RIYADH – Pemerintah Arab Saudi menahan 19 orang, termasuk 12 diantaranya warga negara Pakistan. Penangkapan dilakukan setelah adanya serangan bom bunuh diri pada Senin (4/7) termasuk insiden yang berdekatan dengan kota Madinah. Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi pada Kamis (7/7) menyampaikan hal ini dalam acara jumpa persnya. ... Dalam tiga serangan pada lokasi berbeda di Arab Saudi sedikitnya 7 orang tewas dan 2 menderita luka-luka. Sebuah mesjid yang banyak didatangi oleh kaum Syiah di Qatif, lokasi kedua di wilayah barat kota Jeddah yang menjadi kota ekonomi di Arab Saudi berdekatan dengan kantor konsulat AS. Seperti dilansir AFP, Abu Mohammed al-Adnani juru bicara ISIS saat menjelang bulan Ramadhan lalu menyerukan kepada seluruh pendukungnya di seluruh dunia untuk melakukan jihad. Mereka diminta untuk mempersiapkan diri untuk menghancurkan orang-orang kafir dimanapun mereka berada pada bulan Ramadhan. Para pendukung ISIS di Eropa dan Amerika Serikat menjadi yang sangat diharapkan untuk dapat melakukan hal ini. Tertangkapnya 19 orang terduga pelaku teror bersamaan dengan diumumkannya pelaku bom bunuh diri dekat Mesjid Nabawi yang menewaskan 4 anggota keamanan. Juru bicara Kementrian Dalam Negeri menyatakan bahwa pelaku bom bunuh diri adalah Naer Muslim Hamad 26 tahun warga negara Arab Saudi. Sementara pelaku serangan di Qatif adalah Abdulrahman al-Omar (23), Ibrahim al-Omar (20) dan Abdulkarim al-Husni (20).
Read More.. Label: Arab Saudi, Arab Saudi tahan 12 warga Pakistan, Arab Saudi tahan 19 orang, ISIS, terorismePemerintah Arab Saudi Tangkap 19 Orang Terkait 3 Ledakan Berbeda
WARSAW – Para pemimpin negara-negara anggota NATO pada Jum’at dan Sabtu ini akan melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan seluruh anggotanya. Sesuai dengan rencana bahwa ada tiga tema utama yang menjadi pembahasan. Dukungan terhadap pasukan Afghanistan, penumpasan kelompok militan ISIS di wilayah selatan NATO, mencegah agresi Rusia terhadap pencaplokan Crimea dari Ukraina. ... Presiden Amerika Serikat Barrack Obama meminta pemimpin NATO untuk berdiri tegar melawan upaya otoritas Rusia untuk menduduki wilayah Crimea, Ukraina. “Hubungan khusus yang terjalin antara Amerika Serikat dengan Inggris akan tetap bertahan. Saya tak meragukan bahwa Inggris akan tetap menjadi salah satu anggota yang paling mumpuni,” jelas Obama dilansir AFP. Anggota Uni Eropa yang berjumlah 28 negara secara resmi sepakat untuk mengerahkan empat battalion pasukannya dengan jumlah 3.000 hingga 4.000 personil militer. Negara-negara Baltic dan Polandia akan menjadi markas dari pasukan itu. Upaya ini dilakukan untuk menjamin kesiapan pasukan militer di wilayah timur Eropa untuk mengantisipasi agresivitas Rusia. Jens Stoltenberg Sekjen NATO mengatakan dia yakin bahwa “Inggris dan Uni Eropa akan menemukan sebuah solusi untuk bekerja sama dan Inggris akan tetap menjadi negara kuat dan sekutu yang berkomitmen bagi NATO,” jelas Stoltenberg dilansir BBC. Polandia yang menjadi tuan rumah KTT NATO kali ini menyatakan keraguannya terhadap Rusia. “Kita harus menolak segala bentuk angan-angan yang berkaitan dengan kerjasama pragmatis dengan Rusia, selama serangan terhadap tetangganya masih terjadi,” jelas Witold Waszczykowski Menteri Luar Negeri Polandia sebelum KTT dimulai, seperti dilansir AFP. Presiden Obama lebih menekankan diadakan jalur diplomatik dengan Rusia. Kendati demikian dia juga meminta para sekutu AS untuk tetap mempertahankan sanksi terhadap Moskow. Sanksi harus diterapkan hingga Rusia mematuhi sepenuhnya perjanjian gencatan senjata di Ukraina dan untuk membantu Kiev mempertahankan kedaulatannya. Dalam KTT ini para pemimpin harus mendukung penuh anggotanya yang berasal dari Eropa timur dan siap menghadapi Rusia. "Saya pikir salah satu kunci terbesar untuk pencegahan, apa yang akan benar-benar menghalangi mereka yang berusaha menekan aliansi kita, adalah bahwa seluruh aliansi kita - struktur pasukan yang sudah kita miliki, menjadi lebih siap dan lebih responsif," kata Jenderal Philip Breedlove, mantan Komandan Tertinggi NATO di Eropa. AS akan memimpin pasukan NATO di Polandia, sementara Inggris dan Jerman dan Kanada masing – masing akan memimpin battalion NATO di Estonia, Latvia, Lithuania.
