Yaman Ajukan Bantuan Pada DK PBB

19.05 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

Pemerintah Yaman mengirimkan utusannya ke rapat PBB pada Rabu ( 6/5 ), untuk meminta bantuan pasukan darat guna memukul mundur serangan dari pasukan pemberontak Houthi. Kini kondisi Yaman memburuk setelah berminggu – minggu dilanda pertempuran. ... Misi PBB ini juga mendesak organisasi hak asasi manusia untuk mendokumentasikan kekerasan barbar yang dilakukan oleh milisi Houthi yang didukung Iran, yang terjadi di Yaman bagian selatan serta kota – kota lainnya. “Kami mendesak komunitas internasional untuk cepat berpartisipasi dengan kekuatan pasukan darat untuk menyelamatkan Yaman, khususnya kota Aden dan Taiz, “tulis pernyataan dibacakan Khaled Alyemany, Duta Besar Yaman untuk PBB dalam sidang Dewan Keamanan PBB seperti dilansir AFP. Dalam pernyataan itu disebutkan juga, bahwa lebih dari 50 orang warga sipil, termasuk anak – anak dan wanita yang melarikan diri menghindari pertempuran di Aden terbunuh ketika serangan udara milisi Houthi menghantam kapal yang mereka tumpangi. Di kota Aden milisi Houthi menjadikan apa saja yang bergerak sebagai target tembakan mereka. Pemerintah Yaman tak berdaya untuk membawa milisi Houthi ke mahkamah internasional dengan dakwaan melakukan kejahatan perang. Pada Rabu (6/5), surat permohonan ditujukan kepada 15 anggota dewan, bersamaan juga milisi Houthi berjuang dengan pasukan yang setia kepada Presiden Abderabbo Mansour Hadi untuk mengendalikan wilayah Tawahi di Aden. Kekuatan angkatan bersenjata pendukung Mansour Hadi termasuk unit militer dan pejuang lainnya telah betempur melawan pemberontak Houthi selama berminggu – minggu di kota Aden, wilayah yang awalnya dijadikan benteng bagi Presiden Hadi sebelum ia melarikan diri ke kota Riyadh, Arab Saudi. Dalam upaya untuk mengembalikan otoritas Presiden Hadi, pasukan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi telah melakukan serangan udara sejak 26 Maret untuk menghentikan pergerakan pemberontak Houthi dalam usahanya menguasai Yaman. Koalisi pimpinan Arab Saudi mengirimkan kekuatan kecilnya ke kota Aden pada akhir pekan, tapi komandan pasukan koalisi membantah hal bahwa sedang mempersiapkan kekuatan besar pasukan darat. Permohonan yang diajukan Yaman kepada PBB diajukan oleh utusan pedamaian Ismail Ould Cheikh Ahmed yang juga akan bertolak ke Riyadh, Arab Saudi untuk melakukan perundingan ulang mencari solusi terkait kondisi politik Yaman.

