Gempa Tainan Lebih dari 120 Orang Masih Terjebak Reruntuhan

19.22 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

TAINAN – Tim penyelamat bergerak cepat untuk melakukan penyelamatan terhadap korban gempa di kota Tainan, Taiwan. Sebanyak lebih dari 120 orang dilaporkan masih terjebak dalam reruntuhan gedung apartemen 17 lantai. Otoritas keamanan yang melakukan penyelidikan mengkonfirmasi bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 24 orang. Foto/Reuters: Tim SAR menyelamatkan seorang korban gempa Tainan ... Wiliam Lai Walikota Tainan mengatakan para korban selamat dan keluarga memberikan laporan adanya pelanggaran hukum, namun tidak mengatakan detil lebih lanjut. “Saya telah menghubungi unit peradilan dan jaksa telah melakukan penyelidikan formal,” jelas Lai dilansir AFP. “Kami juga telah meminta bantuan pada tiga bandan independen untuk mengumpulkan bukti-bukti selama melakukan penyelamatan. Hal ini untuk membantu korban jika ingin mengajukan tuntutan di kemudian hari. Kami akan menuntut pembuat gedung ini jika terbukti melakukan pelanggaran hukum,” sambung Lai. Terkait runtuhnya bangunan apartemen itu, banyak pihak mempertanyakan apakah bangunan yang didirikan pada 1989 itu masih layak untuk dijadikan tempat tinggal. Pemerintah kota Tainan mengatakan apartemen ini tidak masuk dalam kategori bangunan berbahaya sebelum terjadi gempa. Sementara Chen Wei-zen Menteri Dalam Negeri menegaskan akan dilakukan penyelidikan terhadap kontraktor gedung untuk mencari tahu kemungkinan adanya pelanggaran seperti mengabaikan perawatan gedung atau lainnya. Yueh Chin-sen yang ibu mertuanya masih terperangkap dalam gedung mengatakan beberapa penghuni gedung telah mengajukan keluha terkait adanya kecacatan dari gedung ini. “Mereka mengeluhkan bahwa konstruksi gedung ini sangat buruk, terdapat beberapa keretakan pada dinding bangunan dan ubin juga berjatuhan akibat gempa yang terjadi dalam beberapa tahun ini,” jelas Chin-sen. “Saya berharap bahwa pemerintah akan mengajukan tuntutan tindakan kriminal terhadap kontraktor gedung karena banyak korban tewas,” sambung Chin-sen. Regu penyelamat mengatakan sebanyak 126 orang masih belum ditemukan termasuk 103 orang masih terperangkap sangat dalam di bangunan itu. Tim SAR yang terdiri dari gabungan anggota pemadam kebakaran, polisi, tentara dan sukarelawan menggali menerobos reruntuhan. Beberapa mengangkat puing-puing dengan tangan kosong. Sementara para korban yang terjebak menunggu untuk diselamatkan hanya dapat menyaksikan dengan penuh kecemasan. Mereka hanya mengenakan jaket tipis, topi berbahan wol dan syal untuk menahan terpaan cuaca dingin. Tim bantuan paramedis bersiap siaga dekat lokasi dengan brankarnya. “Dia tidak menjawab telfonku. Saya berusaha untuk menahan emosi dan tetap kuat. Saya akan terus melakukannya sampai berhasil menemukannya,” jelas Chang seorang wanita 42 tahun. Chang telah berkali-kali menghubungi putrinya berusia 24 tahun yang tinggal pada lantai 5 bangunan itu. Presiden Ma Ying-jeou direncanakan untuk mengunjungi lokasi runtuhnya bangunan apartemen itu pada hari pertama Tahun Baru China. Presiden terpilih Tsai Ing-wen yang menang dalam pemilu bulan lalu juga akan mengunjungi lokasi pada hari yang sama. Gempa ini terjadi kemarin pada pukul 4:00 waktu setempat dengan kedalaman yang dangkal sekitar 10 km. Wilayah yang terserang gempa berjarak 39 km timur laut pulau Kaohsiung kota terbesar kedua dari pulau ini. Taiwan terletak diatas persimpangan dua lempengan tektonik dan sering kali digoyang gempa. Sementara Arrmanatha Nasir Juru bicara Kementrian Luar Negeri Indonesia melaporkan tidak ada WNI yang menjadi korban dalam kejadian ini. Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) telah membuka posko di Tainan dan melakukan penelusuran ke tiga rumah sakit yang menangani korban gempa. KDEI melaporkan berdasarkan informasi yang dikumpulkan hingga pukul 15:00 WIB dari otoritas Tainan dan beberapa rumah sakit itu tidak terdapat adanya korban yang berasal dari Indonesia. Gempa bumi sering menyerang Taiwan, tapi kebanyakan fenomena alam itu adalah gempa kecil yang menyebabkan sedikit atau tidak ada kerusakan. Gempa terbesar berkekuatan 7,6 SR terjadi pada 1999 dan menewaskan lebih dari 2.300 orang.

