Kekuatan Uni Eropa Mampu Hentikan Perdagangan Manusia

19.06 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

Pada tahun ini para warga negara yang menjadi pengungsi diperkirakan sebanyak 500.000 orang migran akan menyeberangi laut Mediterania. Jika masalah ini tidak segera diatasi, maka akan menyebabkan banyak pengungsi yang tewas di perairan. Hal ini diungkapkan oleh badan PBB, Organisasi Internasional Maritim (IMO)pada Rabu (22/4). ...Saat menjadi pembicara pada konferensi maritim di Singapura, Sekretaris Jenderal IMO, Koji Sekimizu, mengatakan meminta dukungan negara – negara dalam upaya untuk memastikan bukan hanya keselamatan para migran, tapi juga terhadap para pelaku perdagangan manusia yang hanya mementingkan keuntungan dibanding resiko keselamatan manusia. “Ini saatnya untuk memikirkan bagaimana menghentikan aksi – aksi penyelundupan manusia dengan cara yang sangat berbahaya dengan perahu kecil yang tidak aman. Kita harus segera bertindak, “ucap Sekimizu dilansir AFP. “Ini masalah yang sangat serius, “tambah Sekimizu. Ia menambahkan, bahwa pihak IMO juga melakukan kerjasama dengan badan PBB lainnya untuk mendapatkan informasi tentang jaringan perdagangan manusia itu, sebagai langkah awal untuk menghentikan aksi bahaya itu, namun informasi detil tetap tidak dipublikasikan. Sebanyak 3.000 orang tewas tenggelam di laut, lebih dari 170.000 migran menyeberangi lautan Mediterania menuju ke daratan Eropa pada tahun lalu. Pada kecelakaan terakhir sekitar 800 orang diperkirakan meninggal ketika perahu yang mereka tumpangi terbalik di perairan Libia pada Minggu. Para korban, termasuk beberapa anak – anak didalamnya berada didalam dek kapal sepanjang 20 meter, yang mana banyak para pengungsi pingsan setelah perahu mereka bertabrakan dengan kapal berbendera Portugal yang hendak membantu melakukan pertolongan. Badan PBB, UNHCR, mengatakan pengungsi yang berada di perahu itu berasal dari Suriah, Eritrea dan Somalia. “Jika kita tidak melakukan apa pun, saya kira tahun ini kita akan menyaksikan setengah juta orang akan menyeberangi laut Mediterania dan potensi angka korban tewas dapat mencapai 10.000 orang, “tambah Sekimizu. “Kita tidak hanya menegur keras pada situasi pencarian dan penyelamatan, tapi juga harus memberi peringatan keras kepada para penyelundup, jaringan perdagangan manusia beroperasi dibelakang layar, “lanjut Sekimizu. Ia menambahkan, pemerintahan Uni Eropa harus mengambil peranan penting dalam mengatasi masalah ini. Sembari mencontohkan kasus pembajakan tengah laut perairan Somalia yang dapat ditangani dengan sukses karena adanya upaya komunitas internasional untuk menghentikan ini. Ini juga yang seharusnya dilakukan dimana komunitas internasional bersatu menangani krisis migran di Mediterania. Pejabat pemerintahan Italia meyakini sejak negara Libia dilanda konflik, terdapat hampir sekitar satu juta lebih orang yang menunggu antrian untuk berimigrasi ke Eropa. Kebanyakan dari mereka adalah pengungsi dari Suriah yang dilanda perang saudara, penganiayaan warga yang terjadi di Eritrea. Sementara lainnya adalah mereka yang beusaha untuk mengubah nasibnya menjadi lebih baik agar terlepas dari jeratan kemiskinan dan kelaparan di Afrika dan Asia Selatan. Sementara itu pada Rabu (22/4), Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi mengatakan Uni Eropa harus menetapkan langkah bersama untuk menghadapi penyelundupan pengungsi yang berasal dari benua Afrika. Renzi yang berbicara dihadapan majelis parlemen menambahkan, setelah bencana terakhir di Mediterania yang menelan ratusan korban jiwa pada akhir pekan lalu, otoritas Uni Eropa harus mempunyai peranan penting dengan dukungan PBB pada permasalahan migran yang berasal dari Afrika. Ia sangat optimis bahwa isu migrasi ini akan mendapat bantuan yang semestinya. Pada Senin (20/4), Uni Eropa menyetujui rencana yang berisikan 10 poin untuk mencegah terulangnya tragedi ini, termasuk penerapan operasi patroli di perairan Mediterania dengan memberikan tambahan insentif dan peralatan kepada anggota di lapangan. Juga akan dilakukan upaya untuk menangkap dan menghancurkan kapal – kapal yang digunakan untuk perdagangan manusia.

