Kehausan Mencari Air, Kapala Macan Tutul Tersangkut Panci

19.19 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

RAJASTHAN – Kehausan setelah beraktifitas yang cukup menguras fisik akan terasa segar kembali jika meminum air. Pada Rabu (30/9) seekor macan tutul di desa Sadulkhera, Rajasthan, India sangat kehausan dan berkeliling mencari air untuk minum. Dia menemukan air di dalam panci yang kemudian dimimumnya, namun apa daya kepala hewan liar ini tersangkut di panci selama lima jam. ... Macan yang kebingungan dan ketakutan berjalan – jalan disekitar desa sementara para penduduk setempat mengambil gambar kejadian ini. Para warga memperkirakan macan tutul yang masuk ke pemukiman ini berasal dari cagar alam Kumbhalgarh, yang jaraknya hanya 19 km dengan desa Sadulkhera. Para warga yang hendak menolong pun merasa bingung, mereka jelas tak berani berdekatan dengan macan tutul. Banyak yang memotret serta merekam kejadian unik dan lucu ini. Tak lama berselang foto dan rekaman video pun menyebar cepat secara viral di jejaring sosial. Beberapa warga menghubungi polisi setempat dan pejabat satwa liar. Dilansir BBC, tak menunggu lama petugas margasatwa setempat datang dan membius hewan yang juga dikenal sebagai harimau dahan. Mereka menggergaji belanga dan melepaskannya dari kepala si macan tutul jantan. Kepada wartawan lokal, petugas mengungkapkan apa yang baru saja dialami si macan adalah siksaan yang sangat berat. “Macan tutul jantan ini diperkirakan berusia tiga tahun. Dia dibawa untuk diobservasi. Dokter hewan telah memeriksa kondisinya dan dinyatakan dalam keadaan baik,” ucap Kapil Sharma, seorang pekerja satwa liar kepada NDTV. “Macan ini nantinya akan dilepaskan kembali ke habitatnya,” sambung Sharma. Sensus satwa liar yang dilakukan baru – baru ini melaporkan bahwa di India terdapat populasi macan tutul antara 12.000 dan 14.000 ekor. Macan tutul memiliki tubuh berukuran cukup besar, antara satu hingga dua meter. Berbulu kuning kecoklatan dengan bintik – bintik hitam di sekujur tubuhnya. Khusus dibagian kepalan bintik hitamnya kecil – kecil. Hewan ini terdapat di benua Afrika dan Asia, tersebar mulai dari hutan tropis, gurun, pegunungan serta pemukiman. Biasanya sesama macan tutul, mereka saling menghindari satu dengan lainnya dan hewan ini cenderung penyendiri. Aktifitas mereka meningkat saat malam tiba. Biasanya macan tutul betina memiliki satu hingga dua anak, mereka hidup bersama hingga anak macan mencapai usia 1,5 hingga dua tahun. Hewan ini merupakan pemburu oportunitis, dengan segala cara untuk mendapatkan buruannya. Hampir senua jenis hewan dengan berbagai ukuran menjadi sasarannya. Jenis hewan menyusui merupakan target utama mereka, juga binatang pengerat, ikan,monyet, burung. Tak ketinggalan jenis hewan lainnya yang berada disekitar mereka.

Read More.. Label: , , , , , , ,

Kelahiran Anak Perempuan Ditandai Penanaman 111 Pohon

17.27 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

Penanaman pohon sangat baik untuk pelestarian lingkungan agar keseimbangan alam tetap terjaga. Namun di sebuah kota di India ada hal yang unik dilakukan oleh penduduknya, mereka akan menanam pohon untuk setiap bayi perempuan yang lahir. ... Hal ini sudah dilakukan sejak 2006 oleh warga desa Piplantri di wilayah kabupaten Rajsamand sebelah selatan Rajasthan. Walaupun kebanyakan warga India lebih senang untuk memiliki anak laki – laki, namun desa Piplantri mempunyai cara tersendiri untuk menyambut kelahiran bayi perempuan dengan menanam sebanyak 111 pohon. Data yang ada menunjukkan rata – rata per tahunnya lahir bayi perempuan, penduduk desa sejauh ini telah menanam lebih dari 250.000 pohon. Jenis pepohonan yang ditanam pun beragam pohon Neem, Indian Rosewood dan pohon Mangga. Wilayah yang berpenduduk 8.000 warga juga melakukan pemeliharaan pohon – pohon yang telah ditanam dan berbuah sesuai pertumbuhan bayi perempuan. Shyam Sundar Paliwal adalah seorang kepala suku, ia yang pertama kali melakukan tradisi ini untuk memberi kenangan kepada Kiran, putrinya yang meninggal beberapa tahun lalu. Selain penanaman pohon, ada komite khusus yang menangani keluarga yang enggan memiliki anak perempuan. Mereka kemudian mengumpulkan 21.000 rupee (Rp 4,385,971,-) dari warga desa dan 10.000 rupee ( Rp 2,088,558,-) dari ayah kandung bayi perempuan, kemudian uang ini akan diinvestasikan membeli obligasi pemerintah dengan jangka waktu 20 tahun. Hal ini untuk memastikan keamanan keuangan bayi perempuan. “Kami juga menegaskan kepada kedua orangtuanya untuk membuat surat pernyataan tersumpah, bahwa sebelum mencapai usia pernikahan yang sah secara hukum anak gadisnya tak boleh dinikahkan, memberinya pendidikan layak dan merawat pohon atas nama anak perempuannya, “ucap Paliwal seperti dilansir Oddity. Untuk mengamankan pohon agar terbebas dari rayap , para warga desa Piplantri juga menanam lidah buaya sebanyak lebih dari 2,5 juta tanaman disekitarnya. Pohon – pohon bersama dengan tanaman lidah buaya telah menjadi sumber utama mata pencaharian bagi warga desa. “Secara bertahap, kami sadar bahwa lidah buaya dapat diproses dan dipasarkan dalam berbagai jenis, “jelas Paliwal. “Jadi kami mendatangkan beberapa ahli untuk melatih warga perempuan. Sekarang warga membuat dan memasarkan produk lidah buaya seperti gel, acar dan lainnya, “tambah Paliwal. Jiwa komunitas warga disini sangat tinggi terbutk dari adanya situs online. Warga Piplantri melarang keras alkohol, penggembalaan hewan terbuka dan memotong pohon. Selama tujuh atau delapan tahun terakhir tak pernah ada laporan tentang aksi tindakan kriminal.

Read More.. Label: , , , ,