RIYADH – Pemerintah Arab Saudi menahan 19 orang, termasuk 12 diantaranya warga negara Pakistan. Penangkapan dilakukan setelah adanya serangan bom bunuh diri pada Senin (4/7) termasuk insiden yang berdekatan dengan kota Madinah. Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi pada Kamis (7/7) menyampaikan hal ini dalam acara jumpa persnya. ... Dalam tiga serangan pada lokasi berbeda di Arab Saudi sedikitnya 7 orang tewas dan 2 menderita luka-luka. Sebuah mesjid yang banyak didatangi oleh kaum Syiah di Qatif, lokasi kedua di wilayah barat kota Jeddah yang menjadi kota ekonomi di Arab Saudi berdekatan dengan kantor konsulat AS. Seperti dilansir AFP, Abu Mohammed al-Adnani juru bicara ISIS saat menjelang bulan Ramadhan lalu menyerukan kepada seluruh pendukungnya di seluruh dunia untuk melakukan jihad. Mereka diminta untuk mempersiapkan diri untuk menghancurkan orang-orang kafir dimanapun mereka berada pada bulan Ramadhan. Para pendukung ISIS di Eropa dan Amerika Serikat menjadi yang sangat diharapkan untuk dapat melakukan hal ini. Tertangkapnya 19 orang terduga pelaku teror bersamaan dengan diumumkannya pelaku bom bunuh diri dekat Mesjid Nabawi yang menewaskan 4 anggota keamanan. Juru bicara Kementrian Dalam Negeri menyatakan bahwa pelaku bom bunuh diri adalah Naer Muslim Hamad 26 tahun warga negara Arab Saudi. Sementara pelaku serangan di Qatif adalah Abdulrahman al-Omar (23), Ibrahim al-Omar (20) dan Abdulkarim al-Husni (20).
Read More.. Label: Arab Saudi, Arab Saudi tahan 12 warga Pakistan, Arab Saudi tahan 19 orang, ISIS, terorismePemerintah Arab Saudi Tangkap 19 Orang Terkait 3 Ledakan Berbeda
RIYADH – Arab Saudi mengeksekusi mati 47 orang pada Sabtu (2/1). Otoritas setempat mengatakan dalam jumlah tersebut juga termasuk seorang ulama terkenal Syiah asal Iran juga dihukum mati karena protes anti pemerintahan dan aliran Suni. Ulama ini dihukum mati karena keterlibatannya dalam serangan kelompok Al-Qaeda yang mematikan.
... Syekh Nimr al-Nimr merupakan seorang ulama terkemuka Iran berusia 56 tahun, dituduh menjadi penggerak kekuatan masa pada 2011 di wilayah Arab bagian timur yang merupakan wilayah kaum Suni. Kaum Syiah mengaku mengalami perilaku diskriminasi disini.
Seperti dikutip AFP, Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi dalam pernyataannya mengatakan bahwa 47 orang ini menjalani hukuman karena mengadopsi ideology takfiri, bergabung dengan organisasi teroris dan juga berupaya melakukan beberapa tindak kriminal. Kantor Kementrian juga menambahkan bahwa mereka semua menjalani eksekusi mati kemarin di 12 kota berbeda di Arab Saudi. Kendati demikian kantor kementrian tidak menjelaskan metode apa yang digunakan dalam eksekusi itu. Seperti diketahui bahwa Arab Saudi dalam melaksanakan eksekusi mati biasanya menggunakan pedang dengan cara memenggal kepala.
Kantor berita resmi Arab Saudi, SPA mengatakan beberapa pengikut Suni yang dihukum karena keterlibatannya dalam serangan Al-Qaeda pada 2003 dan 2004. Pada insiden itu korban tewas terdiri dari warga Arab Saudi dan warga asing.
Mereka yang dihukum mati adalah warga Arab Saudi yang terlibat kelompok radikal ISIS, seorang warga Mesir dan seorang warga Chad. Fares al-Shuwail yang menjadi pemimpin kelompok tertinggi Al-Qaeda di Arab Saudi juga termasuk dalam daftar hukuman mati itu, sebelumnya Shuwail telah ditangkap pada Agustus 2004.
Hossein Jaber Ansari, jurubicara Kementrian Luar Negeri Iran menuduh Arab Saudi memberikan dukungan kepada terorisme dan mengeksekusi lawan-lawannya. “Pemerintahan Arab Saudi mendukung teroris dan takfiri (kelompok radikal Suni), ketika mengeksekusi dan menjalankan kritik di dalam negeri,” jelas Ansari seperti dilansir Reuters.
