Iran Capai Kesepakatan Beli 100 Pesawat dari Boeing

20.54 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

TEHERAN – Otoritas Iras pada Minggu (19/6) berhasil meraih kesepakatan untuk membeli 100 unit pesawat buatan Boeing. Perusahaan pembuat pesawat terkenal asal Amerika Serikat (AS) ini akan memenuhi permintaan Iran untuk meremajakan armadanya. Kendati demikian kesepakatan yang telah terjadi ini masih harus menunggu persetujuan dari pemerintahan AS. ...Sejak pertengahan Januari lalu pemerintah Iran telah memesan sebanyak 200 unit pesawat dari pabrikan barat ini. Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Iran, Ali Abedzadeh mengatakan kerjasama yang telah terjalin dengan Iran atas pembelian ini, namun berjalannya kesepakatan ini tergantung pembaerian ijin dari Departemen Keuangan AS. “Iran memiliki 250 pesawat didalam negeri, namun sebanyak 230 unit pesawat harus diganti,” ujar Ali Abedzadeh seperti dilansir AFP. Jika kesepakatan ini berjalan lancar maka akan menjadi kontrak besar pertama antara Iran dengan perusahaan AS, setelah dicabutnya sanksi pada awal tahun 2016. Beberapa hari sebelumnya Abbas Akhoundi Menteri Pengembangan Infrastruktur Iran mengatakan rincian dari kesepakatan ini akan diketahui publik dalam waktu beberapa hari mendatang. Seperti dilansir Reuters, Iran Air telah setuju untuk membeli 118 unit pesawat Boeing dengan nilai kontrak sebesar USD 27 miliar (Rp. 360,2 triliun).

Read More.. Label: , , , , ,

Iran Remajakan Pesawatnya Dengan 114 Airbus

20.06 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

TEHERAN – Pemerintah Iran akan melakukan pembelian sebanyak 114 pesawat Airbus, untuk merevitalisasi pesawat yang telah using. Sejak dicabutnya sanksi terkait perjanjian nuklir ini merupakan belanja negara terbesar Iran. ... Menteri Transportasi Iran, Abbas Akhoundi mengatakan bahwa perjanjian kerjasama ini akan ditandatangani oleh perwakilan dari maskapai pemerintah Iran Air dan pihak Airbus serta akan disaksikan langsung oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani yang akan melakukan kunjungan ke Perancis pada minggu ini. Rouhani akan dalam kunjungan pertamanya paska pencabutan sanksi akan berkunjung ke Italia dan Perancis, sebagai konsekuensi dari penerapan perjanjian yang menekan Iran terkait penggunaan teknologi nuklir. Rouhani juga memuji perjanjian ini sebagai sebuah ‘awalan baru’ bagi Iran untuk terjun kembali dalam perdagangan global. Iran memiliki 250 pesawat terbang komersil, namun hanya 150 yang masih beroperasi. Oleh karena itu tugas utama Akhoundi adalah memodernisasi armada sipil penerbangan Iran serta infrastrukturnya. “Kami telah bernegosiasi selama 10 bulan ‘untuk pembelian pesawat’ ini, namun tak ada cara untuk melakukan pembayaran karena masih ada sanksi perbankan,” ucap Akhoundi dilansir AFP. “Kami membutuhkan 400 pesawat untuk jarak tempuh panjang dan menengah, serta 100 pesawat untuk jarak pendek,” tambahnya. Dia juga menyatakan periode pertama pengiriman pesawat akan dilakukan pada awal triwulan ini, pesawat akan tiba pada 19 Maret. Namun Akhoundi tidak merinci syarat pembayaran kepada Airbus. Jurubicara Airbus juga tidak memberikan pernyataan apapun terkait adanya pembelian pesawat yang dilakukan Iran ini. Akhoundi menambahkan bahwa bandara di Iran juga membutuhkan peningkatan sistem navigasi udara dengan anggaran senilai USD 250 juta (Rp. 3,4 triliun). Dikutip Reuters, Wakil Menteri Transpostasi Iran, Asghar Fakhrieh Kashan mengatakan pemerintahannya juga tertarik untuk membeli sekitar lebih dari 100 pesawat buatan Boeing. Dengan adanya kerjasama ini otoritas Iran berharap akan meningkatkan penghasilan negara dari kedatangan turis. Populasi Iran mencapai 79 juta jiwa juga memiliki jaringan transportasi jalan yang memadai namun tetap membutuhkan peningkatan layanan transportasi.