Read More.. Label: , , , , ,

Ilmuwan AS Gunakan Twitter Untuk Lacak Gempa Bumi

18.56 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

Para ahli seismologi dari Badan Survei Geologi AS sejak 2009 telah bekerja sama dengan sosial media. Ini terbukti dapat meningkatkan ketepatan situasi darurat. Semua tergantung kepada masyarakat, jika mentweet ‘earthquake’ (gempa bumi) anda telah sangat membantu para ilmuwan untuk melacak pusat gempa bumi. Diberi nama Tweet Emergency Dispatch (Pengiriman Kicauan Darurat). ... Cara kerjanya adalah sebagai berikut pihak Badan Survei Geologi AS menyewa Twitter agar dapat mengakses data para pengguna twitter. Kemudian program khusus akan menyaring seluruh kicauan yang masuk dari 316 juta akun. Kemudian secara tiba – tiba sekelompok orang pada suatu daerah mulai mengirimkan pesan tentang gempa bumi yang mana akan memberikan sinyal kepada para ilmuwan. “Ini bukanlah sebuah perubahan revolusioner dengan apa yang kami lakukan, tapi memberi kami waktu beberapa menit untuk melakukan respon,” ucap Paul Earle seorang seismologis dari FEMA (Lembaga Manajemen Darurat Federal) dilansir CNN. Data – data dari twitter melakukan beberapa hal berbeda. Terkadang dapat memberi sinyal kepada ilmuwan yang tak tertangkap oleh sensor getaran. Juga dapat memberi pesan dari suatu daerah yang tidak dilengkapi dengan sensor gempa. “Pusat Pemantauan Informasi Gempa milik Badan Survei Geologi di Golden, Colorado memiliki 2.000 alat monitor yang dapat menangkap suara,” ucap perusahaan Twitter dilansir Telegraph. “Pergerakan kecil dari kerak bumi dapat ditangkapp oleh alat ini. Tapi hanya sekitar setengahnya saja yang tersebar di luar AS,” sambung Twitter. Dilansir TechTimes, pada tahun lalu sensor seismik di California menangkap gempa bumi berkekuatan 5 skala ritcher. Badan Survei Geologi segera mengumumkan situasi ini dalam situsnya. Namun ketika Earle mengonfirmasi situasi ini dengan twitter, dia tidak menemukan adanya kicauan dari orang – orang tentang gempa. Dia sadar telah terjadi sesuatu kesalahan dan ternyata memang tidak terjadi gempa bumi. “Itulah kuncinya,” jelas Earle. “Jalur data yang berasal dari twitter merupakan independen. Ini merupakan konfirmasi tahap kedua,” sambung Earle. Banyak dari kejadian gempa bumi dalam beberapa tahun terakhir yang menjadi referensi bagi para peneliti untuk menciptakan sistim yang tepat. Mereka menjadi lebih baik dalam merespon kicauan – kicauan yang tidak relevan. Seperti halnya pemberitaan dan percakapan terkait gempa bumi. Seperti yang diharapkan, kicauan yang relevan adalah singkat dan jelas. Saat terjadi bencana, orang tak ada waktu untuk menuliskan kicauan yang panjang lebar. Badan Survei Geologi juga memilih beberapa kata dari beberapa bahasa berbeda. Terdapat 7 bahasa berbeda dalam program gempa di twitter, ditambah dengan bahasa Inggris. Dalam bahasa Spanyol gempa bumi besar disebut terremoto, sementara untuk gempa skala kecil disebut temblor. Elaine Ellis seorang karyawan Twitter menceritakan saat berkunjung ke Badan Survei Geologi di Colorado. Saat terjadi gempa bumi di Chile, hanya dalam waktu satu menit, sudah ada 14 orang yang berkicau di akun twitternya tentang gempa itu. Kicauan mereka terpantau oleh para seismolog. Para seismologis yang bekerja di pemerintah AS kedepannya akan membuat tanda peringatan gempa berbasis twitter ini agar langsung terkirim ke perangkat sensor gempa. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan tingkat sensitivitas sensor, sesaat setelah orang – orang merasakan adanya getaran gempa. Para seismolog yakin hal ini dapat meningkatkan akurasi dibanding sebelumnya.

Read More.. Label: , , , , ,