Read More.. Label: Afghanistan, Crimea, Inggris, ISIS, KTT NATO, NATO, Obama, Rusia, Sekjen NATO Jens Stoltenberg, Ukraina, uni eropaBAGHDAD – Bom bunuh diri yang terpasang dalam sebuah mobil meledak dan menewaskan 79 orang di Baghdad. Insiden ini terjadi di wilayah tempat perbelanjaan pada dinihari Minggu (3/7). Ledakan ini menjadi aksi serangan tunggal terburuk di ibukota Irak dalam tahun ini.
Foto/Reuters: Sebuah mobil bom bunuh diri membawa kulkas berisi penuh bom di Baghdad
... Ledakan yang menghancurkan jalanan di wilayah Karrada ini terjadi setelah IS kehilangan satu dari dua kota terakhir di Irak. Sementara itu juga terjadi ledakan kedua di kota yang dihuni banyak muslim Syiah sebuah wilayah di bagian utara Baghdad menewaskan lima orang.
Saat kejadian, jalanan Karrada dipenuhi banyak orang yang berbelanja dalam rangka menyambut akhir bulan puasa Ramadhan. Beberapa orang yang berupaya menyelamatkan korban terlihat menggendong dua orang keluar dari gedung yang terbakar. Terlihat banyak orang berkerumun ingin melihat langsung apa yang terjadi, sementara tim pemadam kebakaran berusaha menangani insiden ini.
Otoritas keamanan dan kesehatan menyatakan bahwa sedikitnya terdapat 130 orang menderita luka-luka akibat ledakan ini. Serangan ini membuat gedung-gedung di sekitar lokasi kejadian terbakar. Beberapa toko nampak hangus terbakar. Petugas pemadam kebakaran dan aparat kepolisian berusaha memadamkan kobaran api. Mereka juga mengevakuasi korban dari gedung-gedung yang dilalap api. Kebanyakan korban anak-anak bersama keluarganya yang sedang mempersiapkan datangnya Lebaran.
Foto/Reuters: Bangunan yang hangus terbakar di Karrada, Baghdad akibat ledakan bom
“Ini merupakan perbuatan pengecut dan keji dengan proporsi yang tak tertandingi, yang menargetkan warga sipil yang damai menyambut minggu terakhir di bulan Ramadhan. Mereka sedang berbelanja mempersiapkan libur Idul Fitri,” jelas Jan Kubis, Perwakilan Khusus Sekjen PBB untuk Irak dalam pernyataannya seperti dilansir CNN. “Ini menunjukkan niat nakal ISIS untuk membunuh, melukai dan menurunkan moral,” tambah Kubis.
Kelompok ISIS ini pada saat setelah kejadian mengaku bahwa ini perbuatan mereka, hal ini tertera dalam pernyataan mereka yang diunggah kedalam situs oleh para pendukungnya. Mereka menyatakan bahwa serangan ini dilakukan oleh seorang warga asal Irak sebagai bagian dari operasi keamanan yang sedang berlangsung. Kelompok militant ini juga menyatakan bahwa serangan menyasar kepada warga mayoritas muslim Syiah, mereka dianggap sesat dan sering menyerang Baghdad dan kota lainnya.
Dilaporkan juga bahwa sumber ledakan berasal dari sebuah kulkas yang dikemas dengan bahan peledak. Kebanyakan dari korban tewas dalam serangan ini adalah anak-anak.
Perdana Menteri Haider al-Abadi mengunjungi lokasi ledakan pada pagi hari dan disambut oleh sekelompok orang yang marah. Dalam sebuah tayangan video terlihat bahwa iring-iringan kendaran Perdana Menteri dilempari batu oleh sekelompok orang itu. Mereka juga melampiasi kemarahannya secara online, dimana hacker membobol situs Kementrian Dalam Negeri dan mengunggah gambar mengerikan dari anak-anak yang terbunuh dan gambar dari detektor bom palsu. Ini menjadi salah satu perangkat pendeteksi bom yang tak berguna dan masih digunakan di Baghdad. Sehingga mobil pembom dan bom bunuh diri masih dapat lolos dari pantauan.
Kelompok ISIS masih menguasai sebagian besar wilayah di utara dan barat Irak, termasuk kota Mosul yang merupakan kota terbesar kedua di Irak.
Kini keberadaan kelompok ISIS di Irak dan Suriah dibawah tekanan dari kedua pemerintahan dan kelompok pemberontak dukungan Amerika Serikat (AS).
Pengeboman yang terjadi di Baghdad telah menurun sejak kelompok ISIS menyerbu wilayah utara dan barat Baghdad pada Juni 2014. Hal ini dikarenakan para anggota ISIS sedang sibuk melakukan operasi di tempat lain.
