Perancis Akan Denda Rp 56 Juta Pada Pengguna Jasa PSK

19.57 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

Parlemen Perancis telah meloloskan rancangan undang-undang yang melarang orang untuk melakukan transaksi pembayaran prostitusi. Juga diberlakukan denda mencapai 3750 euro (Rp. 56,2 juta) bagi mereka yang kedapatan melakukan transaksi jual beli aktifitas seksual. ... Undang –undang ini juga menyatakan, bahwa orang-orang yang terbukti melakukan aktifitas asusila itu juga diwajibkan untuk mengikuti sebuah kelas sosial untuk mempelajari situasi yang dihadapi oleh pekerja prostitusi. Seperti dilansir harian Le Monde, rancangan undang-undang ini mendapat persetujuan anggota majelis parlemen rendah. Dari 87 anggota majelis rendah, terdapat 64 suara menyatakan persetujuannya, sementara 12 suara tidak setuju, lalu 11 suara tidak memilih. Dibutuhkan waktu dua tahun lebih untuk meloloskan RUU ini yang dianggap kontroversial, karena adanya perbedaan pandangan dari kedua parlemen di Perancis menanggapi masalah ini. Para PSK di Perancis juga melakukan demonstrasi menyatakan keberatan mereka. Diluar gedung parlemen terdapat sekitar 60 PSK berdemo, mereka membawa spanduk bertuliskan “Jangan memerdekakan kami, Saya bisa menjaga diri sendiri”. Para psk yang tergabung dalam Strass, serikat pekerja seks mengatakan undang-undang ini akan berpengaruh terhadap mata pencarian dari para psk di Perancis. Terdapat 30000 hingga 40000 orang yang berprofesi sebagai PSK di Perancis. Swedia adalah negara pertama didunia yang menerapkan larangan jual beli seksual pada 1999. Otoritas Swedia menyatakan sejak diberlakukan UU ini para psk yang berpusat di kawasan prostitusi kota Stockholm menurun drastis. Kemudian undang-undang ini mendapat julukan ‘Nordic Model’. Larangan jual beli prostitusi kemudian diikuti oleh Norwegia pada 2008, Islandia pada 2009 serta Irlandia Utara pada 2014. Pada awal tahun ini parlemen Eropa menyetujui resolusi yang meminta adanya pemberlakuan hukuman ini diterapkan di seluruh benua Eropa. Sementar mereka yang mendukung undang-undang ini juga menyatakan penerapan aturan ini juga akan membantu menumpas jaringan penyelundupan manusia. Catherine Stephens, seorang aktifis dari Serikat Pekerja Seks Internasional dan juga berprofesi sebagai PSK mengatakan kriminalisasi membuat mereka yang berada dalam industri ini harus menerima klien yang merahasiakan identitasnya, ini akan memberi celah bagi mereka yang akan melakukan tindakan kekerasan. “Kami memiliki beberapa kasus dimana klien membantu membebaskan prostitusi dari pemaksaan ini. Mengkriminalkan para pengguna jasa psk, akan membantu menumpas aksi kekerasan ini, serta memberi efek takut bagi mereka untuk melakukannya. Kami harus menciptakan situasi yang mempermudah pelaporan tindakan merugikan, kekerasan dan pemaksaan. Tempat perlindungan para pelaku kejahatan seksual, rumah bordil, atau klien akan menangani hal ini. Amnesti Internasional mengatakan bahwa undang-undang pelarangan jual beli seksual berarti para PSK harus menempuh resiko lebih tinggi untuk melindungi para klien mereka dari pantauan aparat keamanan. Lembaga ini menegaskan para psk diminta untuk melakukan kunjungan ke rumah klien untuk menghindari polisi, dari pada bertemu ditempat yang lebih aman. Sementara para pendukung undang-undang ini menyatakan ini akan membantu meningkatkan keamanan para PSK. Anne-Cecile Mailfert, Presiden Yayasan Wanita yang memberikan perlindungan hak asasi bagi wanita mengatakan para psk akan lebih baik meminta perlindungan dari polisi jika mereka membutuhkan. “Kami memberikan sebuah perangkat perlindungan bagi para PSK untuk mempertahankan dan membela diri. Jika mereka tak ingin melakukan itu, sebenarnya mereka tak perlu menelpon polisi. Namun jika terjadi kekerasan dari klien maka sekarang mereka memiliki undang-undang yang melindungi,” jelas Meilfert dilansir BBC. Aktifitas prostitusi bukan merupakan sebuah tindak kriminal di Perancis, namun mucikari, perdagangan manusia, rumah bordil, jual beli seksual dengan orang dibawah umur merupakan tindakan yang dianggap melawan hukum.

