Jelang Kunjungan Obama ke Kuba Ukir Lembaran Baru

19.36 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama akan mendarat di Havana, Kuba pada Minggu (20/3). Hal ini dilakukan untuk mengakhiri hubungan yang sebelumnya dingin antara AS – Kuba. Obama ingin kembali menjalin hubungan yang harmonis dengan Kuba serta melancarkan hubungan kepresidenan yang menjadi suram selama ini. Foto/Getty: Tujuan Obama pulihkan hubungan harmonis kedua negara ... Obama menjadi Presiden AS pertama yang akan menginjakkan kakinya di Kuba setelah Calvin Coolidge yang menjabat Presiden AS pada 1923. Presiden Coolidge mengunjungi Kuba pada 1928 dengan menggunakan kapal perang, sebelum ditemukannya penisilin atau ballpoint (pulpen berujung bola kecil). Dalam kunjungannya nanti Obama akan didampingi ibu negara Michelle Obama serta kedua putri mereka Sasha dan Malia. Direncanakan Obama akan melakukan tur kota Havana Tua duduk berdampingan dengan Raul Castro. Presiden AS ini juga akan memberikan pidatonya di hadapan warga Kuba. Selama ini otoritas Kuba telah menanamkan propaganda seumur hidup untuk melawan imperialisme AS kepada para warganya. Obama akan mengadakan pembicaraan dengan pemerintahan komunis Kuba, kendati demikian Gedung Putih telah menyatakan dengan jelas bahwa pendekatannya akan mengarah secara langsung kepada rakyat Kuba. Obama akan menemui para warga yang menentang negaranya, pelaku wirausaha. Pidato Obama nantinya akan disiarkan langsung pada Minggu (20/3) di radio dan televisi. “Kami menganggap piato ini sebagai hal momen unik dalam sejarah kedua negara,” ucap Ben Rhodes, Penasehat Senior Kebijakan Luar Negeri AS dan arsitek dari kunjungan Obama ini. Diharapkan Obama akan sampai pada pembahasan obligasi umum, seperti halnya menjalin keterbukaan yang lebih luas lagi. Strategi yang dilakukan Presiden Obama dengan melakukan kerjasama ekonomi dengan harapan diikuti reformasi hubungan politik kedua negara. Hal ini akan membuka pintu bagi kedua warga negara untuk saling berkunjung untuk berlibur, melakukan perdagangan, serta menjalin komunikasi dengan Kuba. Masih banyak warga AS yang memandang Kuba sebagai sebuah ‘pulau penjara’ hasil dari pemerintahan John F Kennedy yang identik dengan kobaran semangat, komunisme dan represi. Politikus AS juga berpikir sebaliknya, bahwa keterlibatan AS tak seharusnya bergantung pada konsesi dari mantan musuh perang dinginnya. Obama dan pemerintahannya bersikeras untuk mewujudkan hubungan baik ini dengan memberikan kebaikan. Hal ini berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintahan AS sebelumnya terhadap Kuba yang dianggap gagal selama 50 tahun terakhir. “Ini bukan soal memberikan konsesi. Ini adalah masalah dan kita terlibat langsung dengan rakyat Kuba,” jelas Obama kepada CNN. Sejak menjadi Presiden AS, Obama juga berupaya untuk mencairkan hubungan kedua negara dan membentuk kembali hubungan yang harmonis. Kennedy dicari oleh revolusiner Kuba sebelum akhirnya dia ditembak mati di Dallas, AS. Obama terkadang menemukan sebuah kenikmatan tersendiri saat bernegosiasi dengan musuh-musuh AS dibanding dengan para sekutu tua AS. Seperti saat dirinya mewujudkan peristiwa penting kesepakatan nuklir dengan Iran. Strateginya yang menerapkan langkah mundur dari Timur Tengah telah membuat kesal Arab Saudi. Obama berpendapat Arab Saudi selama ini telah menjadi anak emas terlalu lama dalam beberapa kebijakan luar negeri AS. Para kritikus berpendapat penerapan dari beberapa kebijakan itu telah membawa bencana, mengklaim penarikan mundur pasukan AS dari Irak. Ketidakmauan Obama untuk menghentikan perang brutal yang berlangsung di Suriah telah memicu pertumbuhan kelompok ISIS. Namun kunjungannya ke Kuba selama tiga hari, Obama mempertaruhkan perhitungan strateginya untuk memetik hasil dengan resiko yang tinggi. Kunjungan Presiden AS ke Kuba merupakan puncak dari hasil negosiasi yang telah berlangsung selama 18 bulan terakhir. Hasilnya adalah dengan terbentuknya kembali hubungan diplomatik yang ditandai dengan dibukanya kembali kantor Kedutaan AS di Havana, Kuba akhir Agustus lalu.

