Kim Jong-Un Siap Hadapi Lawannya Dengan Nuklir

19.57 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

SEOUL – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberi perintah pada angkatan bersenjata Korea Utara untuk bersiap siaga. Perintah pemimpin Korea Utara ini terutama dikhususkan pada divisi persenjataan nuklir. Mereka harus bersiaga untuk tindakan serangan pencegahan yang dapat terjadi kapan saja. Hal ini disampaikan setelah sebelumnya PBB menjatuhkan sanksi baru terhadap Korea Utara pada Rabu (2/3) karena melakukan uji coba nuklir. Foto/Reuters: Kim Jong-Un umumkan kesiapan persenjataan nuklirnya ... Kantor berita Korut KCNA kemarin melaporkan, bahwa hulu ledak nuklir dikerahkan dalam posisi siaga, sehingga dapat diluncurkan tiap saat. Dia juga mengingatkan bahwa situasi di semenanjung Korea menjadi sangat berbahaya. Hal ini membuat otoritas Korut merasa penting untuk menerapkan strategi militernya ke tingkat “serangan pencegahan”. Situasi seperti ini sudah beberapa kali dialami Korut setiap kali ada ketegangan. Korut diketahui hanya memiliki jumlah hulu ledak nuklir dalam jumlah kecil. Para ahli menilai kemampuan yang dimilki Korut untuk membuat hulu ledak hingga berfungsi sesuai sistemnya. KCNA juga melaporkan Kim membuat pernyataan setelah dirinya menyaksikan latihan militer Korut. Juga dikatakan bahwa persenjataan Korut mampu menjangkau wilayah Korsel. Kim mengatakan, Korea Utara harus memperkuat senjata nuklir baik dari segi jumlah maupun kualitasnya, serta menekankan pada keinginannya mengerahkan senjata berhulu ledak nuklir demi mempertahankan bangsa. "Seluruh senjata itu harus siap ditembakkan kapanpun," tulis KCNA mengutuip pernyataan Kim. Sementara itu pihak AS menganggap remeh ancaman Kim Jong Un yang dianggap sebagai pameran senjata belaka. “Kami belum melihat uji coba atau demonstrasi kemampuan Korut membuat hulu ledak nuklir dan menaruhnya pada rudal balistik antar benua (ICBM),” jelas seorang pejabat keamanan AS pada AFP. Dia menambahkan pasukan AS dan sekutunya telah siap jika diperlukan untuk menangkal jika terjadi serangan. Park Geun-Hye Presiden Korea Selatan berjanji bahwa otoritas Korsel akan memberi hukuman tegas jika ada aksi provokasi yang dilakukan Korut. Dia juga mengingatkan buruknya tanggapan Korut atas dijatuhkannya sanksi PBB. Pada Kamis (3/3)Menteri Pertahanan Korea Selatan menegaskan Korut meluncurkan roket di lepas pantai kedalam laut hingga kedalaman 150 km. Aksi ini menyebabkan Korut menerima sanksi dari Dewan Keamanan PBB. Otoritas Pyongyang juga menolak sanksi yang dijatuhkan dengan menganggapnya sebagai suatu tindakan yang tidak adil, terlarang dan tak bermoral dan berjanji tetap akan mengembangkan persenjataan nuklirnya. “Penguatan persenjataan penangkal nuklir kami adalah latihan yang legal serta merupakan hak kami untuk pertahanan diri. Ini akan terus berlangsung selama kebijakan bermusuhan yang dilakukan AS masih berjalan,” jelas Menteri Luar Negeri Korut dalam pernyataannya.

Read More.. Label: , , , , ,

Kim Jong-un Incar Target Eksekusi Berikutnya

21.31 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

Kim Jong Un terus melakukan eksekusi mati terhadap orang – orang yang dianggap tidak patuh menjalankan perintahnya. Ini terjadi pada pejabat tinggi yang berada di jajaran Kim. Kali ini terkait persoalan kegagalan peningkatan kesejahteraan makanan bagi para prajurit Korea Utara. ... Calon yang akan korban penyingkiran berikutnya yang dianggap membangkang adalah Wakil Pemimpin Angkatan Bersenjata, So Hong-chan serta beberapa orang terdekatnya karena dianggap tidak menjalankan perintah Kim. Korban terakhir dari aksi sepihak yang dilakukan Kim adalah Pemimpin Angkatan Bersenjata, Hyon Yong-chol yang tertangkap basah sedang tertidur saat dilakukan rapat yang panjang dengan pemimpin Korea Utara. Dilaporkan bahwa Jenderal malang itu dieksekusi mati dengan senjata anti pesawat dengan jarak kurang dari 100 yards ( 91 meter ) atas perbuatan yang dianggap berkhianat. Namun, sekarang Kim mulai melakukan pembersihan terhadap pejabat – pejabat yang dianggap dekat dengan mantan pemimpin militer itu, karena loyalitas mereka diragukan. Kandidat utama korban berikutnya adalah So Hong-chan yang dilantik menjabat posisi wakil pemimpin militer pada November 2013. Para pengamat meyakini bahwa So akan segera disingkirkan karena ia tidak terlihat saat Kim melakukan kunjungan ke Kumsusan Place of the Sun, tempat dimana jenazah ayahnya Kim Jong-il dan kakeknya dibalsem dan diperlihatkan kepada publik. So terakhir terlihat di hadapan publik saat Kim melakukan kunjungan untuk pengarahan lapangan dimana ia memberikan nasehat kepada rakyatnya. Diperkirakan para petinggi militer itu gagal melaksanakan tugas dari Kim yaitu untuk meningkatkan tunjangan kesejahteraan berupa beras bagi para prajurit Korea Utara. Hyon Yong-chol, 66, yang menduduki posisi pemimpin militer Korea Utara pada 2012 dieksekusi dihadapan ratusan pejabat militer pada 30 April 2015 di markas militer ibukota Pyongyang. Pada Oktober 2014 gambar citra satelit menunjukkan adanya eksekusi mati terhadap beberapa orang di markas militer ini, jadi ini bukan kali pertama senjata anti pesawat dengan jenis ZPU-4 digunakan dalam metode pembunuhan barbar ini. Citra satelit menunjukkan orang yang akan dijadikan target hanya berjarak 100 feet (30 meter), padahal senjata jenis ini mempunyai akurasi tembakan sejauh 26.000 feet ( 7.924 meter ). Han Ki-Beom, Wakil Direktur Badan Intelijen Korea Utara kepada komite parlemen mengatakan bahwa ratusan pejabat militer menyaksikan eksekusi pada 30 April itu. Ia juga menambahkan bahwa Hyon dieksekusi dengan senjata anti pesawat di markas Akademi Militer Kang Kon, hal ini dimaksud bahwa sebagai pemimpin harus memberi contoh perilaku yang baik.

Read More.. Label: , , ,