Akibat Topan Noul 2.000 Warga Filipina Diungsikan

19.39 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

MANILA – Badai topan yang menghantam Filipina diperkirakan akan menimbulkan banjir bandang, tanah longsor dan tsunami. Lebih dari 2.000 orang mengungsi dari rumah mereka ketika badai topan Noul menghantam wilayah utara Filipina. Esperanza Cayanan, Kepala Lembaga Pemantau Cuaca Filipina mengatakan, tiupan badai telah mulai berkurang perlahan - lahan tapi kekuatannya mencapai kecepatan 220 kpj. ... Ia menambahkan angin topan ini menghantam propinsi Cagayan sebelah utara pulau Luzon, Filipina pada Minggu siang dan diperkirakan badai Noul akan bergerak ke arah barat laut menuju Jepang. Arah badai Noul juga diprediksi akan menghantam Taiwan di wilayah Green Island pada Senin siang, sehingga otoritas setempat memperingatkan para nelayan akan datangnya angin kencang dan ombak tinggi, serta dilakukan evakuasi terhadap 1.000 orang pelancong di wilayah tenggara pulau. “Ini adalah topan yang sangat berbahaya. Ini yang terkuat sepanjang tahun ini, “ucap Rene Paciente, Kepala Divisi Pemantau Cuaca Maritim Filipina. Norma Talosig, Kepala Pertahanan Sipil Daerah mengatakan, lebih dari 1.680 warga Cagayan telah dievakuasi dari tempat tinggal mereka di sepanjang pesisir pantai. “Mereka harus diungsikan ke dataran tinggi, bukan di desa mereka. Pemerintah lokal membantu pemindahan warga setempat dengan menggunakan truk, bis dan ambulans, “ucap Talosig kepada AFP. Lebih dari 2.000 orang diharapkan untuk berpindah tempat namun Talosig khawatir bahwa beberapa orang menolak untuk diungsikan karena sudah merasa puas. “Awalnya cuaca cukup bagus disini jadi sangat sulit untuk menyampaikan berita keluar, “sambung Talosig. “Para warga mengkhawatirkan harta benda miliknya yang ditinggalkan. Kami berusaha sebaik mungkin menangani hal ini tanpa menimbulkan korban jiwa, namun usaha kami akan sia – sia jika warga tidak patuh, “timpal Talosig. Alexander Pama, Kepala Petrtahanan Sipil Nasional Filipina mengatakan, mengingat kemungkinan gelombang badai yang mencapai dua meter, mereka tak mau mengambil resiko. “Tidak ada penelitian yang pasti terkait hal ini. Jadi kami akan berada di tempat yang aman dengan melakukan evakuasi pada tempat berbahaya, “ungkap Pama. “Saat ini (kemarin) kekuatan bersenjata telah bergerak membantu proses evakuasi. Begitu juga dengan pihak kepolisian yang melakukan evakuasi di kota mereka, “tambah Pama dilansir AFP. Gelombang badai, seperti tsunami yang dipicu oleh adanya angin topan telah menjadi kekhawatiran utama selama adanya badai. Pada November 2013 serangan badai menjadi pemusnah masal, seperti Super Topan Haiyan yang menghancurkan Filipina mengakibatkan 7.350 orang meninggal atau hilang. Ratusan warga yang tinggal di wilayah pertanian dibawah kaki gunung berapi Bulusan, Luzon juga dievakuasi karena adanya potensi hujan lebat disertai abu vulkanik yang menumpuk di lereng gunung dan mematikan. Tumpukan ini juga berpotensi menimbulkan banjir lahar lumpur. Kantor Pertahanan Filipina mengatakan juga memantau daerah – daerah yang berpotensi terjadi tanah longsor atau banjir bandang karena hujan lebat yang disebabkan oleh angin topan. Pemerintah Filipina juga menghentikan jalur pelayanan kapal ferry di daerah yang terkena dampak topan Noul juga beberapa jalur penerbangan domestik dibatalkan. Filipina merupakan wilayah yang setiap tahun sering terkena serangan angin topan yang diantaranya sangat mematikan. Sekitar 20 angin topan menyerang Filipina setiap tahunnya.

