WARSAW - Pemotongan usia pensiun diajukan ke parlemen oleh Presiden Polandia Andrzej Duda. Meski masih dalam tahap Rancangan Undang – undang , hal ini dapat mengurai permasalahan reformasi pensiun yang diusung partai koalisi penguasa. Rancangan pemotongan usia pensiun diajukan kemarin. ... Dengan didukung penuh dari pihak oposisi, partai Hukum dan Keadilan (PiS). Duda merupakan pemenang kejutan pada pemilihan presiden tahun ini. Hal ini merupakan program yang telah direncanakannya sesuai janji pemilunya terdahulu saat kampanye. Beberapa pemilih juga telah mengkritik pendahulu Duda, mantan presiden Bronislaw Komorowski yang pada 2012 menyetujui secara bertahap peningkatan usia pensiun menjadi usia 67 tahun. “Rancangan undang – undang ini mengembalikan lagi usia pensiun, wanita pada 60 tahun dan pria pada 65 tahun,” ucap Duda dilansir CNA. Jika seseorang memasuki usia pensiun, mereka dapat mengambilnya. Juga dapat terus melanjutkan pekerjaan, jika mereka menjadi pekerja profesional,” lanjut Duda. Sebagai seorang presiden, Duda dapat melarang rancangan undang – undang pemerintah dan menawarkan undang – undangnya sendiri. Presiden juga berfungsi sebagai kepala angkatan bersenjata serta memiliki hak suara dalam kebijakan luar negeri. Menurut hasil jajak pendapat, tawaran yang diajukan Duda dapat menjadi Undang – undang jika partai PiS berhasil menang dalam pemilihan umum bulan depan. Namun saat ini kemungkinan besar akan berhadapan dengan partai oposisi yang dikuasai oleh partai Civic Platform. Pengamat ekonomi menganggap Polandia masih memiliki situasi keuangan yang kurang baik serta rendahnya tingkat kelahiran. Sehingga kebijakan ini dirasa kurang sesuai jika harus menurunkan usia pensiun. Memiliki nama lengkap Andrzej Sebastian Duda, dia berprofesi sebagai seorang pengacara dan politisi. Lahir di Krakow pada 16 Mei 1972 dari ibu, Janina Milewska dan ayah, Jan Tadeusz Duda berprofesi sebagai seorang profesor pada Universitas AGH. Kakeknya juga ikut berjuang dalam perang Polandia – Soviet. Dia pernah menjadi murid di Sekolah Menengah Jan III Sobieski, Krakow, Polandia. Istrinya Agata kornhauser-Duda sekarang menjadi guru bahasa Jerman di sekolah itu. Mereka menikah pada 21 Desember 1994, serta memiliki seorang anak perempuan, Kinga, lahir pada 1995 dan sekarang sedang melanjutkan pendidikan hukum. Duda belajar ilmu hukum pada Universitas Jagiellonian. Pada 2005 dia meraih gelar PhD dalam ilmu hukum. Duda menyukai permainan ski dan pernah mengikuti kejuaraan ski di negaranya. Karena karir politiknya, sejak 2006 sebagian besar hak cutinya tidak dibayar, kecuali sejak September 2010 dia kembali ke Universitas. Sebelum pemilihan presiden 2015, dia menjadi pengacara dan anggota parlemen Eropa. Kandidat presiden dari partai Hukum dan Keadilan memenangkan pemilihan presiden pada 24 Mei 2015 mengalahkan Presiden Bronislaw Komorowski.
Read More.. Label: Andrzej Duda, presiden Polandia, rancangan undang - undang, usia pensiunPresiden Polandia Ajukan Rancangan Pemotongan Usia Pensiun
Aksi Mogok Pekerja ATC Perancis, Kacaukan Jadwal Penerbangan
PARIS – Ratusan jadwal penerbangan dibatalkan dan terjadi banyak penundaan pada bandara di Paris, Perancis sebagai akibat dari adanya pemogokan dari pekerja pengawas lalu lintas udara. Aksi yang sangat mengganggu aktifitas warga ini telah memasuki hari kedua. ... Otoritas penerbangan sipil Perancis meminta perusahaan maskapai penerbangan untuk menghentikan setengah dari jadwal penerbangan mereka untuk menghindari kekacauan. Hari kedua sedikit lebih teratur dibanding sebelumnya pada Rabu ketika para pekerja melakukan pemogokan terbukti berhasil sehingga membuat banyak calon penumpang marah. Sebelumnya para calon penumpang telah diperingatkan untuk tidak melakukan penerbangan dan merubah jadwalnya. Aksi ini didukung penuh oleh SNCTA (Serikat Pekerja Pengawas Lalu Lintas Udara), yang mengharapkan adanya perubahan kebijakan. Mereka berharap untuk memperpanjang jenjang kerja para pekerja pengawas lalu lintas udara yang awalnya usia 57 tahun, diubah menjadi 59 tahun untuk masuk usia pensiun. Aksi mogok lanjutannya akan diadakan pada 16 – 18 April dan mulai dari 29 April hingga 2 Mei, yang mana pada periode tanggal – tanggal tersebut diatas merupakan hari libur. Awalnya SNCTA meminta aksi mogok dilakukan dari 25 – 27 Maret tapi dibatalkan setelah insiden jatuhnya pesawat Germanwings di pegunungan Perancis yang menewaskan 150 orang. Maskapai Air France mengatakan, jadwal operasi mereka tetap berjalan dengan hanya satu jadwal dengan jalur dari dan menuju bandara Orly, Perancis. Sementara di bandara Charles-de-Gaulle, Air France hanya beroperasi 40% pada penerbangan jarak menengah. Pihak maskapai mengatakan jalur penerbangan jarak jauh tidak terkena pengaruh dari aksi mogok ini. Maskapai penerbangan murah EasyJet harus membatalkan lebih dari 220 jadwal penerbangan, sedikit lebih banyak dari hari sebelumnya. Sementara maskapai pesaingnya RyanAir terpaksa harus menghentikan lebih dari 500 jadwal penerbangan. “Kami meminta EU dan Otoritas Perancis untuk bertindak dan mencegah ribuan pelancong yang terjebak di bandara karena aksi mogok dari para pengawas lalu lintas udara ini, “ungkap maskapai Irlandia dalam pernyataan, seperti dilansir AFP. Roger Rousseau, Kepala Serikat SNCTA menegaskan bahwa aksi mogok ini tidak dilakukan secara tiba – tiba dan dilandasi keputusan amarah. “Sejak 2013 kami telah melewati dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya, “ucap Rousseau.
Read More.. Label: aksi mogok pekerja ATC Perancis, ATC, Pengawas lalu Lintas Udara, Perancis, perubahan kebijakan, usia pensiun