Read More.. Label: , , , ,

Rusia Jajaki Kerjasama Pembangunan 8 Reaktor Nuklir di Iran

20.53 / Diposting oleh nivra / komentar (0)

MOSKOW – Sebuah penawaran kerjasama penting antara negara kuat Rusia dan Iran pada program nuklir. Rusia sangat optimis, sehingga tidak mempertimbangkan bahwa adanya kemungkinan negosiasi ini akan gagal, menurut laporan utusan senior dari Rusia pada Rabu. Rusia Jajaki Kerjasama Pembangunan 8 Reaktor Nuklir di Iran MOSKOW – Sebuah penawaran kerjasama penting antara negara kuat Rusia dan Iran pada program nuklir. Rusia sangat optimis, sehingga tidak mempertimbangkan bahwa adanya kemungkinan negosiasi ini akan gagal, menurut laporan utusan senior dari Rusia pada Rabu. Pada 24 November ini adalah batas akhir yang disepakati oleh Iran dan 6 negara lainnya untuk membereskan kerjasama ini, yang dapat meyakinkan kepada dunia Barat bahwa program nuklir Tehran tidak akan digunakan untuk membuat senjata nuklir, dengan pertukaran untuk sebuah pelonggaran sanksi – sanksi terhadap Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, yang hadir pada perundingan terakhir di Muscat pada Minggu dan Senin mengatakan, Moskow mengerahkan semua kekuatannya untuk membantu kedua sisi agar tercapai sebuah kesepakatan. “Kami tidak melihat adanya hal – hal yang memungkinkan tidak tercapainya kesepakatan, sesuai batas waktu kesepakatan pada 24 November ini. Kami sepenuhnya fokus terhadap tugas ini, sebelum kami mendapatkannya dan ini bukanlah hal kecil. Kami tidak boleh melewatkan kesempatan ini “ ungkap Ryabkov seperti dilansir Reuters. Rusia mempunyai hubungan yang erat dengan Iran dibanding kekuatan negara lainnya yang terlibat dalam pertemuan, yang melibatkan AS, Jerman, Cina, Perancis dan Inggris. Ketua Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Ali Akbar Salehi juga berada di Moskow pada Selasa untuk pembicaraan kerjasama kekuatan nuklir. “Sebelum 24 November ini, mungkin tidak hanya batas waktu yang dibuat. Saya ingin menggarisbawahi bahwa kami melakukan yang terbaik untuk ini, “tambah Ryabkov. Ali Akbar Salehi, yang mengatakan bahwa kesepakatan untuk membangun reaktor baru adalah "titik balik dalam pengembangan hubungan antara negara kami". Dua dari delapan reaktor yang akan dibangun, menurut rencana, bakal ditempatkan di fasilitas nuklir Bushehr. Rosatom, perusahaan tenaga nuklir Rusia, mengatakan pembangunan itu akan dipantau oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), sebuah badan pengawas nuklir internasional di bawah PBB. Pihak Rusia menyetujui untuk memberi pasokan bahan bakar nuklir untuk pembangunan reaktor dan setelah selesai akan dikembalikan ke Rusia. Hal ini untuk mencegah dibuatnya senjata nuklir oleh Iran. Pada tempat terpisah, pembicaraan lanjutan yang dimulai Rabu antara Iran dengan Jerman, Perancis, Inggris, AS, Rusia dan Cina. Isu – isu yang belum dipecahkan termasuk program pengayaan Uranium Iran, bagaimana dan kapan mencabut sanksi dan berapa lama program nuklir Iran harus tetap berada dibawah inspeksi internasional dan pengamanannya. Sebuah pembicaraan penutup pada tingkat menteri luar negeri dijadwalkan pada 18 November mendatang di Vienna, kurang dari seminggu sebelum kesepakatan interim yang menawarkan bantuan sanksi terbatas yang ditukar dengan konsesi dari Iran. Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier mengatakan, proses pelaksanaan akan diatur kembali dua tahun yang akan datang, apabila kesepakatan akhir tidak tercapai pada 24 November, sesuai batas waktu perundingan.

Read More.. Label: , , ,