AS Perintahkan Warganya Yang Berada di Turki Untuk Pulang
WASHINGTON – Otoritas Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memerintahkan evakuasi pada seluruh warga negaranya yang berada di Turki bagian Selatan. Mereka diminta untuk segera meninggalkan wilayah itu karena alasan keamanan. Perintah otoritas AS ini meliputi mereka yang berada di kota Adana, tempat konsulat AS berada. Juga termasuk mereka yang sedang bertugas di Incirlik pada pangkalan udara AS, serta warga AS yang berada di propinsi Ismir dan Mugla. ... “Keputusan ini sengaja dibuat untuk keselamatan para anggota keluarga yang berada di lokasi bahaya, karena alasan keamanan yang buruk,” jelas Pentagon dalam pernyataannya dilansir AFP. Kementrian Pertahanan juga melarang para pejabat AS untuk berkunjung ke Turki, kecuali untuk perjalanan misi tertentu saja. Pentagon pada September lalu juga telah mengeluarkan himhauan pada seluruh anggota keluarga dari tentara dan diplomat yang bertugas di selatan Turki untuk meninggalkan wilayah itu, namun baru sebatas himbauan saja. Sebagai tambahan dari wujud evakuasi ini, pemerintah AS juga mengeluarkan kembali ‘peringatan perjalanan’ bagi seluruh warga AS di Turki. “Kementrian Luar Negeri AS mengingatkan warga AS atas tingginya ancaman dari kelompok militan di wilayah Turki dan menghindari perjalanan ke bagian selatan Turki,” jelas Kementrian Pertahanan AS. “Warga asing dan turis AS telah sangat jelas menjadi target utama penagkapan daari kelompok teror,” tambah pernyataan itu. Juga terdapat larangan bagi warga AS untuk berada di sekitar perbatasan Suriah. Tingginya tingkat kekhawatiran terhadap kelompok teror ISIS ini dipicu insiden ledakan Brussels yang terjadi minggu lalu. Komando Militer AS di Eropa dalam pernyataannya mengatakan langkah ini memungkinkan untuk memulangkan para anggota keluarga dari wilayah berbahaya, karena semakin buruknya situasi keamanan di wilayah itu. “Kami menyadari bahwa ini adalah sebuah gangguan bagi para anggota keluarga dari tentara AS, namun keselamatan dan keamanan mereka perlu dijaga untuk memastikan efektifitas tempur pasukan AS. Hal ini untuk memberikan dukungan masksimal kepada Turki dalam menumpas kelompok teror,” jelas pernyataan Komando Tempur AS di Eropa, dilansir PressTV. Menurut sumber anonim pejabat AS, keputusan memerintahkan kepulangan para anggota keluarga militer dan diplomat AS dari Turki dilakukan setelah adanya penilaian terhadap aspek keamanan di wilayah Turki. Senada dengan AS, sebelumnya pemerintah Israel juga memerintahkan warganya yang berada di Turki untuk segera meninggalkan wilayah itu karena alasan keamanan. Israel menilai bahwa ancaman yang dilakukan kelompok ISIS sangat berbahaya bagi warga sipil di wilayah itu.
Read More.. Label: AS dukung penuh Turki, ISIS, kelompok teror, menumpas ISIS, Pemerintah AS, peringatan perjalanan, tingginya ancaman, warga AS diminta tinggalkan TurkiOtoritas Belgia Berhasil Mengidentifikasi Pelaku Ketiga Bom Brussels
BRUSSELS – Kepolisian Belgia berhasil melakukan identifikasi pelaku ketiga dari insiden bom di bandara Brussels. Pria ketiga itu tertangkap kamera CCTV bersama dengan dua pengebom yang telah diketahui lebih awal. Media Belgia pada Sabtu (26/3)memuat pria ini diketahui bernama Faycal Cheffou. Dalam pantauan kamera CCTV dia terlihat mengenakan topi dan jaket berwarna terang di bandara Brussels bersama dua tersangka lainnya yang meledakkan diri.
Foto/Reuters: Polisi Belgia tangkap seorang yang akan melakukan teror baru
... Dilansir harian LeSoir, identitas Faycal C berhasil terungkap berkat bantuan seorang supir taksi yang mengantarnya ke bandara Brussels.
Polisi Belgia juga berhasil menangkap satu tersangka karena menolak untuk diperiksa. Saat penangkapan pada Jum’at (25/3) pria ini kedapatan membawa koper berisi penuh bahan peledak. Polisi melumpuhkan tersangka ini dengan menembakkan peluru kekakinya.
Dilansir Reuters, Kantor Jaksa Federal menyatakan operasi penangkapan ini merupakan salah satu operasi dari tiga operasi penangkapan lainnya yang dilakukan Jum’at lalu. Penangkapan ini berhubungan dengan ditahannya seorang pria sehari sebelumnya. Otoritas menduga bahwa aka nada serangan baru yang akan dilakukan para tersangka ini.
Sejauh ini Kepolisan Belgia telah menangkap 9 orang tersangka pelaku teror, sejak operasi Kamis (24/3), sementara dua lainnya tertangkap di Jerman. Seluruh pelaku diduga memiliki hubungan antara teror Paris dan Brussels.
“Dia dijatuhi tuntutan karena partisipasinya dalam kelompok teror, pembunuhan dan percobaan pembunuhan,” jelas jaksa penuntut dalam pernyataannya dilansir AFP.