Read More.. Label: , , , , , ,

Obama Tunda Kepulangan 9.800 Pasukan AS dari Afghanistan

19.38 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

KABUL – Pemerintah Afghanistan menyambut baik diundurnya penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari negaranya sampai 2016. Hal ini dirasa perlu untuk membantu Afghanistan menanggapi perlawanan pemberontak Taliban dengan kekuatan penuh. ... Taliban juga berjanji akan terus melakukan aksi jihadnya sampai pasukan terakhir AS angkat kaki dari Afghanistan. Keputusan ini diumumkan Presiden AS Barack Obama pada Kamis (15/10) untuk mempertahankan sebanyak 9.800 tentara AS untuk membantu pasukan Afghanistan. Obama juga menyatakan bahwa pasukan Afghanistan belum siap untuk bertempur sendiri dan menganggap bahwa ini adalah langkah yang tepat. Pasukan Afghan juga belum sekuat seperti yang diperlukan negaranya. “Sebagai panglima tertinggi, saya tidak mengijinkan Afghanistan dijadikan surga bagi para kelompok teroris untuk menyerang AS lagi,” ucap Obama dilansir AFP. Obama menambahkan, belum kuatnya militer Afghanistan dan adanya kemajuan signifikan yang diperlihatkan kelompok Taliban menjadi alasan penundaan penarikan mundur pasukan. Saat ini kekuatan Taliban diyakini mampu melancarkan serangan maut ke kota – kota. Dua hal yang menjadi perhatian penting bagi pasukan AS selama menetap disini, pertama meningkatkan kemampuan militer Afghanistan, kedua melakukan operasi kontra terorisme. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dalam pernyataannya mengatakan dia menyambut baik keputusan ini. Pemerintahan Afghan akan melawan ketakutan dan aksi teror dengan kekuatan penuh. Kemarin Ghani juga mengunjungi pasukan AS yang berada di wilayah utara kota Kunduz. “Saya bangga kepada Anda semua. Terima kasih atas pengorbanan dan patriotisme kalian,” ucap Ghani dilansir AFP. Dalam kunjungannya itu, Ghnai juga memberikan medali keberanian bagi para tentara yang telah berhasil merebut kembali kota Kunduz dari tangan Taliban. Keberhasilan pasukan AS ini dianggap sebagai kemenangan besar sejak 2001 dan menjadi kejutan bagi seluruh warga Afghanistan. Keputusan Obama ini mendapat dukungan dari Kanselir Jerman Angela Merkel. Jurubicara Merkel mengatakan bahwa Kanselir setuju dengan rencana Obama mempertahankan keberadaan pasukan AS di Afghanistan. “Dia sangat mendukung pengumunan yang dilakukan Obama pada Kamis (15/10) menunda penarikan mundur pasukan AS,” jelas Steffen Seibert juru bicara Kanselir Jerman dilansir Reuters. “Pengumunan ini merupakan sebuah petanda yang sangat penting bagi komunitas internasional, bagi negara – negara sekutu AS, namun diatas itu semua merupakan petanda penting bagi rakyat Afghanistan,” sambung Seibert. Sementara kelompok Taliban menentang keras keputusan Obama. Mereka menilai bahwa pemerintahan Islam harus segera diterapkan di Afghanistan, serta tidak boleh ada intervensi dari pihak asing dalam urusan dalam negeri Afghanistan. Taliban menekankan bahwa adanya kehadiran pihak asing di Afghanistan yang dipimpin AS harus segera diakhiri dalam bentuk apapun.