Read More.. Label: , ,

1.000 Orang Tewas di Yaman, 115 Diantaranya Anak – anak

19.18 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

GENEVA – Sejak 26 Maret, setidaknya 115 anak – anak terbunuh dan 172 orang menjadi cacat karena aksi kekerasan yang merebak di Yaman sejak serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi. Hal ini dikemukakan oleh badan PBB yang khusus menangani anak – anak pada Jum’at (24/4). ...“Kami yakin ini angka yang konservatif, “ungkap Christophe Boulierac, juru bicara UNICEF dilansir AFP. Ia menambahkan, setidaknya ada 64 anak yang tewas karena menjadi korban serangan udara antara 26 Maret dan 20 April. UNICEF mengatakan, 26 anak tewas karena artileri yang tidak meledak dan ranjau, 19 anak lainnya tewas akibat terkena tembakan senjata api, tiga anak ketika sedang berlindung dan 3 anak lainnya tak diketahui penyebab kematiannya. UNICEF mengatakan, sebanyak 71 anak meninggal di wilayah utara Yaman. WHO mengatakan, pada Kamis jumlah seluruh korban tewas akibat serangan udara telah mencapai 1.000 orang dan badan PBB yang menyangkut hak asasi pada Jum’at (24/4) mengatakan sebanyak 551 orng korban tewas adalah warga sipil. Julien Harneis dari UNICEF juga melaporkan bahwa sejak 26 Maret, setidaknya 140 anak – anak telah direkrut untuk bergabung dengan kelompok bersenjata. “Terdapat ratusan ribu anak – anak di Yaman yang terus menjalankan hidupnya di tengah – tengah keadaan berbahaya, banyak yang terjaga ketakutan di tengah larut malam akibat suara bom dan tembakan senjata api, “ungkap Harneis dalam pernyataan. “Jumlah korban anak – anak jelas menunjukkan bagaimana sangat menghancurkannya konflik berkepanjangan ini bagi anak – anak lainya, “sambung Harneis. Pejabat AS mengatakan iring – iringan kapal Iran yang diduga berisi senjata untuk kelompok Syiah di Yaman telah memutar haluan kembali ke Iran. Konflik ini telah membangkitkan ketegangan antara kelompok Suni dari Arab Saudi dan kelompok Syiah di Iran yang mendukung kelompok milisi Houthi. Situasi Yaman kini menimbulkan kekhawatiran besar bahwa daerah ini akan menjadi daerah peperangan baru diantara kekuatan negara – negara Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Yaman, Riyadh Yassin pada Kamis, melakukan tuduhan kepada Teheran karena berusaha menerobos barisan pertahanan wilayah laut Yaman. Yassin menambahkan bahwa perang ini merupakan rencana dari Iran yang pelaksanaannya dilakukan oleh milisi Houthi. Seorang pejabat AS mengatakan pada Kamis sebanyak 9 kapal Iran beriringan menuju masuk perairan Yaman, namun mereka akhirnya berbalik arah. Kapal induk USS Theodore Roosevelt dan kapal perang AS lainnya telah dikerahkan disekitar perairan Yaman untuk mengatasi armada kapal kecil Iran dan mencegah penyelundupan senjata bagi kelompok milisi Houthi. Dalam iring – iringan kapal itu terdapat kapal bersenjata, “ungkap pejabat AS. Ia menambahkan mungkin saja kapal Iran itu dapat kembali kapan saja. Iran merupakan pendukung utama bagi kelompok Houthi, namun dengan lantang mereka membantah telah mempersenjatai Houthi. Rencana proses perdamaian telah disampaikan ke PBB, meminta diadakannya gencatan senjata dan formasi baru pemerintahan bersatu. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon mengatakan rencananya untuk menunjuk seorang diplomat Mauritania, Ismail Ould Cheikh Ahmed sebagai utusannya untuk berkunjung ke Yaman. Ahmed akan menggantikan diplomat Maroko, Jamal Benomar yang mengundurkan diri minggu lalu karena kehilangan dukungan dalam upaya mediasi negara – negara teluk yang kaya minyak ini.