Seperti dikutip BBC, Grand Mufti Syekh Abdulaziz Al-Syekh ulama terkemuka Arab Saudi mendukung pelaksanaan eksekusi ini dengan menyebut ‘rahmat bagi para tahanan’, karena akan mencegah mereka melakukan tindak kejahatan lagi.
Pemerintah Arab Saudi telah membentuk unit khusus pada 2011 untuk memburu puluhan warga Arab Saudi dan warga asing yang menjadi anggota Al-Qaeda. Mereka yang terlibat dalam gelombang serangan 2003 menjadi target utama buruan unit khusus ini. Dalam serangan itu terjadi baku tembak dan peledakan yang menewaskan 150 orang warga Arab Saudi dan juga warga asing. Saat itu, Mohammed bin Nayef yang sekarang telah menjadi pangeran kerajaan Arab Saudi bertanggung jawab dan mengawasi diterapkannya tindakan keras kepada para militan.
Kelompok militan Al-Qaeda melakukan penggabungan wilayah antara cabang Arab Saudi dan Yaman di semenanjung Arab pada 2009. Pihak AS menganggap kelompok gabungan ini sebagai jaringan kelompok teroris yang paling mematikan.
Setelah wafatnya Raja Abdullah pada Januari 2015 pelaksanaan eksekusi mati telah mengalami peningkatan. Pada 2015 sebanyak 153 orang dieksekusi mati atas dakwaan beberapa tindak kejahatan termasuk perdagangan narkoba, sementara jumlah korban eksekusi mati pada 2014 hanya 87 orang.
RIYADH – Untuk pertama kalinya wanita di Arab Saudi diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum. Dalam pemilihan yang diadakan kemarin seluruh warga Arab Saudi menggunakan hak pilihnya pada pemilihan tingkat kota yang diadakan dalam 40 tahun terakhir. Dalam sejarahnya negara ini baru tiga kali mengadakan pemilu. ... Dalam periode 1965 hingga 2005 tak ada pemilu. Meski kerajaan Arab Saudi yang menerapkan sistim konservatif masih memberlakukan larangan mengemudi bagi wanita, namun memperbolehkan wanita menjadi kandidat pada pemilihan. Sebanyak 978 wanita tercatat sebagai kandidat kali ini, mereka bersaing dengan 5.938 lelaki. Pihak penyelenggara pemilu mengatakan terdapat sekitar 130.000 wanita yang memiliki hak suara. Jika dibanding kaum pria yang berjumlah 1,35 juta orang, pemilih wnita masih kalah jauh. Seorang wanita menentukan pilihannya untuk pertama kalinya di sebuah bangunan sekolah. “Sekarang wanita memiliki hak pilih,” ucap Awatef Marzooq dilansir AFP. “Saya menangis. Dulu ini merupakan situasi dimana kami selalu melihatnya di televisi yang terjadi di negara lain,” sambung Marzooq. Dia menambahkan bahwa dirinya menentukan pilihan pada seorang kandidat pria, karena ide-ide bagusnya serta misinya yang akan memperbanyak lapangan kerja bagi perawat. “Saya memilih kandidat pria, namun saya menaruh harpan pada kandidat wanita agar dapat menang,” jelasnya. Arab Saudi menjadi negara terakhir yang hanya memperbolehkan kaum pria untuk menentukan hak pilihnya. Lokasi tempat pemungutan suara dipisah antar pria dan wanita. Diluar TPS tampak para aparat keamanan berjaga ketat. Banyak para pria yang mengantar wanita dengan menggunakan mobil, mereka turun dengan berpakaian jubah hitam. Beberapa diantara mereka meminta pihak media untuk tidak mengambil gambar sebelum mereka meninggalkan lokasi. Salma al-Rashed merupakan pemilih wanita yang terdaftar dengan nomor urut pertama. “Rasanya sangat baik,” ucapnya pada BBC. “Perubahan adalah kata yang besar tapi pemilihan umum ini sebagai jalan untuk memastikan bahwa wanita benar-benar diwakili,” sambung Salma. Pemilu kali ini memperebutkan 2.100 kursi dewan. Terdapat juga kursi tambahan yang pemilihannya melibatkan persetujuan Raja Arab Saudi sejumlah 1.050 kursi. Raja Abdullah saat itu berpendapat bahwa perempuan di Arab Saudi telah menunjukkan posisinya perihal penyampaian pendapat dan saran dengan baik. Sehingga Raja memperbolehkan kaum wanita untuk ikut serta dalam menentukan hak pilihnya. Keputusan ini dianggap sebagai warisan penting dari Raja Abdullah. Sebanyak 30 wanita juga diangkat menjadi penasehat Dewan Syariah.