Terkait dengan insiden ledakan ini, Jan Jambon Menteri Dalam Negeri Belgia menyatakan bahwa pihak kepolisian telah berbuat lalai dalam upaya mendeteksi keberadaan anggota militant ISIS yang menjadi otak dari bom Brussels. Kepolisan Belgia dinyatakan berbuat remeh dengan mengabaikan informasi salah satu pelaku yang pernah dideportasi dari Turki tahun lalu. Ketika melakukan dengar pendapat dengan Parlemen Belgia, Jan Jambon menyatakan dirinya secara politik bertanggung jawab atas insiden ini, kendati demikian dia juga menegaskan kelalaian yang dilakukan oleh polisi Belgia. “Seseorang telah berbuat lalai serta tidak bertindak proaktif. Seseorang dalam Kepolisian Belgia melakukan kesalahan besar,” terang Jambon dilansir Reuters.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan Bandara Brussels tetap ditutup dan baru akan beroperasi kembali pada Selasa (29/3). Otoritas pengelola bandara masih melakukan upaya renovasi tempat yang hancur akibat ledakan bom. Nantinya otoritas keamanan Belgia akan menerapkan sistim keamanan baru. “Kegiatan normal bandara Brussels baru akan kembali seperti semula pada Selasa (29/3),” tulis pernyataan Bandara Internasional Zaventem Brussels dilansir AFP. “Bandara Zaventem sedang mempersiapkan diri untuk kembali beraktifitas paska ledakan, Pemerintah Federal Belgia nantinya akan menerapkan sistim keamanan baru di seluruh bandara-bandara Belgia,” jelas pernyataan itu. Dalam pernyataan tidak dijelaskan terkait sistem keamanan baru itu. Otoritas Belgia mendapat banyak kritikan paska ledakan yang terjadi Selasa (22/3) di Bandara Brussels dan stasiun Maelbeek. Mereka menilai lemahnya sistim keamanan bandara, setiap penumpang tidak diperiksa secara sistematis saat memasuki terminal keberangkatan.
Dua Roket Hantam Kedubes Rusia, AS Terjunkan 50 Ton Amunisi
MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pemerintah Moskow menganggap penembakan terhadap kantor kedubes Rusia di Damaskus merupakan aksi terorisme. ... “Ini jelas merupakan sebuah aksi terorisme, kemungkinan bertujuan untuk melakukan intimidasi atas dukungan Rusia melawan terorisme,” ucap Lavrov dilansir Reuters. Pada Selasa (13/10) terjadi dua kali penembakan terhadap kantor kedubes Rusia di Damaskus, saat itu sedang berlangsung aksi demonstrasi yang menyatakan dukungan mereka terhadap serangan udara Moskow yang membantu pemerintahan Suriah. Sekitar 300 orang berkumpul saat aksi demo itu. Para demonstran mengibarkan bendera Rusia dan beberapa dari mereka membawa poster besar dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Terjadi kepanikan saat terjadi ledakan dari hantaman dua roket itu. Sejauh ini dilaporkan tidak ada korban atau kerusakan terhadap gedung kedubes. “Dua roket menghantam wilayah teritori kedubes Rusia pada pukul 10:15 waktu setempat. Tidak ada korban tewas maupun luka,” ucap pejabat senior kedubes Rusia Eldar Kurbanov dilansir AFP. Lavrov juga mengatakan Rusia juga mendukung upaya De Mistura untuk memastikan terjadinya penyelesaian politik untuk krisis Suriah. Pemerintah Rusia juga menyatakan kekecewaannya terhadap Amerika Serikat (AS) karena enggan untuk melakukan kordinasi dari segala arah untuk memberantas terorisme di Suriah. Kelompok pemantau hak asasi manusia Suriah mengatakan, asal dua roket itu dari daerah timur kota Damaskus, yang menjadi tempat bermukim kelompok pemberontak. Dilansir Al-Arabiya, tak hanya ini saja kedubes Rusia di Damaskus telah beberpa kali menjadi target teror. Sembilan hari sebelum Rusia mulai melakukan serangan udara di Suriah tepatnya pada 21 September lalu, sebuah granat tangan mendarat di wilayah kedubes Damaskus. Sementara pada Senin (12/10) pasukan koalisi pimpinan AS menerjunkan bantuan amunisi kepada pasukan pemeberontak Suriah. Hal ini untuk meningkatkan bentuk dukungan mereka terhadap penumpasan pemberontak. Pasukan pemerintah Suriah berjuang keras dalam bentrokan sengit mereka beberapa pekan terakhir melawan pemberontak yang mendapat bantuan serangan udara dari Rusia. Pada bulan lalu Moskow turut serta dalam perang sipil di Suriah. Serangan udara Rusia menumpas kelompok ISIS dan kelompok teror lainnya melawan pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad. Namun pihak Washington dan Uni Eropa menuduh Moskow menarget kelompok moderat yang menentang pemimpin Suriah bukan kelompok ISIS. Menghentikan Presiden Assad merupakan satu – satunya cara untuk mengakhiri konflik perang saudara ini yang berlangsung selama empat tahun. Pada Senin (12/10) Kementrian Luar Negeri Uni Eropa mendesak Rusia untuk segera mengakhiri perlawanan terhadap pemberontak non ISIS. Sementara utusan perdamaian dari PBB untuk Suriah mengatakan dia sedang dalam perjalanan menuju Moskow untuk mengajukan penyelesaian politik untuk mengakhiri konflik. Bantuan amunisi yang diterjunkan ditujukan kepada Syrian Arab Coalition (SAC) yang telah melawan kelompok ISIS selama berbulan – bulan dekat benteng pertahanan mereka di Raqqa. “Pasukan koalisi melakukan bantuan udara pada Minggu (11/10) di wilayah utara Suriah untuk mempersenjatai kelompok pemberontak,” ucap jurubicara Komando Pusat AS Kolonel Patrick Ryder dilansir AFP. Sumber anonym dari angkatan bersenjata AS mengatakan bantuan udara yang diterjunkan seluruhnya berbobot 50 ton. Dia mengatakan pemerintah AS juga melatih pasukan pemberontak sebanyak 5.000 orang, sebelumnya juga terdapat kritikan terhadap program pemerintah AS yang melatih pemberontak. Pentagon harus menggelontorkan dana sebesar USD 500 juta (Rp 6,7 triliun ) untuk mempersenjatai ribuan pemberontak Suriah di Turki dan Jordania, namun banyak dari mereka yang tak lolos dalam seleksi menjadi pasukan. Salah satu grup bentukan AS ini juga menyerahkan persenjataan kepada kelompok afiliasi Al-Qaeda.