Read More.. Label: , ,

AS Percepat Kiriman Senjata, Iran Siagakan Kapal Perang di Teluk Aden

20.43 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

YAMAN - Washington melibatkan diri lebih jauh atas partisipasinya bersama pasukan serangan udara pimpinan Arab Saudi di Yaman, hal ini diungkapkan pada Rabu. Institusi yang memberikan bantuan bergegas untuk menurunkan bantuannya menolong warga sipil yang terjebak, situasi penuh ketegangan ini telah memasuki minggu ketiga. ...Palang Merah Internasional telah mengingatkan situasi yang menjadi bencana kemanusiaan ini di bagian selatan kota Aden, dimana para milisi yang loyal kepada Presiden Abedrabbo Mansour Hadi telah melakukan pertahanan untuk melawan pasukan pemberontak Houthi yang menganut paham Syiah dan kekuatan sekutunya dalam angkatan bersenjata. Sejumlah korban terbunuh dan luka dalam pertempuran jalanan di pusat kota pelabuhan dan bantuan dari Doctors Without Borders mengatakan masih banyak lagi korban warga sipil yang tak dapat menempuh perjalanan ke rumah sakit. Menurut informasi dari pihak militer Yaman, delapan orang milisi Houthi terbunuh serta tiga orang loyalis mantan Presiden Saleh juga tewas saat pertempuran di kota Aden. Sumber militer lainnya juga mengatakan, lokasi pemberontak yang menguasai bandara internasional dan pangkalan udara militer Al-Anad di bagian utara juga terkena bom. Kekuatan terbesar kaum Syiah, Iran, sangat menentang dan mengutuk intervensi asing yang dipimpin oleh Arab Saudi. Melalui perwakilan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammed Javad Zarif, mereka berusaha meningkatkan upaya perundingan penyelesaian dengan melakukan kunjungan ke negara sekutu Arab Saudi, Pakistan. Islamabad sejauh ini belum menyatakan bergabung bersama sembilan negara koalisi Arab pimpinan Riyadh, yang sebagian besar pengikut paham Sunni. Islamabad khawatir akan memperdalam perpecahan sektarian didalam negeri dan seluruh dunia Muslim. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengatakan Pakistan tidak terburu – buru untuk memutuskan dan upaya diplomatik yang melibatkan Turki dan Iran sedang dilakukan. Pada Selasa ketika berada di Tehran, Iran, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menyatakan dukungannya kepada pasukan koalisi Arab Saudi namun tidak memberikan dukungan kekuatan militernya. “Kami berdua berpikir bahwa perang dan partumpahan darah di daerah ini harus segera dihentikan dan gencatan senjata penuh harus dijalankan dan serangan harus dihentikan, “ ucap Hassan Rouhani, rekan pejabat dari Iran setelah pertemuan mereka. Seperti dikutip AFP, Wakil Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan pemerintahan Washington meningkatkan pengiriman senjata dan berbagi data intelijen untuk memberikan dukungannya kepada pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. “Arab Saudi mengirimkan pesan yang kuat ke milisi Houthi dan sekutunya, bahwa mereka tak dapat menyerbu Yaman dengan kekuatannya, “ucap Blinken kepada AFP di ibukota Arab Saudi, pada Selasa malam. Setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Arab Saudi, Mohammed bin Salman dan pejabat Arab Saudi lainnya, Blinken berkata, “Untuk mendukung upaya itu, kami telah mempercepat pengiriman senjata”. Seorang pejabat pertahanan AS kepada media AFP mengatakan, prioritas amunisi yang dikirim adalah perlengkapan perang, bom yang dipandu dengan tingkat akurasi yang tinggi. Pasukan koalisi telah melancarkan serangan udaranya sejak 26 Maret, ketika pemberontak Houthi dan sekutunya berusaha merebut kota Aden, tempat persembunyian Presiden Hadi. Pemerintah Arab Saudi menuduh Iran telah memberikan dukungan kepada pemberontak Houthi dan bersumpah terus melakukan serangan sampai mereka menyerah, hal ini untuk menghindari berdirinya negara bagian yang pro Iran. Namun pasukan pemberontak mempunyai kekuatan sekutu yang tangguh dalam angkatan bersenjata yang tetap loyal kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang dipaksa mundur pada 2012 dalam kudeta berdarah yang terinspirasi dari pergolakan Arab Spring. Kantor berita Iran melaporkan pada Rabu bahwa Iran telah mengirimkan dua kapal perangnya ke teluk Aden memperkuat kehadiran militernya di sepanjang lepas pantai Yaman dimana Arab Saudi melancarkan serangan udara untuk mengusir pemberontak Houthi yang didukung Iran. Laksamana Habibollah Sayyari kepada media Press TV mengatakan, kapal penghancur The Alborz dan kapal pendukung Bushehr berlayar dari Bandar Abbas dengan misi melindungi jalur pengiriman laut Iran dari perompak kapal. Seperti dilansir Reuters, Sayyari juga mengatakan, kapal – kapal ini akan berpatroli di Teluk Aden, bagian selatan Yaman dan sekitar Laut Merah, karena daerah ini dianggap jalur perdagangan laut penting dan juga pintu gerbang bagi Eropa dan Timur Tengah. Arab Saudi bersama beberapa negara Arab yang menjadi sekutunya telah memberlakukan pengepungan udara dan laut di Yaman dalam dua minggu terakhir untuk mengusir pemberontak Houthi, yang telah menguasai sebagian besar wilayah Yaman dan memaksa Presiden Mansour Hadi melarikan diri ke Riyadh.