Read More.. Label: Arab Saudi, pemilu Arab, pemilu pertama wanita, wanita berhak memilih pertama kalinyaMEKAH – Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi kemarin mengatakan penyelenggaraan ibadah haji tahunan tetap akan berjalan seperti biasa, meskipun telah terjadi insiden jatuhnya derek yang menewaskan 107 jamaah haji serta melukai 238 orang di Masjidil Haram, Mekah. ... Kemarin sudah banyak jamaah yang kembali beribadah di mesjid ini. “Para korban luka dan tewas sudah dibawa ke rumah sakit. Tidak ada lagi korban yang masih berada di lokasi kejadian,” ucap Jenderal Suleiman al-Amr, Direktur Jenderal Otoritas Pertahanan Sipil, dilansir Al Jazeera. Dia menambahkan angin kencang dan hujan lebat menumbangkan pohon dan meruntuhkan derek terletak disekitar lokasi mesjid. “Derek ambruk dekat jembatan Al-Salam di bagian atas wilayah Al-Masaa, sehingga juga meruntuhkan sebagian kecil struktur Al-Masaa dan bagian lain dari Al-Mataf, sebuah jembatan disekitar Kabah,” tambah Amr. Gubernur Mekah, Pangeran Khaled al-Faisal memerintahkan segera dilakukan penyelidikan atas insiden ini. Ucapan belasungkawa juga berdatangan dari beberapa pemimpin dunia diantaranya para pemimpin negara Timur Tengah, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Hampir sebanyak 800.000 jamaah haji telah tiba di Mekah, Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji. Umat Islam dari berbagai negara di seluruh dunia berkumpul untuk menjalankan ibadah haji yang akan dimulai pada 21 September mendatang. Tahun lalu jumlah jamaah haji mencapai dua juta orang. Bagian masjidil Haram yang menjadi salah satu bangunan suci umat Islam, ditutup pada Sabtu disekitar lokasi ambruknya derek tersebut. Media AFP melaporkan para jamaah mulai mendatangi masjidil Haram setelah mendengar adzan shalat zuhur. “Insiden ini tidak akan mempengaruhi musim haji ini dan lokasi insiden akan segera diperbaiki dalam beberapa hari,” ucap otoritas yang menolak disebut namanya, seperti dilansir AFP. Seorang pekerja di masjidil Haram, Abdel Aziz Naqoor mengatakan dia melihat jatuhnya derek besar itu setelah terkena hantaman badai. “Jika bukan karena jembatan Al-Tawaf mungkin korban luka dan tewas akan lebih banyak lagi,” ucap Naqoor. “Kami baru saja selesai wudhu dan bersiap menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan shalat Maghrib,” ucap Yahya Al Hashemi, seorang wartawan dari CNN. Khaleed Al-Maena dari media Saudi Gazette mengatakan otoritas Arab Saudi sedang melakukan perluasan lokasi di sekitar Masjidil Haram agar ibadah haji dapat dikelola lebih baik lagi. “Jika insiden ini terjadi satu jam setelahnya (waktu Maghrib) akan berdampak buruk,” ucap Al-Maena. “Jika terjadi lima atau empat jam sebelumnya, saya rasa jumlah korban dapat mencapai lebih dari seribu orang,” sambung Al-Maena. Masjidil Haram biasanya dipenuhi jamaah pada Jum’at siang untuk ibadah shalat Jum’at. “Ini menjadi sebuah ironi dikarenakan proyek perluasan ini bertujuan untuk menjamin keselamatan para jamaah,” tambah Al-Maena. Untuk memberikan bantuan kepada korban luka, warga Arab Saudi dan jamaah lainnya pada Jum’at (11/9) malam mengantri untuk mendonorkan darah mereka. Antrian pendonor sepanjang lebih dari 100 orang terlihat di luar Rumah Sakit King Faisal, Mekah. Juru bicara masjidil Haram, Ahmed bin Mohammad al-Mansoori mengatakan bagian derek itu jatuh pada pukul 5:10 waktu setempat karena hantaman angin kencang dan hujan deras. Terdapat jumlah korban dari berbagai negara diantaranya, korban jamaah haji asal Indonesia 33 orang terdiri dari 2 orang wafat dan 31 korban luka. Kementrian Kesehatan Mesir melaporkan 23 orang warganya terluka, sementara pemerintah India mendapat laporan 2 orang tewas serta 15 warganya menderita luka. Otoritas Malaysia melaporkan 10 warganya terluka dan 6 lainnya masih belum dipastikan. Kementrian Luar Negeri Pakistan melaporkan 22 warganya dirawat di rumah sakit Arab Saudi akibat luka. Pemerintah Iran melalui kantor berita IRNA melaporkan 15 warganya terluka.