Read More.. Label: aksi teror, AS, bantuan amunisi 50 ton, Damskus, dua roket hantam kedubes Rusia, ISIS, perang sipil Suriah, Presiden Bashar al Assad, SuriahTUNISIA – Ratusan orang turis yang ketakutan segera diterbangkan dari Tunisia pada Sabtu (27/6), setelah aksi penembakan dari kelompok teror menewaskan 38 orang. Kebanyakan dari korban adalah warga negara Inggris yang menginap di penginapan Mediterania di Port el Kantaoui. ... Kelompok jihad ISIS yang menguasai sebagaian wilayah Irak dan Suriah mengklaim bertanggung jawab atas insiden penembakan pada Jum’at (26/6). Ini merupakan kejadian paling mematikan dari sejarah Suriah. Kementrian Kesehatan Tunisia mengatakan, sejauh ini dari 10 korban tewas yang diidentifikasi, delapan orang Inggris, satu asal Belgia, 1 Jerman. Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengingatkan negaranya perlu untuk bersiap bahwa faktanya kebanyakan korban tewas adalah warga Inggris. “Mereka adalah orang – orang tak bersalah yang sedang berlibur, bersantai dan menikmati waktu dengan teman – teman dan keluarga, “ucap Cameron dilansir AFP. Otoritas Tunisia mengatakan, proses identifikasi membutuhkan waktu sedikit lebih lama. Hal ini dikarenakan pada waktu berada di pantai para turis banyak yang tidak membawa identitas. Sebanyak 39 orang lainnya terluka ketika penyerang ini menggunakan senjata api dari balik payung dan menembaki kerumunan turis yang berada di pantai juga yang berada di kolam renang. Perdana Menteri Habib Essid pada Sabtu (27/6) mengumumkan bahwa mulai bulan depan penjaga keamanan akan dipersenjatai. Mereka akan ditempatkan di wilayah sepanjang pantai dan dalam hotel – hotel yang biasa menjadi tempat menginap para turis. Menteri Luar Negeri Tunisia, Rafik Chelly mengatakan kepada Mosaique FM, bahwa penyerang adalah seorang mahasiswa yang tidak mempunyai rekam jejak kriminal. “Dia memasuki pantai, berpakaian seperti orang yang hendak berenang dan membawa payung pantai dengan senjata didalamnya. Kemudian ketika dia berada di pantai dia melepaskan tembakan, “ucap Chelly Namun pukulan telak telah dirasakan oleh industri pariwisata dengan adanya pembatalan yang dilakukan operator tur Thomas Cook. Dia menawarkan kepada calon pelanggannya untuk mengubah pemesanan menuju negara – negara Afrika Utara. Asosiasi Agen Perjalanan Inggris mengatakan, sudah berkonsultasi dengan kementrian luar negeri tentang rencana jangka panjang. Serangan ini merupakan yang kedua kali terjadi terhadap turis di Tunisia tahun ini dan bersamaan dengan tewasnya 26 orang di mesjid Syiah di Kuwait. Serta serangan di pabrik gas yang terjadi di Lyon, Prancis. ISIS mengklaim dua serangan, pengeboman Kuwait dan serangan Tunisia, hanya beberapa hari dari ulang tahun ISIS. Mereka mendeklarasikan wilayah khalifah di Irak dan Suriah. Penyerang adalah ‘tentara kekhalifahan’ yang menargetkan musuh – musuh dari kelompok ISIS dan sarang percabulan dan kemurtadan. “Kebanyakan dari korban tewas adalah orang – orang kafir yang melawan kekhalifahan, “ucap kelompok ISIS. Para saksi mata menggambarkan situasi panik setelah adanya penembakan di hotel terletak di pinggiran Sousse sekitar 140 km wilayah selatan ibukota Tunisia. “Yang saya lihat adalah senjata dan payung, “ucap Ellie Makin kepada stasiun tv ITV. “Kemudian dia menembakkan ke sisi sebelah kanan kami. Jika dia menembak ke sisi sebelah kiri saya tak tahu apa yang akan terjadi, namun kami semua beruntung, “sambung Makin. Olivia Leathley, 24, mendengar suara keras dan ketika dia sampai di lobby hotel untuk mencari tahu apa yang terjadi. Dia melihat seorang wanita yang suaminya tertembak di perut tepat dihadapannya. “Yang dikatakan wanita itu adalah suaminya telah ditembak dan dia beradadi pantai. Suaminya hanya mengatakan “Saya mencintaimu, saya mencintaimu dan kemudian kedua matanya tertutup. Sementara wanita lainnya, Saera Wilson, 26, menceritakan bagaimana pria tunangannya Matthew James, 30, tertembak tiga kali ketika hendak melindunginya dan segera dibawa ke rumah sakit. “Saya berhutang nyawa karena dia sengaja berada didepanku ketika penembakan terjadi, “ucap Wilson kepada BBC. Wilson menilai tindakan yang dilakukan ayah dari dua anak itu sangat bijaksana dan berani. Wilson pun mengikuti perintah James untuk menyelamatkan diri. "Aku terpaksa meninggalkannya karena penembakan terus berlangsung," kata Wilson. Slim Brahim, seorang pembuat kue di Hotel Riu Imperial Marhaba mengatakan bahwa setelah melakukan pembantaian turis di pantai, si penyerang meletakkan senjatanya. “Saya melihat seseorang menembak kearah turis lansia sehingga mereka tewas, “ucap Brahim dilansir AFP. “Kemudian dia melemparkan granat ke kolam renang, “sambung Brahim.