Read More.. Label: , , , , , ,

800 Migran Tewas, Dua diantara Korban Selamat Ditahan

18.11 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

CATANIA – ITALIA Polisi Italia menahan dua orang tersangka atas tuduhan perdagangan manusia diantara para migran yang selamat setelah kapal mereka terbalik pada Minggu (19/4). Laporan PBB mengatakan 800 orang tewas, ini merupakan bencana terburuk yang menimpa para migran. ... Pihak kepolisian telah menangkap seorang pria warga Tunisia yang menjadi kapten kapal pengangkut dan seorang pria warga Suriah yang menjadi awak kapal itu. Pada Senin malam, dilakukan penahanan terhadap kedua tersangka bersamaan dengan 27 orang migran selamat yang tiba di pelabuhan Sisilia di Catania. Kedua pria ini dihadapkan pada tuntutan perdagangan manusia. Dibawah pantauan langsung menteri Uni Eropa, yang saat menyetujui pengajuan untuk penambahan Triton, kamera pengawas perbatasan, menjadi dua kali lipat. Badan PBB khusus penaganan pengungsi UNHCR dan Organisasi Internasional untuk Migrasi mengandalkan pengungsi yang selamat dari kapal untuk dimintai keterangannya terkait insiden. “Kami dapat mengatakan bahwa 800 orang tewas, “ucap Carlotta Sami juru bicara Badan PBB, UNHCR dilansir AFP. Para korban selamat menceritakan kepada pihak otoritas, ketika kapal pukat ikan sepanjang 20 meter yang membawa mereka terbalik, setelah sebelumnya kapal dagang asal Portugal menghampiri kapal sehingga menyebabkan kepanikan. “Terdapat sedikit lebih dari 800 orang dalam kapal, termasuk anak – anak berusia antara 10 dan 12 tahun. Mereka berasal dari Suriah, sekitar 150 dari Eritrea, Somalia. Mereka berlayar dari Tripoli sekitar pukul 8 pagi pada Sabtu, “sambung Sami. Para orang yang selamat dari Mali, Gambia, Senegal, Somalia, Eritrea dan Bangladesh. Mereka semua telah dibawa ke pusat penampungan terdekat, sementara seorang korban selamat dlarikan ke rumah sakit di pesisir timur Catania, Sisilia. Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini telah mengumumkan rencana sebelumnya pada Senin untuk menangani krisis bertambahnya para migran, setelah ia mengatakan dalam rapat dengar pendapat dengan para anggota Uni Eropa bahwa mereka tak punya alasan lain untuk tidak bertindak. Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan, mereka telah menerima panggilan darurat dari kapal lainnya, tapi peringatan dini ini menyebabkan kecelakaan pada kapal lainnya. Sementara itu dalam pertemuan Menteri Luar Negeri dan Dalam Negeri se Eropa di Luxembourg untuk membahas banjirnya kedatangan pengungsi untuk memasuki wilayah Eropa. Perdana Menteri Italia Matteo Renzi secara terpisah mengatakan bahwa penjaga perairan Italia telah meminta kapal dagang untuk datang membantu dua perahu di perairan Libia dengan 450 orang didalamnya setelah mereka meminta pertolongan. Kepolisian Yunani juga melaporkan adanya tiga orang migran tewas, termasuk anak kecil, setelah perahu yang datang dari Turki tenggelam di wilayah pulau Rhodes. Tayangan dramatis menunjukkan bahwa orang – orang berusaha menyelamatkan diri dengan meraih puing – puing bersamaan dengan terjangan ombak yang menyapu mereka ke bebatuan. Sebanyak 93 orang berhasil diselamatkan. Sampai pertengahan minggu lalu otoritas Italia telah berhasil menyelamatkan lebih dari 11.000 orang migran. Sementara tahun lalu terdapat 170.000 orang memasuki Italia dan angka ini akan terus meningkat pada 2015. Mogherini mengatakan, pihak Uni Eropa harus memikirkan kebijakan kemanusiaan untuk menampung mereka, jika para migran dipulangkan ke tempat asal mereka itu sama dengan membunuh mereka perlahan – lahan.

Read More.. Label: , , , , ,