SOUTH CAROLINA – Pesawat tempur milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) jenis F-16 pada Selasa (7/7) bertabrakan dengan pesawat sipil di Carolina Selatan. Insiden ini menewaskan dua orang pada pesawat sipil jenis Cessna -150, beruntungnya pilot pesawat tempur masih sempat meloloskan diri dengan kursi pelontarnya. ... Michael Mule, jurubicara wilayah Berkeley mengatakan, seseorang telah menelpon bantuan 911 sesaat setelah pukul 11:00 siang. Dia melporkan adanya kecelakaan yang terjadi sekitar 30 mil ( 48,2 km) arah utara kota Charleston berdekatan dengan perkebunan Lewisfield, tempat bersejarah masa perang revolusi. Jim Peters, jurubicara Badan Penerbangan Federal (FAA) menunjukkan bahwa kedua pesawat saling bertabrakan sedikit lebih jauh ke selatan, sekitar 11 mil (17,7 km) dari Charleston. Pilot pesawat tempur F-16 sedang melakukan misi latihan pengenalan instrumen menuju ke pangkalan udara bersama di Charleston. “Fakta yang ada saat ini menunjukkan bahwa saat kecelakaan terjadi pilot sedang berbicara dengan pengawas lalu lintas udara, “ucap Kolonel Stephen Jost, komandan 20th Fighter Wing di pangkalan angkatan udara Shaw di Sumter. Sebuah penyelidikan sedang dilakukan mencari penyebab tabrakan maut itu, termasuk mencari tahu kenapa jarak kedua pesawat bisa begitu dekat. Pilot F-16 Mayor Aaron Johnson berhasil selamat melalui kursi lontar pesawat, dia dijemput oleh tim bantuan dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan observasi. “Dari apa yang saya ketahui, dia (pilot) berada dalam keadaan baik – baik saja, “ucap Bill Salisbury, pemimpin tim penyelamat Berkeley. FAA mengatakan pesawat sipil itu adalah pesawat Cessna 150 yang hancur berkeping – keping setelah bertabrakan. Tidak ada korban luka di darat karena hujan kepingan logam pesawat. Duane Lewis, sheriff Berkeley mengatakan sebagian besar puing – puing pesawat jatuh di daerah rawa – rawa terpencil. Baadan Nasional Keselamatan Transportasi (NTSB) AS mengatakan dua orang di pesawat Cessna tewas. Identitas keduanya belum diketahui karena jasad mereka masih dalam proses pencarian. “Kami sedang melakukan penyelidikan berusaha mencari tahu siapa pemilik pesawat sipil ini dan siapa penumpangnya, “ucap Salisbury. “Terdapat puing – puing pesawat kecil di wilayah yang begitu besar dan sebagian jatuh di perkebunan, “tambah Salisbury. Kapten Robert McCullough dari Departemen Sumber Daya Alam Carolina Selatan mengatakan sedikitnya beberapa bagian pesawat Cessna jatuh ke sungai Cooper, sementara pesawat F-16 jatuh di wilayah Berkeley. Mesin pesawat jet ini diketahui juga mendarat di area perkemahan. “Sekarang tujuan utama adalah mencari orang – orang yang menjadi korban dan membawa mereka kembali kepada keluarganya, “sambung Salisbury. Tim bantuan yang terdiri dari sedikitnya 20 organisasi berbeda baik dari lokal, federal dan tingkat negara bagian secara bersama – sama melakukan pencarian di lokasi jatuhnya pesawat. Lokasi pencarian dari titik tabrakan terjadi sampai kepada lokasi jatuhnya pesawat F-16 adalah sejauh 7,3 mil (11,7 km).