Read More.. Label: ISIS, pantai mencekam, penembakan turis, Port el Kantaoui, TunisiaIRAK - Tempat yang diduga sebagai kuburan masal dari 1.700 tentara Irak yang tertangkap oleh pasukan IS ditemukan di kota Tikrit. Penemuan lokasi kuburan tak jauh dari bekas lokasi Camp Speicher, pangkalan angkatan darat AS. ... Tim forensik Iraq telah mengangkat 12 jenazah, diikuti dengan proses liberalisasi dari IS baru – baru ini. Insiden yang terkenal paling jahat dari pasukan IS, ketika mereka memposting di sosial media aksi pembunuhan tentara yang kebanyakan penganut syiah pada Juni 2014. Kepada CNN, seorang tentara yang selamat mengatakan, para militan menanyai korbannya siapa yang menjadi penganut Syiah sebelum mengakhiri nyawa mereka. Seorang tentara ini berhasil selamat dengan berpura – pura mati, ia mengatakan pasukan IS menangkap mereka di luar Camp Speicher dan menggiring mereka ke dalam kompleks istana. Mereka diberitahu akan selamat, sampai rencana pertukaran tahanan dilakukan. Ketika berada di dalam istana para tawanan perang ini dibagi menjadi kelompok kecil kemudian dibantai dan dikubur secara masal. Ia mengatakan bahwa dirinya dibuang ke dalam sungai dan mengapung sampai ke tanggul Penggalian lokasi kuburan masal dimulai beberapa hari setelah kota Tikrit jatuh ke tangan perpaduan kekuasaan antara tentara Irak dan milisi Syiah, setelah selama sebulan wilayah ini berada dalam perebutan kekuasaan. Media CNN melaporkan, ketika jenazah ke – 9 diangkat oleh tim forensik dari sebuah tempat penggalian, warga sipil Irak yang berduka berkumpul untuk mendoakan jenazah. Saat 3 jenazah pertama ditemukan, 10 tentara Irak menghormatinya dengan menembakkan tujuh kali tembakan ke udara. Tangisan pun tumpah dari wajah – wajah tentara Irak diiringi dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan Irak. Mayat – mayat yang ditemukan kondisinya telah membusuk, beberapa dari mereka dalam keadaan tangan terikat. Ali Tahir, direktur kamar mayat Irak yang mengawasai proses penggalian mengatakan, jenazah lainnya akan dikirim ke Baghdad untuk tes DNA Hasil uji tes DNA akan digunakan untuk mengidentifikasi jenazah, setelah semua jenazah berhasil digali. Banyak dari pihak keluarga yang belum mendapat informasi tentang keberadaan anggota keluarga mereka yang telah tewas. “Kami melakukan penggalian pertama kali hari ini. Sampai saat ini kami telah menemukan sedikitnya 20 jenazah. Indikasi awal menunjukkan tak diragukan lagi mereka berasal dari korban Speicher, “ucap Khalid al-Atbi kepada media Reuters pada Minggu. “Itu merupakan pemandangan yang mengenaskan. Kami sendiri tak dapat menahan untuk tidak menangis. Orang keji biadab macam apa yang dapat membunuh 1.700 orang dengn kejam ?” tambah Khalid. Pembantaian pasukan Irak ini menjadi sebuah penangkal petir (peringatan) untuk milisi Syiah, yang telah bersumpah untuk membalas kekejaman ini. Milisi Syiah mendapat pujian secara perlahan dengan menghentikan perkembangan Negara Islam pada tahun lalu. Namun mereka (Syiah) mendapat tuduhan telah melakukan kejahatan perang. Beberapa tempat kuburan terletak disekitar kompleks kepresidenan dari mantan Presiden Irak, Saddam Hussein, yangmana istana kemudian dijadikan markas besar kelompok Negara Islam setelah mereka merebutnya pada tahun lalu. CNN mengatakan masih terdapat delapan lokasi kuburan masal dari tentara Irak di dalam kompleks istana dan dua lokasi kuburan masal lainnya di luar kota. Sejak serangan yang diluncurkan pada 2 Maret lalu untuk merebut kembali kota Tikrit dengan kekuatan 30.000 prajurit. Sebanyak dua per tiga dari mereka adalah prajurit dari Popular Mobilisation (Hasid Shaabi), sebuah kekuatan terdiri dari para milisi Syiah yang mendapat dukungan dari Iran. Perhatian pasukan Irak sekarang tertuju pada usaha perebutan kota Mosul, 225 kilometer sebelah utara di sepanjang sungai Tigris. Benteng pertahanan dari IS di Mosul merupakan sebuah tantangan yang jauh lebih besar dari kota Tikrit bagi usaha perebutan yang dipimpin oleh Amerika Serikat beserta pasukan udara sekutunya dan pasukan tentara Irak di darat. Pada Senin, Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi mengatakan balas dendam bukanlah cara mengatasi dari penemuan jenazah – jenazah ini. Haider mengatakan beberapa orang yang terlibat dalam pembantaian telah ditangkap. Human Right Watch menggambarkan ‘Pembantaian Speicher’ nama untuk mengingat insiden ini, dimana pasukan IS menangkap lebih dari 1.000 tentara Irak dan membantainya. Berdasarkan gambar dari satelit dan keterangan saksi mata, Human Right Watch tahun lalu berhasil menentukan lokasi beberapa lokasi kuburan masal di Tikrit dan kompleks istana presiden.
