Lima Perompak MT Orkim Harmony Masih Buron

19.26 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

PUTRAJAYA – Badan Penegak Maritim Malaysia (MMEA) memastikan keterlibatan 13 orang dalam aksi pembajakan kapal MT Orkim Harmony, namun saat ini baru 8 orang yang berhasil ditahan, sementara lima lainnya masih dalam perburuan pihak berwajib. ... Ahmad Puzi Ab Kahar, Wakil Direktur MMEA mengatakan disamping delapan orang yang telah ditahan di perairan Vietnam pada Jum’at (19/6), terdapat lima orang yang kabur dengan kapal penarik yang sebelumnya digunakan untuk mendekati kapal MT Orkim Harmony. Kelima tersangka memisahkan diri dengan yang lainnya, kemudian angkatan laut Indonesia menemukan kapal penarik mereka di Batam. “Kelima orang ini masih buron, sementara ini kami menggunakan segala cara untuk memastikan kedelapan tersangka dapat diekstradisi ke Malaysia untuk penyelidikan lebih lanjut, “ucap Datuk Ahmad Puzi saat konferensi media seperti dilansir StraitsTimes. Dia juga mengatakan dari penyelidikan lanjutan yang dilakukan otoritas Vietnam terungkap bahwa para tersangka bukan penjahat amatir, tapi penjahat kawakan. “Melihat bagaimana mereka melakukan aksi perampokan, dengan mematikan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS). Sehingga mereka dapat pergi tanpa terdeteksi dan bagaimana saat mereka ditemukan dengan gepokan uang tunai di kapal. Itu menunjukkan bahwa mereka tahu apa yang mereka lakukan, “sambung Puzi. Dia menambahkan otoritas Malaysia melakukan upaya semaksimal mungkin untuk memastikan para tersangka dapat diekstradisi secepatnya. Dalam pernyataannya Ahmad Puzi mengatakan, otoritas Vietnam mengonfirmasi bahwa delapan orang tersangka ini telah mengakui melakukan kejahatan. Puzi menyatakan bahwa MMEA sejauh ini sedang menangani 5 kasus perampokan bersenjata yang melibatkan 40 tersangka, yang kini menjalani hukuman karena melakukan pelanggaran kriminal. Sidang pengadilan telah dimulai untuk kasus yang melibatkan kapal MT Sun Birdie. “Oleh karena itu, bagi MMEA penyelidikan dan penuntutan melibatkan perampokan di laut bukanlah hal baru, “lanjut Puzi. Tim forensik MMEA telah mulai mengumpulkan barang bukti dari MT Orkim Harmony dan pernyataan sedang dibuat dari para saksi yang berada di kapal. Dalam perkembangan terkait, Puzi mengatakan nahkoda dan kru dari MT Orkim Harmony diberikan konseling untuk mengatasi trauma dari insiden. Rumah Sakit Angkatan Bersenjata dan bala bantuan MER-C Malaysia yang memberikan konseling ini. Kapal MT Orkim Harmony bermuatan bahan bakar bensin seberat 6.000 ton, diperkirakan senilai 21 juta ringgit (Rp 74,8 miliar). Saat dilaporkan hilang pada 11 Juni pukul 8:57 kapal sedang melakukan pelayaran dari Malaka menuju pelabuhan Kuantan. Kapal yang dimiliki oleh perusahaan Magna Meridian Sdn Bhd saat itu sedang membawa 22 kru terdiri dari 16 warga Malaysia, 5 warga Indonesia dan seorang warga Myanmar.

Read More.. Label: , , , ,

Delapan Pembajak MT Orkim Harmony Ditangkap

20.27 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

HANOI – Otoritas Vietnam menangkap delapan orang pembajak kapal tangker berbendera Malaysia pada Jum’at (19/6). Pada Minggu media setempat melaporkan, ketika mereka ditangkap kedelapan pembajak ini berbicara bahasa Indonesia dan membawa uang tunai dalam jumlah banyak. ... Kelompok pembajak ini ditangkap ketika mereka berhenti di pulau Tho Chu yang terletak di wilayah barat daya Vietnam. Saat itu dengan perahu penyelamat mereka hendak melaporkan telah mengalami kecelakaan di laut. Pada hari yang sama otoritas Malaysia mengatakan delapan orang yang seminggu lalu telah menahkodai kapal MT Orkim Harmony, berhasil mengelabui kapal perang dengan meloloskan diri menggunakan sekoci ditengah kegelapan. Dalam dua tahun terakhir pembajakan kapal semakin meningkat di wilayah Asia Tenggara. Mereka menargetkan kapal tangker kecil yang membawa bensin, solar atau minyak gas. Media VNExpress pada Minggu mengatakan kedelapan orang yang berusia antara 19 hingga 61 tahun berbicara bahasa Indonesia. Ketika ditanyai mereka tak dapat memberi penjelasan darimana mendapatkan mata uang asing dalam jumlah besar dan puluhan telepon seluler yang mereka bawa. “Otoritas Malaysia telah mulai proses mengekstradisi para pembajak dalam upaya untuk membawa kedelapan orang ini secepatnya, “ucap Direktur Jendral Ahmad Puzi AbKahar dari Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) dilansir business standard. “Para tersangka ini sangat keras kepala, menolak untuk bekerja sama. Mereka adalah profesional dan semuanya sangat tenang, “ucap Letnan Do Van Toan, Polisi Kelautan Vietnam seperti dilansir AFP. Seorang polisi kelautan lainnya, Kolonel Le Van Minh mengatakan penyelidik memiliki cukup alasan untuk menuntut kedelapan tersangka. “Vietnam secara aktif bekerja sama dengan Malaysia dalam kasus ini. Hal utama adalah bagaimana membuat mereka mengakui tindak kejahatannya, “ucap Minh. Sementara itu kantor berita Indonesia mengatakan pihak Jakarta telah memerintahkan kedutaan besar Indonesia di Hanoi untuk mencari tahu kewarganegaraan dari delapan orang itu. Ketika dilaporkan hilang pada 11 Juni lalu Kapal MT Orkim Harmony sedang berlayar dari pantai barat Malaysia menuju pelabuhan Kuantan di pantai timur dengan membawa muatan 6.000 ton bensin yang diperkirakan senilai USD 5,6 juta (Rp 74,6 miliar). Angkatan Laut Malaysia pada Jum’at mengatakan, kapal MT Orkim Harmony memiliki 22 anak buah kapal tanpa cedera, kecuali seorang pelaut Indonesia yang luka karena luka tembakan di paha. Para perompak berhasil meloloskan diri dengan memerintahkan kapal perang untuk tidak mendekat dan menjaga jarak 5 mil laut (9,2 km) dari MT Orkim Harmony. Jika otoritas tidak menuruti perintah, perompak akan melukai anak bual kapal. Biro Maritim Internasional yang berbasis di London, Inggris telah berulang kali mengingatkan bahwa sekarang perairan Asia Tenggara menjadi daerah paling rawan pembajakan di dunia, mereka juga meminta kepada pemerintah setempat untuk segera bertindak tegas untuk mencegah situasi diluar kendali.

Read More.. Label: , , ,