Read More.. Label: , , , , ,

Milisi Houti Kuasai Aden, Presiden Hadi Melarikan Diri

20.39 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

Pasukan milisi Houti di Yemen yang mendapat dukungan dari angkatan bersenjata menguasai pangkalan udara pada Rabu (25/3). Mereka muncul siap untuk menguasai wilayah selatan pelabuhan Aden, yang dijaga oleh pasukan loyalis Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. Milisi Houti bersama dukungan aliansi dari militer kemudian masuk kedalam sejauh 40 kilometer di wilayah perkotaan. ... Daerah ini telah menjadi tempat persembunyian Presiden Hadi sejak ia melarikan diri dari kekuatan milisi Houti di ibukota Sanaa bulan lalu. Perselisihan di Yaman akibat perang saudara telah membuat negara ini menjadi genting yang sebagian besar penduduknya beraliran Sunni Arab Saudi terlibat persaingan dengan negara Iran. Pemerintah Yaman menuduh pemerintah Arab Saudi telah menuai perselisihan sectarian dengan memberikan dukungan kepada milisi Houthi. Kerajaan Arab Sunni di Yaman telah mengutuk aksi milisi Houthi yang dianggap sebagai sebuah aksi kudeta. Juga ada perdebatan terkait intervensi militer dalam dukungannya terhadap Presiden Hadi dalam beberapa hari terakhir. Kepada Reuters penduduk sekitar mengatakan, jenazah dari kedua kubu tergeletak di jalanan daerah pinggiran Houta ibukota Lahej wilayah utara dari Aden. Lalu lintas Aden tersumbat ketika orang tua membawa anak mereka sepulang dari sekolah dan para karyawan di kantor – kantor swasta menuruti perintah untuk meninggalkan pekerjaannya. Seorang saksi mata mengatakan, milisi pro Presiden Hadi dan pasukan bersenjata milisi Houthi berkeliaran di kota menunjukkan kekuatannya. Kekuatan milisi di wilayah utara bersama dengan pasukan tentara yang loyal kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh telah memukul mundur para pejuang suku, tentara, pasukan milisi separatis dari selatan yang setia kepada Presiden Hadi. Milisi Houthi yang menganut paham Syiah dan didukung Iran, telah mengambil kendali kota Sanaa pada September. Pada akhir pekan, ketika pergerakan mereka mulai mendekat ke wilayah Aden mereka menguasai pusat kota Taiz. Pemimpin Houthi mengatakan kemajuan pergerakan mereka merupakan sebuah aksi revolusi terhadap Presiden Hadi dan melawan pemerintahannya yang penuh korupsi. Iran memberikan dukungan kebangkitan mereka sebaga bagian dari ‘Kebangkitan Islam´ di wilayah ini. Seorang ajudan kepresidenan membantah adanya laporan yang menyebutkan Presiden Hadi telah meninggalkan Aden. Pejabat itu mengatakan, Presiden Hadi telah dipindahkan ke sebuah lokasi yang aman di Aden, hal ini dikemukakan tal lama setelah adanya pernyataan yang mengatakan bahwa presiden telah melarikan diri keluar negeri dengan helikopter. “Presiden Hadi menaiki helikopter dari istana al-Maasheeq menuju tempat yang tak diketahui keluar negeri, “ungkap seorang penjaga istana. Ketika Presiden Hadi bersumpah untuk memukul mundur milisi Houthi kearah selatan dan meminta bantuan militer dari Arab Saudi, hal kebalikannya telah berkembang sejak pecahnya konflik ini pertama kali di Yaman Selatan. Milisi Houthi telah membuat kemajuan pesat ke wilayah selatan. Di kota Houtha para pemilik toko tidak menjalankan aktifitasnya dan warga melaporkan mendengar suara tembakan senjata api mesin dan jenazah dari kedua pihak yang berselisih tergeletak di jalanan. Saksi mata lain juga mengatakan, pejuang Houthi bersama tentara sekutunya sebagian besar melewati pusat kota dan mengarah ke jalan penuh pasir menuju pinggiran kota wilayah selatan menuju Aden. Sementara pertempuran terbuka yang dilancarkan gerakan muslim Syiah Houthi, banyak warga Aden yang percaya bahwa otak dibalik aksi ini adalah mantan Presiden Ali Abdullah Saleh. Pada 1994 saat Saleh masih menjadi Presiden ia memerintahkan perang singkat nan brutal dan peghinaan untuk menumpas pemberontakan di wilayah selatan. Pada Rabu, pasukan militer yang loyal terhadap Saleh memperingatkan terhadap setiap adanya campur tangan pihak asing. Melalui sebuah pernyataan dalam situs online partai yang dipimpin Saleh, tertulis bahwa Yaman dengan segenap kekuatannya akan melakukan perlawanan terhadap hal itu.

Read More.. Label: , , ,