehingga kedua belah pihak saling menyalahkan atas insiden Rabu kemarin. Perjanjian gencatan senjata ini disepakati sejak 5 September lalu, namun sudah terjadi beberapa kali kontak senjata antara kedua belah pihak. Pihak otoritas Kiev mengatakan, milisi yang memproklamirkan secara sepihak Donetsk People’s Republic (DPR) ini, terlebih dulu melakukan serangan dengan meluncurkan roket. Tapi pemimpin DPR Andrei Purgin kepada stasiun TV Rusia mengatakan, roket Ukraina telah diluncurkan ke pemukiman penduduk yang diluncurkan dari jarak 40 km. Beberapa minggu terakhir ini milisi pro Rusia telah beberapa kali melakukan percobaan untuk menguasai wilayah bandara sampai ke daerah baratdaya Donetsk. Para murid di Donetsk telah kembali masuk sekolah pada Rabu saat dimulainya tahun ajaran baru, setelah sebelumnya jadwal ini diundur selama sebulan akibat perang. Banyak anak – anak dipindahkan ke daerah yang lebih aman, namun setelah adanya kesepakatan gencatan senjata kekerasan hanya berkurang sedikit. Pada saat kejadian di sekolah yang terletak di daerah Kievsky terdapat 200 orang, jumlah ini termasuk 70 murid. Untungnya tak seorang murid pun terluka saat insiden. Seorang wartawan dari Reuters menyaksikan insiden lainnya, terjadi ledakan lain pada sebuah kendaraan minibus yang menewaskan 6 orang . Sementara BBC melaporkan, hanya sedikit murid yang hadir pada saat hari pertama masuk sekolah. Hari pertama sekolah para murid pun terpaksa mendengar suara ledakan – ledakan artileri dari kejauhan. “Hal pertama yang harus diajarkan kepada para murid adalah untuk mencintai negaranya dan kota tempat tinggalnya. Mereka harus menghormati orang – orang disekitarnya, “ungkap seorang guru bahasa Inggris.

Read More.. Label: , ,

Ukraina Bersiap Menutup Perbatasan Akibat Intervensi Rusia

17.32 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

Ukraina Bersiap Menutup Perbatasan Akibat Intervensi Rusia KIEV – Presiden Ukraina Petro Poroshenko memberi instruksi kepada bawahan untuk melakukan penutupan daerah perbatasan Ukraina dengan perbatasan Rusia guna membantu memberhentikan intervensi di daerah bekas Soviet yang berhaluan barat ini. KIEV – Presiden Ukraina Petro Poroshenko memberi instruksi kepada bawahan untuk melakukan penutupan daerah perbatasan Ukraina dengan perbatasan Rusia guna membantu memberhentikan intervensi di daerah bekas Soviet yang berhaluan barat ini. Keputusan ini diumumkan pada website kepresidenan yang memberi perintah “untuk mengatur penutupan sementara daerah perbatasan Ukraina dengan Rusia untuk dilintasi mobil, laut dan lalulintas pejalan kaki”. Ditetapkannya keputusan ini akibat masih terdapat intervensi dari pihak Rusia pada urusan dalam negeri Ukraina. Ia menambahkan, jika diperlukan wilayah seluas 2.000 km (1.200 mil) yang berbatasan darat dengan tetangga raksasa Rusia di bagian timur laut itu dapat ditutup untuk lalulintas lainnya. Ukraina dan para negara sekutu Baratnya menuduh pihak Rusia, bahwa mereka telah mengirim pasukan elitnya juga senjata berat seperti rudal udara ke wilayah timur Ukraina. Sejak April silam pemberontak separatis pro Rusia telah dipersenjatai guna memisahkan diri dari Ukraina. Dengan nada keras Rusia membantah tuduhan ini serta menolak bukti foto satelit dari NATO yang menunjukkan lokasi pasukannya di Ukraina, ini merupakan tindakan rekayasa yang dirancang untuk mendukung ekspansi blok militer di wilayah perbatasannya. Seorang pejabat keamanan senior mengatakan kepada AFP, instruksi yang pada awalnya dirancang oleh badan Keamanan Nasional Ukraina dan Dewan Pertahanan pada akhir Agustus lalu bertujuan untuk membatasi masa depan jalur lalulintas kereta api dan penumpang pesawat. “Jika lalu lintas seperti itu, akan jauh lebh mudah dalam hal pengawasannya” ungkap pejabat keamanan itu. Jurubicara wilayah perbatasan Ukraina mengatakan, bahwa belum ada tindakan yang diambil untuk meningkatkan pengamanan dan kendaraan bermotor masih diperbolehkan untuk melintasi perbatasan yang menghubungkan kedua negara ini. “Ukraina menutup daerah yang berbatasan dengan Rusia yang telah lama berada dibawah serangan pihak pemberontak. Perbatasan Ukraina – Rusia yang lainnya masih beroperasi seperti biasa, “ ungkap jurubicara Andriy Kucherov melalui telepon, seperti dilansir AFP. Sementara itu pihak parlemen Ukraina telah mensahkan kesepakatan penting pada 16 September sebagai tahapan untuk menjadi anggota Uni Eropa, meskipun pelaksanaan dari kesepakatan itu baru akan dimulai pada Januari 2016 untuk menenangkan pihak Rusia. “Saya akan memaparkan visi pembangunan untuk Ukraina, kami mempunyai strategi sampai dengan 2020,” ungkap Poroshenko seperti dikutip Reuters. “Strategi ini menyiapkan 60 program khusus reformasi secara terpisah, yang akan mempersiapkan Ukraina untuk mengajukan diri sebagai anggota Uni Eropa dalam 6 tahun kedepan” tambah Presiden Ukraina. Pada kesempatan terpisah Perdana Menteri Ukraina Arsenly Yatsenyuk di depan Majelis Umum PBB mengatakan, para tentara Rusia masih tetap beroperasi di wilayah timur Ukraina. Ia mendesak para negara Barat untuk tidak mencabut sanksi atas Rusia sampai Ukraina berhasil mengendalikan wilayahnya secara utuh, seperti dilansir BBC.

Read More.. Label: , ,