Read More.. Label: 107 tewas, angin kencang dan hujan deras, Arab Saudi, derek ambruk, jamaah haji 2015, Masjidil Haram, MekahMelihat Wajah Istri Pertama Kali, Suami Langsung Menceraikan
ARAB SAUDI - Seorang pengantin pria di Arab Saudi menceraikan pengantin perempuannya saat malam pernikahan, setelah melihat wajah sang istri untuk pertama kalinya. Melihat Wajah Istri Pertama Kali, Suami Langsung Menceraikan ARAB SAUDI - Seorang pengantin pria di Arab Saudi menceraikan pengantin perempuannya saat malam pernikahan, setelah melihat wajah sang istri untuk pertama kalinya. Hal ini terjadi ketika juru foto meminta mereka untuk sesi pengambilan gambar. Pasangan yang berasal dari kota Madinah, Arab Saudi, sebelumnya mereka telah setuju untuk melakukan pernikahan, meskipun belum pernah bertemu muka sebelumnya. Hal seperti ini sudah popular dan menjadi suatu adat di wilayah tertentu di negara – negara Timur Tengah. Ketika sang istri membuka cadarnya dan tersenyum ke kamera, sang suami sontak melompat berdiri seraya merasa jijik. “Kamu bukan perempuan yang ingin kunikahi. Kamu bukanlah seseorang yang kubayangkan. Aku minta maaf, tapi aku menceraikanmu, “ungkap sang suami, seperti dilansir Dailymail. Menurut pemberitaan media lokal Okaz, pengantin wanita ini langsung jatuh lemas serta berurai air mata, sementara kepanikan terlihat di wajah para tamu undangan. Beberapa dari tamu undangan mendekat berusaha untuk menyelesaikan perselisihan ini, namun usaha mereka tak membuahkan hasil. Pengantin pria mengatakan kepada media Okaz, bahwa dia tidak bisa melihat wajah calon istrinya sebelum pernikahan. Ketika dia (pengantin pria) menceraikannya, istrinya langsung terkejut serta jatuh lemas, malam acara pernikahan itu berubah menjadi malam yang penuh dengan tangisan. Berita kejadian ini cepat menyebar dan memicu kemarahan di media sosial. Afra, seorang yang berkomentar di jaringan media sosial menulis, “Dia (suami) sangat melukai hatinya, dengan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan dia (suami) layak untuk menderita. Dia (suami) seharusnya menghargai bahwa kecantikan berada dalam karakter, bukan di wajah. Sayangnya, saat ini banyak anak muda tertarik hanya pada wajah saja dan mengabaikan nilai – nilai dan moral. Semoga Tuhan mempertemukannya dengan suami yang lebih baik, yang dapat menghargainya apa adanya. Abu Naas juga berkomentar di media sosial, “Dia (suami) tidak punya keberanian untuk memikul tanggung jawab itu. Dia (suami) sangat tidak sensitif. Tak seorangpun memaksa untuk menikahinya (istri). Seharusnya dia melihat dan bertemu calon istrinya sebelum pernikahan dan pertunangan, dan tidak menunggu sampai setelah pernikahan. Semoga dia (suami) selalu menjadi pecundang dan tidak dapat menikah selamanya. Dia bukan seorang lelaki dan tidak berperasaan. Sementara itu kejadian unik lainnya yang berakhir dengan perceraian juga dialami perempuan lain, karena tidak segera membalas berita WhatsApp dari sang suami. Lelaki yang telah menikah selama selama dua tahun ini mengirim pesan singkat dari kantornya dan menunggu balasan dari istrinya, namun tak pernah muncul. Media Emirates 24/7 melaporkan, dia mulai gelisah dan mengira bahwa sesuatu telah terjadi pada istrinya, dia bergegas pulang ke rumahnya. Alangkah kagetnya ketika masuk ke rumah, istrinya sedang bersantai menonton televisi. Ketika suaminya bertanya kenapa pesannya tidak direspon, istrinya mengatakan, sedang sibuk chatting dengan teman – temannya di WhatsApp dan berniat membalas pesan suaminya kemudian. Mendengar ucapannya itu sang suami langsung menceraikan istrinya. “Saya mengirimnya pesan lewat WhatsApp dan mengetahui ia telah membacanya, namun tidak membalas pesan itu, “ungkap suaminya kepada Gulf News. Lelaki berusia 30 tahunan ini frustrasi akibat melihat ulah istrinya yang selalu memegang handphonenya untuk chatting dengan teman atau keluarganya.
Read More.. Label: Arab Saudi, cerai, melihat pertama kali