Read More.. Label: , , , ,

Kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat

19.06 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

Presiden Xi juga menekankan bahwa melambatnya pertumbuhan ekonomi negaranya hanya bersifat sementara dan pemerintah China bertanggung jawab atas terjadinya gejolak pasar. ... “Saat ini semua sektor ekonomi mengalami kesulitan dan kondisi ekonomi kami juga dalam tekanan,” ucap Presiden Xi dilansir AFP. “Pasar saham China telah mencapai tahap pemulihan dan penyesuaian sendiri,” lanjut Xi. Dalam dua hari kunjungannya di Seattle, AS Presiden Xi mengatakan ingin mewujudkan hubungan yang baik antara kedua negara. Dia juga akan membantu mencegah apa yang selama ini menjadi konflik. Jika terus berlangsung situasi ini berbahaya bagi hubungan kedua negara. Hal ini diutarakan dalam pertemuannya dengan para pemimpin perusahaan di Seattle, tempat pertama dalam kunjungan kenegaraannya. Xi juga menemui Gubernur Negara Bagian Washington Jay Inslee, Walikota Seatle Ed Murry, Senator Negara Bagian Washington Patty Murry, Anggota Dewan Perwakilan Rick Larsen dan Mantan Duta Besar AS untuk Tiongkok Gary Locke. Pernyataan ini juga menjadi pesan bagi Gedung Putih bahwa perusahaan – perusahaan AS membutuhkan China. Pada Rabu (23/9) dia akan berkunjung ke kampus Microsoft dan fasilitas besar perakitan pesawat Boeing, hal ini setelah maskapai China memesan 300 pesawat jenis 737 airliner. Pada 1971 diplomat AS, Henry Kissinger melakukan usaha secara diam - diam pertamanya untuk memperbaiki hubungan yang pecah dengan China. Dia memuji Xi sebagai seorang yang mampu untuk membawa hubungan kedua negara ke arah yang baik. Presiden Xi juga membuat para hadirin terpesona dengan menyampaikan potongan pidato Martin Luther King, juga mengingat kembali kunjungan sebelumnya ke Seattle, referensi budaya terkenal AS termasuk sebuah film komedi romantis ‘Sleepless in Seattle’. Dia juga melakukan pembelaan terhadap pemerintahannya, terkait tindakan keras terhadap para koruptor. “Ini tak ada kaitannya dengan perebutan kekuasaan. Ini bukanlah ‘Rumah Judi’,” sindir Presiden Xi. Dia juga mengingatkan pada pemerintah AS bahwa China berperan penting terhadap isu – isu global seperti Ebola, ancaman nuklir Korea Utara, perubahan iklim global. China juga menjadi penyelamat ekonomi dunia saat krisis dunia pada 2008. Terkait pemberantasan korupsi, Xi juga menyatakan secara terbuka pendapatnya kepada pemerintah AS. Negaranya merasa keberatan dengan para koruptor yang bersembunyi di negara AS. Dia mengajak kerjasama dari pemerintah AS, sehingga unsur – unsur terkait korupsi akan mendapat penolakan di luar negeri. China banyak dikritik oleh dunia luar terkait undang – undang keamanan baru yang akan mencabut perlindungan hukum terhadap organisasi non pemerintahan (NGO). “Negaranya menyambut baik dan akan melindungi mereka yang aktifitasnya membawa manfaat bagi rakyat China,” ucap Xi. “NGO asing di China harus mematuhi hukum China dan melakukan aktifitasnya sesuai hukum yang berlaku,” tambah Xi. Beberapa jam setelah kedatangan Presiden Xi di AS, Penasehat Keamanan Nasional Gedung Putih Susan Rice pada Selasa (22/9) bertemu dengan perwakilan dari universitas, pengusaha dan aktivis hak asasi. Pembahasan terkait akan diterapkannya layanan kemanan di China jika RUU diberlakukan. “Pembahasan hari ini fokus kepada kekhawatiran bahwa rancangan undang – undang tak akan memberi ruang bagi masyarakat sipil di China,” tulis pernyataan Gedung Putih.

Read More.. Label: , , , , ,