Read More.. Label: , , , , , ,

Kecelakaan Ferry Filipina Akibat Topan Kalmaegi

19.17 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

Kecelakaan Ferry Filipina Akibat Topan Kalmaegi Akibat tidak dapat mengendalikan kemudi kapal ferry dan terjangan ombak yang besar menyebabkan kecelakaan kapal ferry di Filipina, Sabtu 13/9. Masih tersisa 39 orang yang belum ditemukan, ungkap pihak pemerintah Filipina. Kecelakaan Ferry Filipina Akibat Topan Kalmaegi Akibat tidak dapat mengendalikan kemudi kapal ferry dan terjangan ombak yang besar menyebabkan kecelakaan kapal ferry di Filipina, Sabtu 13/9. Masih tersisa 39 orang yang belum ditemukan, ungkap pihak pemerintah Filipina. Manila, Filipina - Akibat tidak dapat mengendalikan kemudi kapal ferry dan terjangan ombak yang besar menyebabkan kecelakaan kapal ferry di Filipina, Sabtu 13/9. Masih tersisa 39 orang yang belum ditemukan, ungkap pihak pemerintah Filipina. Badan Penyelamat Bencana Nasional Filipina dalam pernyataannya mengatakan, kecelakaan itu terjadi di bagian tengah pulau Leyte. Kapal ferry bernama “The Maharlika II” membawa penumpang sebanyak 84 orang termasuk awak kapal, hilang kendali dan tersapu ombak besar. Sehingga memaksa para penumpangnya menyelamatkan diri dengan cara meninggalkan kapal itu. Kapal penyelamat baru berhasil menyelamatkan 55 orang, tulis pernyataan seperti dikutip CNA. Kapal – kapal penyelamat masih terus melakukan upaya pencarian terhadap para awak kapal dan para penumpang. Sejauh ini belum ada laporan adanya korban meninggal. Masih menurut pernyataan, bahwa kapal dinyatakan tenggelam, namun beberapa pihak masih menyangkal mengenai keadaan kondisi kapal itu. “ Beberapa perahu penyelamat mengalami kesulitan menuju lokasi kejadian dikarenakan ombak yang sangat besar, “ ungkap juru bicara badan penyelamat Mina Marasigan. Kapal ferry melaporkan adanya masalah dengan perangkat kemudi kapal dan terjangan hujan lebat yang diperburuk oleh angin topan Kalmaegi yang mengarah ke bagian utara Filipina, ungkap Marasigan. Sebelumnya seorang anggota penyelamat mengatakan, bahwa kapal tertimpa musibah disekitar 6 mil laut ( 11 km ) dari pulau kecil Panaon atau sekitar 680 km ( 420 mil ) dari bagian selatan Manila. Meskipun hanya 84 orang yang tercatat di manifest kapal, namun sudah menjadi hal biasa di Filipina sering kali penumpang naik kapal dengan tidak tercatat. Industri maritim di Filipina kurang memperhatikan beberapa hal yaitu, buruknya pemeliharaan kapal, peraturan kapal ferry yang longgar menjadi penyebab utama dari dari kejadian ini. Pemerintah Filipina pada Minggu 14/9 menghimbau kepada warga Filipina untuk bersiap diri atas kemungkinan akan datangnya banjir bandang, tanah longsor yang disebabkan oleh angin topan Kalmaegi. Hujan sangat lebat disertai kecepatan angin yang mencapai 160 km per jam ( 100 mil per jam ) diperkirakan mencapai wilayah timurlaut dari pulau Luzon pada sore menjelang malam, ungkap pemerintah seperti dilansir situs cna. Badan Penyelamat Bencana Nasional Filipina mengatakan, sedikitnya ada 3 kota yang akan terkena dampak langsung dari topan Kalmaegi. Ketua Dewan Alexander Pama lewat siaran televise mengatakan, “Saya menghimabau pada seluruh warga Filipina, untuk melakukan tindakan pencegahan untuk segala situasi dan dengarkan peringatan – peringatan yang disampaikan oleh kepala desa. Jangan menunggu sampai topan menghampiri Anda”. Dia mengingatkan bahwa topan akan menyebabkan terjadinya ombak setinggi 6,5 kaki ( 2 meter ) di daerah pesisir pantai. Beberapa tahun terakhir banyak terjadi kecelakaan kapal yang menelan ratusan korban. Kecelakaan kapal terburuk di Filipina terjadi pada 1987 ketika kapal ferry Dona Paz bertabrakan dengan kapal tanker yang mengakibatkan 4.300 orang meninggal dunia.

Read More.. Label: , , ,