Read More.. Label: , , , ,

800 Migran Tewas, Dua diantara Korban Selamat Ditahan

18.11 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

CATANIA – ITALIA Polisi Italia menahan dua orang tersangka atas tuduhan perdagangan manusia diantara para migran yang selamat setelah kapal mereka terbalik pada Minggu (19/4). Laporan PBB mengatakan 800 orang tewas, ini merupakan bencana terburuk yang menimpa para migran. ... Pihak kepolisian telah menangkap seorang pria warga Tunisia yang menjadi kapten kapal pengangkut dan seorang pria warga Suriah yang menjadi awak kapal itu. Pada Senin malam, dilakukan penahanan terhadap kedua tersangka bersamaan dengan 27 orang migran selamat yang tiba di pelabuhan Sisilia di Catania. Kedua pria ini dihadapkan pada tuntutan perdagangan manusia. Dibawah pantauan langsung menteri Uni Eropa, yang saat menyetujui pengajuan untuk penambahan Triton, kamera pengawas perbatasan, menjadi dua kali lipat. Badan PBB khusus penaganan pengungsi UNHCR dan Organisasi Internasional untuk Migrasi mengandalkan pengungsi yang selamat dari kapal untuk dimintai keterangannya terkait insiden. “Kami dapat mengatakan bahwa 800 orang tewas, “ucap Carlotta Sami juru bicara Badan PBB, UNHCR dilansir AFP. Para korban selamat menceritakan kepada pihak otoritas, ketika kapal pukat ikan sepanjang 20 meter yang membawa mereka terbalik, setelah sebelumnya kapal dagang asal Portugal menghampiri kapal sehingga menyebabkan kepanikan. “Terdapat sedikit lebih dari 800 orang dalam kapal, termasuk anak – anak berusia antara 10 dan 12 tahun. Mereka berasal dari Suriah, sekitar 150 dari Eritrea, Somalia. Mereka berlayar dari Tripoli sekitar pukul 8 pagi pada Sabtu, “sambung Sami. Para orang yang selamat dari Mali, Gambia, Senegal, Somalia, Eritrea dan Bangladesh. Mereka semua telah dibawa ke pusat penampungan terdekat, sementara seorang korban selamat dlarikan ke rumah sakit di pesisir timur Catania, Sisilia. Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini telah mengumumkan rencana sebelumnya pada Senin untuk menangani krisis bertambahnya para migran, setelah ia mengatakan dalam rapat dengar pendapat dengan para anggota Uni Eropa bahwa mereka tak punya alasan lain untuk tidak bertindak. Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan, mereka telah menerima panggilan darurat dari kapal lainnya, tapi peringatan dini ini menyebabkan kecelakaan pada kapal lainnya. Sementara itu dalam pertemuan Menteri Luar Negeri dan Dalam Negeri se Eropa di Luxembourg untuk membahas banjirnya kedatangan pengungsi untuk memasuki wilayah Eropa. Perdana Menteri Italia Matteo Renzi secara terpisah mengatakan bahwa penjaga perairan Italia telah meminta kapal dagang untuk datang membantu dua perahu di perairan Libia dengan 450 orang didalamnya setelah mereka meminta pertolongan. Kepolisian Yunani juga melaporkan adanya tiga orang migran tewas, termasuk anak kecil, setelah perahu yang datang dari Turki tenggelam di wilayah pulau Rhodes. Tayangan dramatis menunjukkan bahwa orang – orang berusaha menyelamatkan diri dengan meraih puing – puing bersamaan dengan terjangan ombak yang menyapu mereka ke bebatuan. Sebanyak 93 orang berhasil diselamatkan. Sampai pertengahan minggu lalu otoritas Italia telah berhasil menyelamatkan lebih dari 11.000 orang migran. Sementara tahun lalu terdapat 170.000 orang memasuki Italia dan angka ini akan terus meningkat pada 2015. Mogherini mengatakan, pihak Uni Eropa harus memikirkan kebijakan kemanusiaan untuk menampung mereka, jika para migran dipulangkan ke tempat asal mereka itu sama dengan membunuh mereka perlahan – lahan.

Read More.. Label: , , , , ,