Read More.. Label: 2 tewas, Cessna-150, Charleston, F-16 Fighting Falcon, Lewisfield Plantation, pesawat jet dan cessna bertabrakan, South CarolinaSOUTH CAROLINA – Kepolisian Amerika Serikat telah menahan seorang remaja kulit putih pada Kamis (18/6). Remaja ini ditahan karena diduga sebagai pelaku penembakan di dalam gereja terletak di Charleston, South Carolina. Remaja bernama Dylann Roof, 21, merupakan pelaku tunggal penembakan di gereja tua yang mayoritas jemaatnya warga Afrika – Amerika. Dia putus sekolah dari sebuah sekolah menengah di AS. ... Serangan terbaru ini yang dapat memicu ketegangan rasial, telah menewaskan 9 orang. Saat penembakan Roof mengenakan jaket dengan jahitan bendera rezim supremasi kulit putih. Para jemaat gereja sedang belajar Alkitab ketika penembakan terjadi pada Rabu (17/6) malam. Penangkapan Roof terjadi setelah polisi mendapat informasi tentang keberadaan Roof dari seorang penjual bunga. Deborah Dills, 51, sedang berkendara dari rumahnya di Gastonia, N.C menuju tempat kerjanya. Dills bekerja sebagai penjual bunga di Kings Mountain, N.C. Kemudian dia melihat mobil Hyundai Elantra dengan plat nomor Carolina Selatan. Tak lama Dills teringat dari kabar berita yang dilihatnya pada pagi hari. Tak tahu harus berbuat apa, dia menghubungi Todd Frady pemilik toko bunga. “Dia menjadi gugup dan menghentikan mobilnya, “ucap Frady. Namun Frady meminta Dills untuk tetap mengikuti mobil itu, sementara Frady menghubungi Polisi Kings Mountain. Dills kemudian kembali menyetir di jalan bebas hambatan. Kemudian memasuki wilayah Charlotte bagian barat, setibanya di lampu merah dekat Walmart di Shelby, N.C kemudian dia berhenti dibelakang mobil yang dicurigai dan mambacakan plat nomor mobil kepada Frady yang langsung meneruskan kepada polisi. “Ya itu, itu dia, “ucap Frady. Dia ditangkap pada sebuah halte bus di Carolina Utara yang berjarak 200 mil (321,8 km) pada Kamis (18/6) dan beberapa jam kemudian diterbangkan kembali ke Charleston, Carolina Selatan menuju ke tempat kejadian di Gereja Emanuel African Methodist Episcopal. Tayangan televisi menunjukkan tersangka bertubuh kurus ini menaiki pesawat kecil dengan tangan terikat dan mengenakan seragam penjara hitam putih. Penjara Daerah Charleston menunjukkan foto tersangka dengan wajah cemberut, kekanak – kanakan dengan potongan rambut seperti mangkuk. Dalton Tyler, seorang teman dari Roof kepada ABC News mengatakan Roof pernah berbicara kepadanya untuk mendukung pemisahan rasial. Dia menambahkan bahwa Roof ingin mulai melakukan perang saudara. Pembantaian ini merupakan yang terburuk yang terjadi di tempat ibadah di AS selama beberapa dekade. Dianggap sebagai periode tergelap dari sejarah AS dalam sebuah gereja yang pernah habis terbakar setelah gagalnya aksi pemberontakan para budak. Gregory Mullen, Kepala Polisi Charleston mengatakan, “Saya sangat yakin ini adalah kejahatan dengan motif kebencian.” Presiden Barrack Obama sangat frustasi dengan kejadian dan menyebutnya pembunuhan yang tak masuk akal. Dia meminta warga Amerika Serikat harus mengubah kebudayaan bersenjata. Obama meminta aturan kepemilikan senjata bagi warga AS ditinjau ulang dan diperketat lagi. “Pada saat yang sama, kami sebagai warga negara harus memperhitungkan bahwa jenis kekerasan semacam ini tidak terjadi di negara lainnya, “ucap Obama dilansir AFP. “Saya mengatakan bahwa mengakui politik di kota ini akan menyita banyak waktu dari yang sekarang dijalankan. Tapi akan menjadi salah jika kita mengabaikannya. Dan di beberapa titik akan menjadi sangat penting bagi warga AS untuk datang dan mengatasinya dan bagi kami untuk dapat bergeser bagaimana mengatasi isu kekerasan bersenjata secara bersama – sama, “sambung Presiden Obama.
Read More.. Label: Deborah Dills, Dylann Roof pelaku penembakan, Gereja tua di Charleston, kekerasan senjata di AS, penembakan di gereja, South Carolina