Jika baju olahraga berkualitas sangat baik dipercaya dapat meningkatkan kemampuan para atlit, maka secara teknis dapat pula diterapkan kepada binatang. Perusahaan barang mewah Al Shibla menguji coba hal ini kepada unta dan kuda mereka. Belum lama ini mereka membuat pakaian dari bahan lycra untuk hewan unta... ...Mereka menyatakan bahwa produk uniknya ini telah menciptakan promosi yang membuat daya tarik yang luar biasa diantara para pengusaha di Timur Tengah. Baju kompresi telah lama dikenakan oleh kuda pada perlombaan pacuan kuda untuk meningkatkan kemampuannya. Pemilik Al Shibla yakin bahwa unta juga berhak merasakan kenyamanan berpakaian juga. “Jika ini cocok untuk kuda, kenapa kita tak mencobanya pada unta ?” tanya Anne Wolter dari kepala penelitian dan pengembangan. Baju unta yang terbuat dari material yang lembut dan tebal, baju ini meningkatkan sirkulasi darah dengan sedikit menyempitkan pembuluh darah. Unta – unta ini harus mengenakannya sebelum dan sesudah latihan, ini akan meningkatkan asupan oksigen dan darah ke otot, mengurangi asam laktat yang dapat membuat kram otot. Seluruh badan unta ditutupi baju unik ini, kecuali bagian kepala dan lehernya. “Baju ini dapat menolong unta berlari cepat saat lomba balap unta, sementara krim dari jenis ini dapat membuat unta terlihat lebih tinggi saat kontes kecantikan unta, “ungkap perusahaan seperti dikutip OddityNews. Tidak hanya untuk balap unta saja, baju ini juga dipakai saat unta membawa barang, ketika unta mulai kelelahan membawa beban karena produksi hormon. “Kita dapat membandingkannya dengan kaus kaki kompresi di rumah sakit. Ini mengaktifkan sirkulasi darah dalam otot. Jika ada masalah kesehatan orang biasanya diberikan suntikan, tapi ada juga penanganan fisioterapi dan baju kompresi adalah pengobatan fisioterapi. “ungkap Birgit Kemphues direktur Al Shibla, seperti dilansir The National. “Hewan – hewan lebih bugar, jadi anda dapat melihat sirkulasi darah yang baik di seluruh tubuhnya, “tambah Kemphues. Perusahaan memperkenalkan baju kompresi ini saat Festival Unta di Al Dhafra, Desember lalu, setelah berbulan – bulan mendesain untuk kesempurnaan produk ini. Banyak juga orang yang sudah memesan baju unta ini dengan ukiran nama pemilik dan sponsornya. “Setiap orang sangat tertarik karena sudah sejak lama, unta – unta ini hanya menggunakan selimut setelah berlatih. Saya telah menggeluti balap unta sejak lama dan tak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya, orang menyebutnya ‘kandura unta’. Banyak kesempatan datang dan sudah ada yang menanyakan tentang promosi di baju ini.” ungkap Wolter. Baju unta ini cukup mahal seharga US$ 1.000 (Rp. 12,614,051,-) dan dapat menurunkan 7,5 – 10 kilogram bobot unta.
Read More.. Label: Al Shibla, Baju kompresi, balap unta, Timur Tengah, UntaKeluarga Kerajaan India Mengakhiri Tradisi Pemotongan Unta
Keluarga Kerajaan di wilayah Rajasthan bagian barat India mengumumkan bahwa mereka tidak akan menggunakan binatang unta sebagai bagian dari tradisi hari raya keagamaan. Keluarga Kerajaan India Mengakhiri Tradisi Pemotongan Unta Keluarga Kerajaan di wilayah Rajasthan bagian barat India mengumumkan bahwa mereka tidak akan menggunakan binatang unta sebagai bagian dari tradisi hari raya keagamaan. Sejak 1864 keluarga Kerajaan Tonk telah mengorbankan 2 ekor unta tiap tahunnya pada perayaan Idul Adha. Tapi Unta telah menjadi nama julukan bagi daerah Rajasthan, binatang ini sering diburu atau dibunuh. Karena ini keluarga Tonk memutuskan untuk mengakhiri tradisi ini, seperti dilansir BBC. Meskipun ststus baru dari unta ini di Rajasthan, serta kampanye untuk mengakhiri pemotongan binatang ini, anggota senior keluarga kerajaan Tonk, Nawab Hamid Ali Khan kepada media India Press Trust, bahwa tak ada tekanan untuk mengakhiri tindakan ini. “Tradisi yang telah berumur 150 tahun harus segera berakhir untuk menyelamatkan kelangsungan hidup hewan ini serta memelihara perdamaian dan harmonisasi di wilayah Tonk” ungkap Hamid. Seekor kambing jantan akan menjadi pengganti unta dalam perayaan Idul Adha setiap tahunnya. Menurut sensus yang dilakukan bahwa di Rajasthan hanya tersisa 322.000 unta, jumlah ini berkurang hampir setengahnya dari sebelumnya 668.000 ekor pada 1997. Pihak otoritas hokum di Rajasthan menganjurkan harus dibuat peraturan untuk melarang pemotongan unta saat hari raya.
Read More.. Label: Camel, Idul Adha, Unta