Read More.. Label: 1700 jenazah, ISIS, kekejaman ISIS, kuburan masal, negara Islam, pembantaian Camp Speicher, pemberontak IS, tentara IrakPemimpin pasukan Irak menyusun strategi untuk usahanya menyapu bersih pasukan IS yang masih berada di pusat kota Tikrit, komandan pasukan Irak mengatakan bahwa kota ini akan dibebaskan dalam waktu tiga hari. Kalah dalam jumlah besar dengan pasukan Irak membuat militant IS terpojok, namun mereka masih terlindungi dengan adanya penembak jitu dan ribuan bom yang mereka letakkan di kota. ... Itu memperlambat kemajuan dari kekuatan pasukan aliansi dalam memerangi IS, yang dianggap tepat untuk menghindari jatuhnya korban lebih besar. Hal ini dianggap sebagai perjalanan menuju kemenangan besar melawan IS yang belum tercapai. Karim al-Nuri, pemimpin tertinggi milisi Badr dan jurubicara dari unit sukarelawan Mobilisasi Popular mengatakan akan membutuhkan tak lebih dari 72 jam untuk membebaskan kota Tikrit dari cengkeraman milisi IS yang dikuasai sejak musim panas lalu. “Barisan terakhir dari pasukan pertahanan bersembunyi di pusat kota dan dikelilingi dari segala penjuru. Jumlah pasukan mereka hanya 60 – 70 orang, “ungkap Nuri seperti dilansir AFP. Seorang letnan kolonel dari pasukan kontra terorisme angkatan darat memandang situasi ini secara konservatif. “Pertempuran kota sangat sulit bagi semua pasukan tentara, “ungkap anggota kontra terorisme ini. Seorang pewarta berita di wilayah utara kota Tikrit melihat puluhan kawah di jalanan yang disebabkan oleh ledakan bom yang tertanam dibawahnya. Pada sebuah atap bangunan, seorang penembak jitu dari pasukan pemerintah, mengenakan ikat kepala putih dikenal dengan nama Haj Abu Maryam mengatakan sampai tengah hari ia telah menewaskan dua penembak jitu dari pihak musuh. Sementara di atap Universitas Tikrit di bagian paling utara kota, anggota dari Brigade Imam Ali seorang milisi Syiah menembaki peluru mortir pada sebagian besar wilayah Qadisiya. Ahmed al-Fraiji mengatakan dalam waktu lima hari terakhir, lebih dari 200 putaran telah dilemparkan ke wilayah Qadisiya. Pasukan, polisi, unit Mobilisasi Popular, milisi Syiah dan pejuang Sunni bersemangat untuk merebut kembali kota mereka dengan meluncurkan serangan besar sejak dua hari lalu. Pada Rabu, pertama mereka menyapu bersih wilayah propinsi Salaheddin dimana kota Tikrit menjadi ibukota propinsinya dan menghancurkan lini pertahanan kota. Tikrit merupakan kampung halaman dari mantan pemimpin Irak, Saddam Hussein, sisa – sisa yangmana partai Baath menjalin kekuatan bersama IS ketika menyapu jantung kota wilayah Sunni sembilan bulan lalu. Pemerintah Baghdad telah gagal beberapa kali dalam usahanya merebut kembali kota Tikrit, namun misi kali ini dilakukakan dengan skala berbeda dengan melibatkan prajurit sebanyak 30.000 orang. Kordinasi antar satuan militer berkembang baik, kerjasama baik dari beberapa suku Sunni dan untuk pelaksanaan rencana operasi dan eksekusi menjadi peran penting yang harus dilakukan oleh pemerintah Iran. Kekalahan secara militer yang dialami IS dibalas dengan diluncurkannya serangkaian aksi propaganda perang yang sangat mengejutkan semua pihak. Terakhir adalah tayangan video yang memperlihatkan bocah 10 tahun menembak mati tawanan perangnya, juga penghancuran situs – situs warisan arkeologi yang tak ternilai. Pemerintah suku Kurdi mengatakan, telah mengumpulkan bukti bahwa pasukan IS menggunakan klorin dalam serangan bom mobil yang terjadi Januari silam terhadap pasukan Kurdi. “Terbukti bahwa ISIS (IS) sangat tergantung sekali dengan taktik yang ditunjukkan, IS telah kehilangan langkah inisiatifnya dan beralih ke langkah – langkah putus asa, “tulis sebuah pernyataan. IS telah mencoba memberikan gambaran tentang kelompoknya yang masih berkembang, meskipun faktanya jejak mereka di Irak telah mengalami penyusutan selama berbulan – bulan. Pada Kamis, jurubicara IS, Abu Mohammed al-Adnani mengumumkan bahwa janji kesetiaan dari grup milisi Boko Haram, Nigeria telah diterima. Milisi Nigeria ini juga mengalami kemunduran militer dalam beberapa pekan terakhir, sehingga pengumuman dukungan mereka kepada IS tidak mengejutkan. “Untuk kedua kelompok, hubungan baru memberikan kemenangan propaganda yang sangat dibutuhkan pada saat yang tepat, “ungkap Soufan Group Konsultan Intelijen. “Pada saat ini IS akan mengambil semua kemenangan yang bisa diraih, “sambung Soufan. Tikrit dilihat oleh komandan perang Irak sebagai kunci batu loncatan dalam usaha penaklukkan IS di wilayah utara Mosul, hasil pertempuran terlihat sedikit adanya keraguan tapi ada yang lebih besar lagi yang menjadi resiko bagi pemerintah dibanding hanya pengembangan kekuasaan wilayah. Milisi Syiah mendapat tuduhan serius atas kejahatan dan pelanggaran dalam usaha perebutan kembali, termasuk serangan balasan kepada kaum Sunni. Dalam laporan yang dkeluarkan pada Jum’at, Pengawas Hak Asasi mengatakan pemerintah dan kekuatan aliansi juga terlibat dalam penghancuran bangunan – bangunan sipil dalam usaha perebutan kembali kota Amerli pada September lalu. Pasukan Peshmerga (suku Kurdi) yang didirikan pada 9 Maret dengan tujuan utama memebendung kekuatan IS di Hawijah.
Read More.. Label: Boko Haram, IS, IS mulai kalah, ISIS, negara Islam, pemerintah Irak, peshmerga suku Kurdi, tentara IrakWASHINGTON – Pesawat – pesawat tempur sekutu yang dipimpin oleh AS saat melakukan pemboman terhadap kelompok pemberontak ISIS telah menjatuhkan hampir 5.000 bom. Hal ini merusak dan menghancurkan lebih dari 3.000 target termasuk tank, sesuai pernyataan Pentagon (7/1).... ...Angka yang dikeluarkan oleh pihak AS ini menunjukkan sebuah ekspansi yang stabil dalam serangan udara yang diluncurkan pada bulan Agustus dan juga mengungkapkan kepada musuh dengan ratusan kendaraan lapis bajanya dan kendaraan canggih lainnya sesuai yang diinginkan. Sejak serangan udara pasukan koalisi diterapkan di Irak pada Agustus lalu serta di Suriah pada akhir September silam, Pentagon telah mengeluarkan data statistik bahwa pihak AS dan sekutunya telah menghantam 58 tank, 184 Humvee lapis baja, 303 truk terbuka, 26 kendaraan lapis baja dan 394 kendaraan lainnya. Kebanyakan kendaraan yang hancur adalah buatan Amerika yang telah dirampas militan ISIS dari pasukan Irak yang mundur. Pejabat militer AS tidak dapat mengatakan target apa saja yang berhasil dihancurkan dan dirusak. Kepada awak media, jurubicara militer AS Kolonel Steven Warren mengatakan, “Saya yakin bahwa tingkat kehancuran musuh cukup tinggi. Namun, belum dapat dipastikan berapa banyak tank atau kendaraan lainnya yang tersisa dari pihak IS setelah serangan udara, “ seperti dilansir CNA. Warren menambahkan, pihak militer tidak ingin mengeluarkan angka prosentase dari berapa banyak senjata atau kendaraan milik milisi IS yang telah hancur. Hal ini dikarenakan kami tidak mau musuh kami mengetahui, barapa jauh kami mengetahui tentang mereka. “Militer AS bersama pasukan koalisi dari Barat dan Arab sejauh ini telah melancarkan serangan sebanyak 1.676 kali dan menembakkan 4.775 amunisi, “sambung pejabat militer AS seperti dikutip AFP. Pemimpin pasukan AS mengatakan, serangan pasukan koalisi ini telah menghentikan langkah dari militant IS di Irak, jaringan penyelundupan minyak mentah IS juga terganggu dan menghambat pergerakan pasukan IS di darat. Namun militant IS tetap memegang kendali dari wilayah kecil di Syria dan Irak serta tetap menerima masuknya para anggota baru IS. Untuk pertama kalinya militer AS menyelidiki sedikitnya 2 insiden yang menewaskan warga sipil akibat serangan udara di Irak dan Suriah dan tiga kasus lainnya sedang dipertimbangkan untuk dilakukan penyelidikan. Pesawat – pesawat pasukan koalisi telah terbang sebanyak 15.465 dalam melakukan serangan mendadak “Operation Inherent Resolve”, termasuk misi serangan, maupun pengisian bahan bakar di udara bagi pesawat pengintai dan tempur. Sebagian besar serangan udara dan penerbangan militer lainnya dilakukan dengan memakai pesawat milik AS, namun hal ini disangkal oleh pejabat militer AS guna memberikan rincian berapa banyak serangan tiba – tiba yang dilakukan oleh pasukan dari negara – negara koalisi AS. Operasi serangan yang dijalankan pasukan AS bersama koalisinya telah melampaui kiprah AS saat serangan udara di Libya 2011 lalu.
Read More.. Label: Irak, ISIS, Pasukan Koalisi AS, Suriah